
" Lo tau apa yang harus lo lakukan" Nanda memasukan berkas dan foto kembali kedalam amplop berwarna coklat itu dan meletakkannya diatas mejanya
" Apa lo yakin?" Jay bertanya kembali karena dia tau. Bila Nanda berkata seperti itu berarti Nanda ingin menghancurkan perusahaan itu. Namun Jay juga tau bagaimanapun perusaan itu adalah milik orang tua Fika dan masih atas nama Fika
" Apa lo meragukan keputusan gue?" Nanda menaikan sebelah alisnya " pastikan Wijaya Corp jatuh ketangan kita dan kembali pada pemilik aslinya!" Nanda tersenyum menyeringai
" Baiklah, lo tinggal tunggu beres!" Jay pun membalas senyuman Nanda
" Oke, kalau tidak ada urusan lagi, lo bisa pergi!"
" Ish.. kalau sudah tidak ada perlunya saja, gue di usir"
" Istri gue sebentar lagi datang jadi hus hus!" Nanda menggerakan tangannya mengusir Jay
" Oke oke" Jay pun membalikan badannya " tau gue pengantin baru, pengennya berduaan teruus" cibir Jay
" Makannya cepet nikah, jangan jomblo mulu" Nanda tidak mau kalah
" Yaelah, jomblo dibawa - bawa!" Jay mendengus kesal seraya melangkahkan kakinya
Belum juga Jay sampai didepan pintu, pintu sudah terbuka dari luar menampilkan sosok cantik Fika yang sedang membawa nampan dengan dua cangkir kopi diatasnya.
__ADS_1
Fika tersenyum manis seperti biasanya dan Jay pun membalas senyumannya " eh pak Jay ko udah mau pergi aja, baru aja aku bawain kopi"
" Aduh, kaka iparku ini baik banget sih, dengan senang hati aku akan meminum kopi special buatan kakak iparku tersayang" Jay melirik Nanda dan melemparkan senyum mengejeknya seraya mengikuti langkah Fika menuju meja sofa yang ada diruangan itu
" Apa tuan akan minum disini atau saya bawakan kopinya kesana?"
" Saya yang akan kesitu" setelah mengucapkan itu Nanda pun melangkahkan kakinya menuju sofa tempat Jay kini sedang duduk manis sambil menyeruput kopinya sedangkan Fika sudah kembali kemeja kerjanya setelah meletakan kopi yang ia bawa
" Hmmm... enak sekali kakak ipar" Jay menoleh ke arah Fika seraya mengacungkan cangkir kopinya
"Syukurlah kalau pak Jay menyukainya" Fika tersenyum manis
" Ish... kakak ipar jangan memanggilku pak, aku tidak setua itu" Jay mengerucutkan bibirnya membuat Fika terkekeh
" Panggil saja kakak Jay atau babang Jay gitu, kan lebih akrab "
" Baiklah babang Jay, kalau sudah minum kopinya segeralah kembali ke asalmu!" bukan Fika yang menjawab melainkan Nanda dengan wajah kesalnya Fika yang tadinya ingin berbicara pun mengurungkan niatnya
" Enak aja lo bilang kembali ke asalmu, lo kira gue jin apa?"
" Iya, lo jin botol, jadi sono masuk botol lagi!" Nanda memutar bola matanya malas
__ADS_1
" Iya iya bosnya jin!" Jay meletakan cangkir kopinya yang sudah kosong dan mulai bangkit dari duduknya " sampai jumpa kakak ipar, babang Jay balik dulu" Jay melirik Fika seraya melambaikan tangannya dan tak lupa melayangkan senyum manisnya
" Ya sampai jumpa juga babang Jay" Fika membalas lambaian tangan Jay seraya terkekeh, sedangkan Nanda mendengus kesal
" Jangan tersenyum pada laki - laki lain selain suami kamu, haram!" Nanda berucap dingin seraya melangkahkan kakinya menuju kursi kebesarannya dan kembali melanjutkan pekerjaannya sedangkan Fika melongo mendengarkan ucapan Nanda
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara ditempat kontrakan lama Fika terlihat 3 orang pria tengah celingak - celinguk melihat isi kontrakan. Mereka merasa bingung karena terlihat tanda ' dikontrakan' pada pintu berwarna coklat itu
" Maaf bu, mau tanya penghuni kontrakan ini pergi kemana ya?" tanya salah satu pria itu yang tak lain adalah Danu
" Maksudnya neng Fika? dia kan udah gak tinggal disini lagi, udah dibawa sama suaminya pindah"
" Suami?" Danu terlihat kaget mendengar berita itu
" Apa ibu tau dimana alamat suaminya?"
"Maaf pak saya kurang tau kalau soal itu, permisi!" ibu - ibu itu berlalu begitu saja meninggalkan Danu dengan sejuta kebingungannya
" Menikah? Aku harus menyelidikinya" gumam Danu pelan. Dan tak lama mereka pun pergi dari sana karena merasa percuma bila mereka tetap disana
__ADS_1
Jangan lupa Like , Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏