
" Ki ada yang ingin gue omongin sama kalian, tapi karena Adzriel gak ada, jadi gue ngomong ke elo aja dulu" Fika dengan ragu - ragu berbicara pada Yuki
Kini mereka sedang duduk di bangku sebuah roda bubur ayam yang berada disekitar taman. Ya mereka biasa makan disana bila habis melakukan olah raga bersama
Nanda duduk tepat dibelakang Fika tanpa sepengetahuan Fika. Begitulah Fika bila sudah sibuk dengan dunianya membuat dia tidak memperhatikan sekitarnya. Dia tidak menyadari bahwa pria itu sedari tadi mengikutinya dengan jarak yang agak jauh
Nanda bernafas lega saat melihat hanya ada Yuki disana. Tapi dia harus tetap waspada bukan, jadi dia tetap membuntuti Fika
" Kayaknya serius, lo mau bilang apa sih? Jangan bikin deg degan deh!" Yuki terlihat heboh
" Iya ini serius dua rius malahan!"
" Ya udah cepetan cerita" rengek Yuki
Namun belum juga Fika memulai cerita. pesanan bubur mereka keburu datang dan mereka pun memutuskan untuk makan terlebuh dahulu karena mereka pun sangat lapar.
Begitupun Nanda dia juga menyantap bubur ayam miliknya dalam diam seraya memasang kupingnya lebar - lebar mendengar percakapan Fika dan sahabatnya
" Lanjutin!" Yuki sudah menghabiskan makanannya
" Cepet amat Ki, tunggu gue belum abis" Fika kembali menyuapkan bubur kedalam mulutnya yang tinggal sedikit lagi itu. Yuki menunggu Fika dengan sejuta penasarannya
" Udah? Buruan cerita"
__ADS_1
" Ntar belum juga minum" Fika yang baru menghabiskan bubur ayam yang ada dalam mangkuknya mengambil gelas yang ada dihadapannya dan menenggaknya
" Ish , bikin penasaran tau gak" Yuki mengerucutkan bibirnya membuat Fika terkekeh
" Dengerin gue baik - baik! Lo jangan teriak saat lo denger cerita gue! janji!" Yuki menganggukan kepalanya
" Sebelumnya gue minta maaf baru bilang ini sama lo" Fika menjeda ucapannya " gue udah nikah beberapa hari yang lalu ki" Fika menatap wajah sahabatnya ingin melihat reaksinya
" Ha ha lo bercanda kan Fik" Yuki tertawa seraya melihat Fika. Fika menggelengkan kepalanya membuat Yuki menghentikan tawanya " lo serius?" Kali ini Yuki membulatkan matanya
" Kapan , bagaimana dan sama siapa? Gue kenal gak?" Yuki nyerocos dengan pertanyaannya pada Fika
Fika pun menceritakan dari awal dia bertemu dengan Nanda sampai akhirnya berakhir digrebeg masa dan dipaksa untuk dinikahkan
sedangkan Fika hanya tersenyum getir " ya begitulah hidup, gak ada yang tau kita akan menikah dengan siapa dan dengan cara apa, ya mungkin ini takdir gue yang ketemu dengan jodoh gue dengan cara kayak gini"
" Lo bener" Yuki pun menganggukan kepalanya " trus cowok yang kurang beruntung itu gue pernah lihat dia gak?" Yuki tersenyum mengejek
" Ish, asal lo tau dia itu cowok paling beruntung karena bisa menikahi gue" Fika mendengus kesal
" Kamu ingat? Pria kasar menyebalkan yang sengaja gue siram pake minuman saat gue pura - pura nabrak dia pas dipesta om Herman?" Lanjut Fika
Nanda yang sedang meminum minumannya dibelakang Fika tersedak saat dia mendengarnya
__ADS_1
" Uhuk uhuk"
Fika yang sangat hafal dengan suara dibelakangnya pun menoleh. Fika membulatkan matanya saat fikirannya ternyata benar " tu tuan"
Nanda membalikan badannya untuk melihat langsung istrinya itu sedangkan Yuki tampak mengerutkan keningnya melihat pria yang ada dihadapannya
" Fik, ko baju cowok ini bisa samaan sama baju lo sih. Kalau orang - orang lihat, lo sama dia kaya couple gitu. So sweet!" Yuki berceloteh tak jelas tapi Fika tentu saja sibuk dengan fikirannya sendiri
" Kamu benar nona, apa sangat terlihat kalau kami pasangan yang so sweet" Nanda melirik Fika yang masih terbengong seraya tersenyum penuh arti
" Iya tuan, tapi sayangnya sahabat saya yang satu ini sudah menikah" seloroh Yuki seraya tertawa
" Oh ya? Aku ingin tau pria seperti apa yang bisa menikah dengan gadis semanis ini?"
" Oh tuan pasti tidak akan menyangkanya" Yuki terkekeh " dia pria yang sangat mmmmpth" Fika langsung membekap mulut Yuki yang sepertinya akan membangunkan macan tidur itu
" Ehkem, Yuki perkenalkan ini suami gue, tuan Nanda Aditama Balendra" Fika tersenyum paksa , tangannya masih setia membekap mulut Yuki
Yuki yang mendengarnya pun membulatkan matanya mencari kebenaran lewat wajah Fika. Fika yang mengerti langsung menganggukan kepalanya seraya tertawa paksa sambil menurunkan tangannya dari mulut Yuki
" Aih, mati aku ! He he" Yuki bergumam seraya tersenyum canggung pada Nanda seraya menganggukan kepalanya " salam kenal tuan , saya Yuki"
" Senang bertemu dengan mu nona, sepertinya kamu sangat dekat dengan istri saya" Nanda tersenyum manis yang bisa membuat para gadis mabuk kepayang tapi tidak bagi Yuki dan Fika senyum itu seolah berkata " tunggu pembalasanku" seperti itulah yang mereka lihat
__ADS_1
Jangan lupa Like , Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏