
Malam ini keluarga Balendra seperti biasanya tengah menyantap makan malam mereka dengan tenang. Namun ada yang janggal kali ini, seorang Fika yang biasanya selalu melahap habis makanannya dengan rakusnya kini tidak ada lagi. Fika tampak hanya mengaduk - ngaduk makanannya tanpa ada niat untuk memakannya
Anika yang melihat ada yang aneh dengan menantunya itu pun angkat bicara " sayang, kenapa makanannya tidak dimakan hem? Apa tidak enak?"
"Ti tidak mom, makanan nya seperti biasa sangat enak" Fika tersenyum canggung
" Lalu kenapa tidak dimakan? Apa kamu sakit?" Wajah Anika tampak cemas begitupun Davian yang ikut menatap menantunya tak kalah cemas. Tapi tidak dengan Nanda karena dia tau apa penyebab istrinya itu menjadi seperti itu
" Atau..." Anika menggantungkan ucapannya membuat semua menatapnya " oh god apa kamu hamil sayang?" Anika bersorak kegirangan membuat Fika dan Nanda tersedak secara bersamaan
" Uhuk uhuk" keduanya mengambil minuman mereka masing - masing
" Apanya yang hamil, orang buatnya juga gak pernah" batin Fika
" Bagaimana bisa hamil orang ciuman aja baru sekali itu juga cuma numpang lewat saking singkatnya" batin Nanda
" Mom jangan bicara sembarangan kenapa!" Nanda mendengus kesal
__ADS_1
" Iya, mommy ini ada - ada aja, mereka baru nikah belum genap 2 minggu mom. Masa udah hamil aja" Davian ikut berbicara
" Iya mom, Fika gak mungkin hamil" Fika ikut berbicara
"Lah kalian ini kenapa sih, ya mungkin saja toh mereka sudah sah menjadi suami istri dan mereka sudah dewasa. Jadi semua bisa terjadi. Denger ya dad, waktu mommy hamil Nanda dulu juga, diusia kehamilan mommy yang kedua minggu juga udah kelihatan kan" Anika mendengus kesal
" Iya mom tapi mereka berbeda" Davian gemas sendiri pada wanita yang sangat dia cintai itu. Davian sangat faham karena pernikahan mereka yang merupakan kesalah pahaman jadi butuh waktu bagi mereka untuk saling menerima satu sama lain, bahkan Davian yakin saat melihat wajah anak dan menantunya itu pasti mereka belum pernah melakukan hubungan suami istri
" Maksud daddy?" Anika mengerutkan keningnya Davian hanya menghela nafasnya
Setelah selesai makan malam Fika dan Nanda naik dan masuk kekamar mereka.
" Apa kita sebaiknya tinggal di apartemen saja?" Nanda duduk bersandar di kepala ranjang. Fika yang hendak masuk ke walk in closed untuk mengganti bajunya dengan baju tidur pun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap suaminya " aku fikir akan lebih bebas disana, dan kamu akan lebih nyaman disana" Nanda berfikir mungkin Fika merasa tidak nyaman saat mommynya tau - tau membicarakan tentang kehamilan yang mustahil terjadi karena mereka sama sekali belum saling menyentuh dalam artian lebih
" Aku sangat nyaman disini tuan, disini ada mòmmy dan juga daddy. Aku jadi merasakan hangatnya keluarga dan kasih sayang orang tua yang sudah lama tidak aku rasakan" Fika tampak sendu dengan pandangan menerawang pada masa lalu saat dia masih bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya
"Apa kamu yakin?"
__ADS_1
" Ya tuan, aku sangat yakin" Fika mengembangkan senyumnya membuat Nanda ikut tersenyum
" Oh ya. Berhenti memanggilku tuan! Aku ini suamimu, apa ada seorang istri yang memanggil suaminya seperti itu?
" Tidak " Fika menggeleng cepat
" Kalau begitu jangan panggil aku seperti itu lagi, kamu mengerti?"
" Baik tu.." Fika menngaruk kepalanya yang tak gatal " lalu aku harus memanggilmu apa?"
" Apa saja. Asal jangan itu"
Fika tampak berfikir " baiklah, apa aku boleh memanggilmu kakak?" Putus Fika pada akhirnya
" Lumayan juga" Nanda mengangguk - anggukan kepalanya " sama seperti dulu" batin Nanda tersenyum senang
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1