
Satu jam berlalu , Nanda yang telah menyelesaikan pekerjaannya langsung melangkahkan kakinya ketempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah
Nanda membaringkan tubuhnya disamping Fika yang tertidur lelap menghadap ke arahnya. diusapnya sudut bibir Fika yang sedikit lebam dan terluka karena terkena pukulan Danu malam itu
" Maafkan aku, aku tidak bisa melindungimu dengan baik" Nanda menarik tubuh Fika untuk masuk kedalam dekapannya " aku berjanji , tak akan membiarkan kamu terluka lagi" tangan Nanda mengusap lembut rambut Fika " aku masih tak menyangka bisa menjadikan mu istriku, bahkan saat aku berfikir tak akan bisa menemukanmu " Nanda semakin mengeratkan pelukannya sampai ia pun ikut terlelap sambil memeluk Fika yang kini sudah sah menjadi istrinya
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Fika yang sudah terbangun merasakan ada yang berat pada sekitar perutnya, perlahan dia membuka matanya dan yang pertama dia lihat adalah wajah tampan Nanda yang kini sudah sah menjadi suaminya. Awalnya dia kaget , namun setelah mengingatnya dia menyadari kalau kini dia bukan gadis lajang lagi yang harus mulai terbiasa mempunyai teman seranjang. Dipandangnya wajah Nanda yang sangat dekat bahkan deru nafasnya pun dapat dia rasakan menyapu kulit wajahnya
Perlahan tangan Fika terulur menyentuh luka yang sudah mulai mengering pada dahi Nanda " maafkan aku, gara - gara menolongku tuan terluka seperti ini" gumam Fika pelan karena takut mengganggu tidur Nanda
Karena merasa ada yang menyentuh wajahnya Nanda pun membuka matanya " apa maaf saja sudah cukup ha?" Fika kaget mendengar suara Nanda dan berusaha untuk menjauhkan tubuhnya dari Nanda, namun bukannya dilepaskan Nanda justru mempererat pelukannya membuat detak jantung Fika berdebar dengan sangat kencang seolah akan melompat dari tempatnya
" Le lepaskan saya tuan" Fika berusaha mendorong dada bidang Nanda namun tenaganya masih belum bisa menandingi Nanda
" Katakan ! Seharusnya kamu memberiku sesuatu, iya kan?"
" Tuan sudah punya segalanya, jadi apa yang tuan inginkan dari saya yang tidak punya apa - apa ini?" Fika mengedip - ngedipkan matanya lucu
" Oh Tuhan , kenapa dia begitu menggemaskan, rasanya aku ingin menerkamnya sekarang juga" batin Nanda
" Kamu bisa memberiku sesuatu mungkin" Nanda tersenyum menyeringai membuat Fika semakin gugup dibuatnya
" A apa?"
__ADS_1
" Kamu bisa memberi saya..."
Tok
Tok
Tok
Belum juga Nanda melanjutkan perkataannya terdengar suara ketukan dipintu kamarnya membuat Nanda menjadi kesal
" Siapa? Biar aku buka pintunya " Fika beranjak dari atas tempat tidurnya dan langsung melangkahkan kakinya untuk membuka pintu. sedangkan Nanda mengacak rambutnya frustasi dan langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya
Fika membuka pintu ternyata itu salah satu pelayan di mansion itu yang memanggil mereka untuk makan malam. Ternyata tidak terasa Fika dan Nanda tertidur lumayan lama
Fika pun melangkahkan kakinya mengambil baju dari dalam tas yang ia bawa dan hendak membersihkan dirinya. Tak menunggu lama Nanda pun keluar dari kamar mandi dan Fika pun segera bergegas masuk kedalam kamar mandi.
" Selamat malam mom dad" sapa keduanya sembari mendudukan diri mereka dimeja makan.
" Maaf sudah membuat menunggu" Fika yang merasa tidak enak pada mertuanya pun berbicara
" Tidak apa - apa sayang, kami mengerti kok" Anika tersenyum manis
" Ayo kita makan " ucap Davian dan diangguki semuanya
Mereka pun memulai makan malam mereka . Fika yang memang suka makan dan melihat makanan yang banyak dan enak sangat lahap memakan makanannya membuat Anika yang melihatnya tersenyum senang
__ADS_1
" Pelan - pelan sayang" Anika hawatir Fika tersedak dengan cara makan Fika yang seperti itu
Fika hanya nyengir kuda " makanannya enak mom, terima kasih"
" Syukurlah kalau kamu suka, teeuskan makannya!"
Fika mengangguk dan meneruskan makannya. Mereka sama sama memakan makanan mereka sampai habis
Setelah selesai makan malam kini mereka tengah berkumpul diruang keluarga untuk sekedar bercengkrama dan menghabiskan waktu bersama. Itu memang hal rutin yang selalu mereka lakukan bila mereka bersama mengingat Nanda yang jarang sekali pulang ke mansion
" Nanda , Fika, mommy dan daddy berencana untuk mengadakan resepsi pernikahan kalian , bagaimana?" Anika membuka pembicaraan
" Resepsi? Apa itu perlu?" Fika bertanya karena mengingat pernikahan mereka hanyalah kesalahan
" Tentu saja perlu sayang, mommy dan daddy tidak bisa melihat kalian saat akad. Setidaknya biarkan mommy dan daddy melihat kalian dipelaminan"
" Mommy kamu benar, lagi pula agar semua orang tahu bahwa anak kami sudah berkeluarga" Davian ikut meyakinkan Fika
Fika menolehkan wajahnya melihat Nanda. Dia ingin tau bagaimana pendapat Nanda bagaimanapun Fika tahu Nanda terpaksa menikahinya jadi dia tidak ingin Nanda merasa terbebani dengan diadakan resepsi pernikahan ini
" Baiklah, kalau Nanda terserah mommy dan daddy saja bagaimana baiknya" Fika bernafas lega mendengar penuturan Nanda. Setidaknya dia tau bahwa Nanda memang menganggap serius pernikahan ini
" Kalau begitu Fika pun setuju saja"
" Baiklah kalau kalian sudah setuju, bagaimana kalau bulan depan kita adakan resepsinya" Anika terlihat sangat bersemangat
__ADS_1
Jangan lupa Like , Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏