
Keesokan harinya seperti yang sudah direncanakan Nanda , Fika, Yuki dan Adzriel akan pergi ke Bandung untuk mengantarkan Anggi dan Salsa sekaligus untuk berziarah ke makam ayah dan ibu Fika
Mereka pergi pagi - pagi sekali , sekitar pukul 6 pagi mereka sudah berangkat. Mereka pergi dengan menggunakan 2 mobil. Mobil yang satu dibawa oleh Nanda sendiri dengan membawa Fika , Anggi dan Salsa didalamnya sedangkan mobil yang satunya lagi dibawa oleh Adzriel yang membawa Yuki bersamanya.
Nanda tidak membawa Jay karena Jay harus menhandle urusan perusahaan selama Nanda tidak ada disana karena mereka berniat untuk bermalam juga disana .
" Apa bibi yakin akan membawa Andra ke Surabaya?" Ya Fika sudah mengatakan pada Anggi agar Anggi tetap menempati rumahnya yang ada di Bandung karena memang tidak akan ada yang menempati bila bibinya pergi ke Surabaya , lagi pula bibinya juga bisa mulai bekerja di Wijaya Corp sebagai karyawan biasa untuk menghidupi dirinya dan juga Andra
" Bibi yakin, terlalu banyak kenangan dirumah itu. Lagi pula bibi tidak yakin akan bisa tinggal dengan dibayang - bayangi rasa bersalah terus menerus saat melihat setiap sudut rumah itu" Anggi terlihat sendu " lagi pula bibi disana juga untuk menenangkan diri bibi dulu, disana ada ibunya salsa kakak kandung bibi sendiri. Bukankah disaat seperti ini bibi lebih baik dekat dengan keluarga bibi sendiri" Anggi tersenyum tulus pada Fik. Sepertinya Anggi memang sudah benar - benar berubah selarang.
Tidak ada lagi Anggi yang sombong dan seenaknya sendiri yang ada hanya Anggi yang baik hati sekarang ini
" Biarlah tanteku ikut bersamaku, aku dan mamah ku akan menjaganya untukmu dan paman Bisma. Kalau ada apa - apa aku akan menghubungimu nanti" Salsa menatap Fika dengan senyum tulus tercetak dibibirnya
" Emm... tolong ya!" Fika menanganggukan kepalanya. Ya Fika juga berfikir mungkin saat ini bibinya Anggi akan lebih tenang bila bersama dengan keluarganya. Bukankah disaat terberat kita dalam menghadapi hidup akan lebih baik bila ada yang mendampingi kita terutama keluarga. Seandainya 5 tahun yang lalu ada keluarga Fika yang bisa ia temui untuk berbagi kesedihan mungkin akan lebih baik. Namun sayang satu -satunya keluarga yang ia punya adalah orang yang tidak menginginkan kehadirannya bahkan dialah yang sudah merenggut semua kebahagiaan Fika dulu
__ADS_1
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara dimobil lainya tepatnya mobil yang dinaiki Adzriel dan Yuki
" Gue gak sabar deh pengen sampai dirumah Yuki dan bibinya tuan Nanda, gue bisa bayangin bagaimana Fika sama tuan Nanda yang setiap hari bersama karena rumah mereka bersebelahan. Sweet banget gak sih menurut lo"
Yuki mengoceh sepanjang perjalanan sedangkan Adzriel hanya menjadi pendengar yang baik untuk Yuki dengan sesekali menyahuti perkataan Yuki
" Ah... Nanti gue pengen tanya sama bibi dan paman tuan Nanda, siapa tahu mereka masih punya stok keponakan yang tampan" Yuki menyatukan kedua tangannya dan meletakkannya didepan dadanya
" Ish. tentu saja untuk aku ajak kenalan. Siapa tahu aku dan dia bisa berjodoh seperti Fika dan tuan Nanda apalagi kalau ternyata laki - laki itu setampan tuan Nanda. Aih... senangnya!" Yuki berbicara dengan senyum yang mengembang dibibirnya sedangkan Adzriel kini mengeratkan pegangannya pada kemudi dan tampak rahangnya semakin mengeras bahkan wajahnya kini sudah memerah menahan rasa kesalnya
" Apa dia bilang, ingin berjodoh dengan saudara Nanda. Itu tidak akan aku biarkan " batin Adzriel dengan kekesalannya
" Itu tidak mungkin, kamu jangan bermimpi disiang bolong" tangan Adzriel yang satunya terulur untuk menjitak kening Yuki
__ADS_1
Pletak
" Aw! Sakiiit" Yuki mengaduh kesakitan
" Itu hukuman untukmu"
" Hukuman?" Yuki mengerutkan keningnya " memang gue salah apa sama lo sampai lo harus hukum gue?" Yuki mengerucutkan bibirnya seraya mengusap - ngusap keningnya yang masih terasa panas
" Pokoknya kalau gue bilang lo salah ya salah" Adzriel berkata cuek
" Ish, nyebelin" Yuki memalingkan wajahnya kearah kaca jendela mobil " Adzriel kenapa sih? semakin hari sikapnya sama gue semakin aneh aja" batin
Karena perjalanan yang mereka tempuh cukup jauh membuat Yuki tertidur lelap karena kelelahan apalagi rasa lelah akibat dari kejadian yang mereka lalui kemarin masih sangat terasa padanya. Kejadian yang sudah menguras tenaga bahkan emosinya
" Kamu sudah terjebak cintaku Yuki, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja" gumam pelan Adzriel seraya tangannya terulur mengusap pipi mulus Yuki . Matanya melirik sekilas kemudian kembali fokus pada jalan yang ada didepannya
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏