
Semua mata tampak tertuju pada Fika yang akan mengatakan keinginnan nya pada Nanda. Semua tampak memandang Fika dengan wajah penasaran nya .
" Aku ingin makan nasi liwet dengan jengkol dan ikan asin, jangan lupa juga sambal matah dan oseng kangkung nya" Fika tampak nyengir kuda setelah mengucapkan apa yang di inginkan nya.
Semua mata tampak membola setelah mendengarkan permintaan dari wanita hamil itu kecuali Bima dan Sita yang memang tahu kegemaran putri kesayangan nya.
" What, makanan jenis apa itu sayang? Apa tidak bisa kamu meminta burger atau pizza saja" Nanda menatap Fika dengan tatapan memohon.
" Tidak, aku tidak mau. Apa kakak tidak tahu kalau aku sudah lama tidak memakan makanan itu? Aku sudah sangat merindukan nya" mata Fika mulai berkaca - kaca.
" Baiklah sayang, mama akan membelikan bahan nya di pasar dan akan memasakan nya untuk mu" Sita yang melihat putri nya sudah berkaca - kaca itu menjadi tidak tega apalagi sekarang putri nya itu sedang mengandung buah hati nya. Sita tidak mau kalau cucu nya nanti ngeces karena keinginan nya tidak terpenuhi.
" Iya sayang, mommy dan bibi kamu juga akan membantu membuatkan nya" Anika pun ikut berbicara " Kamu ini, istri sedang mengidam sesuatu kamu malah menawar nya. Kamu kira lagi belanja di pasar apa pake tawar menawar" Anika mendengus kesal pada putra semata wayang nya.
" Terima kasih, tapi aku ingin yang belanja dan membuat nya adalah kak Adi" Fika menatap Nanda dengan tatapan penuh harap sedangkan Nanda tampak terkejut mendengarkan perkataan dari istri tercinta nya itu.
" What? Sayang aku tidak tahu masalah belanja apalagi jenis makanan yang kamu sebutkan tadi" Nanda tampak berbicara dengan lembut.
" Ish, kakak kan bisa mengajak Andra. Dia tahu kok apa yang aku sebutkan tadi" Fika masih menatap penuh harap.
" Tapi aku.." Nanda tidak meneruskan kata - kata nya karena di potong oleh daddy nya.
" Tidak ada tapi - tapian, Fika itu sedang ngidam dan kamu sebagai suami nya harus wajib memenuhi semua keinginan nya" Davian berbicara dengan nada tak ingin di bantah.
" Ya, daddy kamu benar. Lagi pula kami tidak ingin kalau cucu kami sampai ngeces atau kenapa - napa hanya karena keinginan nya tidak dipenuhi" Bima tampak menimpali.
" Ya, kami tidak akan memaafkan mu kalau terjadi apa - apa pada cucu kami" Bisma pun ikut menyudutkan Nanda membuat Nanda tidak bisa berkata apa - apa lagi.
" Kamu sudah dengar kan, jadi tunggu apa lagi? Cepat pergi!" Anika mendorong tubuh putra nya itu untuk keluar dari kamar mereka. Dan mau tidak mau Nanda pun melangkahkan kaki nya dengan malas menuju ke arah pintu keluar.
__ADS_1
" Hey anak kecil, temani aku ke super market!" ucap Nanda menatap Andra yang berdiri di dekat pintu
" Ish, semua yang aku inginkan itu tidak ada di super market ka" ucap Fika
" Lalu aku harus membeli nya di mana?" Nanda tampak mengerutkan kening nya.
" Tentu saja di pasar" Andra memutar bola mata nya malas.
" What, pasar?" Nanda tampak terkejut karena seumur hidup nya dia tidak pernah menginjakan kaki nya di tempat yang kata orang sangat becek dan kotor itu.
" Ya kak, pasar. Itu Andra pinter" Fika tersenyum sambil mengacungkan kedua jempol nya pada Andra yang dibalas Andra dengan cengiran nya.
" Sayang, tidak bisakah.." Nanda tidak bisa meneruskan kata - kata nya karena keburu di potong oleh Fika.
" Tidak, aku tidak ingin yang lain nya. Apa kakak tidak menyayangiku dan baby kita?" Mata Fika sudah tampak berkaca - kaca.
Satu jitakan tiba - tiba mendarat di kepala Nanda dari Anika yang berjalan cepat ke arah nya saat melihat sang menantu kesayangan tampak berkaca - kaca.
" Aw , sakit mom" pekik Nanda mengelus kepala nya
" Ish, anak ini. Apa kamu masih belum mengerti juga ha? Kalau istri mu mengidam kamu harus menuruti nya walaupun peemintaan nya aneh - aneh, apa kau mengerti ha?" Anika tampak berwajah kesal menatap tajam pada putra semata wayang nya itu.
" Iya - iya aku pergi sekarang!" Nanda pun dengan terburu - buru menarik tangan Andra untuk menemani nya pergi ke pasar untuk membeli apa yang diinginkan oleh istri nya itu.
Nanda berfikir lebih baik dia pergi ke tempat kotor dan becek seperti pasar dari pada harus menerima amukan dari kedua singa betina yang ada di rumah nya.
" Akhir nya dia pergi juga" Fika menghela nafas nya panjang.
" Sayang, apa kamu tidak kasihan pada suami mu yang harus pergi ke tempat yang belum pernah ia datangi sebelum nya hanya untuk memenuhi ngidam mu itu?" Sita mendekati putri nya dan berbicara dengan nada lembut.
__ADS_1
" Tidak apa - apa, itu sudah tugas nya sebagai suami" Anika ikut menimpali.
" Ya, dan tugas seorang istri adalah menyusahkan suami" Anggi ikut menimpali seraya terkekeh dengan ucapan nya sendiri sedangkan para bapak - bapak sudah keluar tadi bersamaan dengan Nanda dan Andra yang keluar untuk membeli pesanan Fika.
" Bibik benar, lagi pula aku ingin istirahat sebentar saja. Jadi aku meminta kak Adi untuk membeli beberapa pesanan yang agak susah untuk dia dapat" Fika ikut terkekeh sedangkan kini ketiga wanita paruh baya yang ada di hadapan nya menatap Fika dengan dahi yang mengkerut saat mendengarkan ucapan Fika barusan.
"Aku memang menginginkan makanan itu, tapi aku juga ingin menjauhkan kak Adi dari ku sebentar saja. Apa kalian tahu, kak Adi tidak membiarkan aku istirahat dengan tenang. Selalu saja ada yang dia lakukan untuk menggangguku" Fika yang tahu arti tatapan ketiga nya pun langsung berbicara.
" Kamu pintar sayang, Nanda memang sesekali perlu kita kerjai" Anika terkikik seraya mengajak Fika untuk melakukan high five bersama nya, dan Fika pun dengan senang hati menyambut nya.
Sita dan Anggi hanya menggeleng - gelengkan kepala nya melihat mertua dan menantu yang ada di hadapan nya itu seraya ikut terkekeh.
Bisa - bisa nya mereka mengerjai Nanda seperti itu, fikir mereka.
Setelah itu seperti yang sudah Fika ucapkan, Fika beristirahat di kamar nya sendiri sedangkan para orang tua menunggu kedatangan Nanda dan Andra yang pergi ke pasar untuk membeli pesanan Fika.
Para ibu juga sudah tampak bersiap - siap untuk mengarhkan dan mengawasi Nanda yang akan memasak untuk istri nya yang sedang dalam masa ngidam nya.
Semua nya tidak tahu akan jadi seperti apa masakan Nanda namun mereka juga tidak bisa berbuat apa - apa karena Fika keukeuh ingin Nanda yang memasak. Bahkan Fika meminta mereka membangunkan nya saat Nanda sampai dan mulai memasak karena Fika ingin melihat langsung bagaiamana Nanda memasak.
Dan di mulai hari itu, hari - hari yang dilewati oleh Nanda sudah di pastikan akan sangat berat apalagi dengan permintaan - permintaan bumil satu ini yang terkadang bersifat ajaib.
🌻Cukup sampai disini cerita Fika dan Nanda di season ini, kalian bisa baca juga kisah Yuki dan Adzriel dalam karya ke dua ku yaitu Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Diantara Kemelut Keluarga). Disana terselip juga kisah Nanda dan Fika, Alice dan Jay juga Nami dan pasangan nya yang akan di ceritakan di sana. Ceritanya tak kalah seru dan menarik dari cerita ini lho😘🌻
🐧**Tolong ramaikan karya baru autor ya! Soal nya masih sepi kayak di kuburan pada malam hari. Udah up 50 bab lebih ko, jadi kalian bisa maraton baca nya 😁😁
Dan nanti di tanggal 10 januari autor juga akan rilis karya baru lagi yang berjudul ' Touch Me Please My Uncle dengan genre nya yang agak - agak bikin hareudang gimana gitu wkwkwk. Jangan lupa pantengin terus karya - karya autor yang masih recehan dan banyak belajar ini. Terima kasih Love you 😘😘😘**
__ADS_1