
Yuki dan Adzriel pulang bersama karena Yuki yang memang datang tadi dengan menggunakan ojol jadi Adzriel akan mengantarkannya pulang terlebih dahulu. Itu sudah menjadi kebiasaan mereka sejak dulu kalau bukan Fika ya Adzriel yang mengantar jemput Yuki karena perempuan itu sering kali malas untuk membawa sepeda motor kesayangannya.
"Oh ya, aku tidak ingat sejak kapan mereka jadi mesra seperti itu? Karena seingatku terakhir kami bertemu mereka masih canggung bahkan Fika selalu nengatai suaminya kasar dan menyebalkan" Yuki menoleh kesamping untuk melihat sahabatnya Adzriel yang tengah menyetir
" Ya , Fika memang benar. Nanda itu kasar dan menyebalkan" Adzriel terkekeh
" Ish... lo ini, kalau tuan Nanda ada disini lo pasti habis" Adzriel semakin terkekeh.
" Apa kamu ingat pria yang pernah Fika ceritakan dulu?" Adzriel melirik sekilas pada Yuki
" Ya, aku ingat. Lalu apa hubungannya" Yuki tampak mengerutkan keningnya
" Nanda itu ya dia" Adzriel menjawab enteng
Yuki tampak mengangguk - anggukan kepalanya tapi sepersekian detik kemudian dia membulatkan matanya " what?" pekiknya
" Oh God! Bagaimana bisa ? Bukankah pria masa lalu Fika bernama Adi? Lalu bagaimana bisa itu tuan Nanda?"
" Kamu tahu nama panjang Nanda?" Yuki mengangguk
__ADS_1
" Ish siapa juga yang tidak tahu, kalau tidak salah Nanda Aditama Balendra. Iya kan?" Adzriel tersenyum dan mengangguk
" Oh God, Adi? Aditama? Wah wah luar biasa. Tuhan memang mempunyai skenarionya sendiri yang tidak terduga dan luar biasa" Yuki menampilkan wajah takjubnya
" Yap , lo benar"
" Emm" Yuki mengangguk dengan senyum yang terus mengembang, dia sanagat bahagia sahabatnya Fika sudah menemukan kebahagiaannya. Apalagi Yuki dan Adzriel tahu bagaimana hidup yang harus dijalani Fika selama 5 tahun terakhir ini
" Thanks, apa lo mau mampir dulu" ucap Yuki saat mobil Adzriel sudah terparkir di depan rumahnya
" Tidak , sampaikan saja salamku pada keluargamu" Yuki pun mengangguk dan hendak turun. Namun tangan Adzriel memegang tangan Yuki untuk menghentikannya
Yuki menoleh, keningnya berkerut melihat sahabatnya itu " ada apa?"
" Selamat malam" Yuki pun keluar dari mobil Adzriel dan melambaikan tangannya sesaat sebelum Adzriel melajukan mobilnya
" Syukurlah sepertinya Adzriel sudah bisa menerima semuanya" gumam Yuki seraya melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya. Dia tersenyum miris mengingat kehidupan cintanya
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
__ADS_1
Sementara ditmtempat lain tepatnya dalam apartemen mewah milik Nanda terlihat Fika yang tengah duduk diatas sofa ruang tengah. Ya Nanda menepati ucapannya untuk menginap di apartemen malam ini
" Sayang , apa kamu tidak mau mandi? Nanda menghampiri Fika dengan setelan rumahannya setelah dia menyelesaikan ritual mandinya
" Bagaimana bisa aku mandi ka, tidak ada baju ganti untuku disini" Fika berbicara dengan nada manjanya
" Oh ya? Apa kamu yakin sayang? Lihatlah didalam kamar kita!" Nanda menarik tangan Fika yang tengah duduk dan menyeretnya kedalam kamar utama apartemen itu
Nanda membuka lemari disana dan betapa terkejutnya Fika melihat deretan pakaian wanita seukurannya yang tampak masih baru
" Kapan kakak menyiapkan semua ini ha?" Fika bertanya dengan tatapan tak percaya
" Dua hari setelah kita menikah, aku tidak mungkin menyiapkan bajumu hanya di mansion kan? Kita sesekali juga pasti akan menginap disini, iya kan?" Fika mengangguk faham
" Oh ya, kamu juga pasti akan kaget. Aku juga menyimpan beberapa bajumu dikantor juga" Nanda berucap dengan santainya
" What? Tapi untuk apa ka?" Fika mendengus kesal
" Tentu saja untuk baju gantimu" Nanda memandang Fika dengan tatapan menggodanya " siapa tahu kita akan melakukan hal itu disana" Nanda mengerlingkan matanya dan berlalu begitu saja dengan senyuman yang mengembang dibibirnya
__ADS_1
" Dasar ka Adi mesum" Fika berteriak membuat Nanda terkekeh
" Ish, apa dia bilang? dia ingin melakukan itu dikantor" Fika menutup wajahnya sendiri yang kini sudah berubah menjadi merah seperti tomat