Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 64


__ADS_3

Danu terlihat panik melihat kearah dua orang yang ada dibelakangnya " ****.. Fika ,kenapa dia keluar" gumam Danu dengan wajah paniknya


" Ternyata masih ada satu lagi" suara teriakan terdengar dari arah belakang Danu


" Tangkap dia!" Ucap yang satunya lagi sedangkan Danu masih terpaku pada tempatnya


"Fika " tiba - tiba Danu berteriak membuat Fika kembali tersadar dari rasa syoknya dan melihat dua orang asing tanpak berjalan cepat mendekatinya . Fika pun berbalik dan berniat untuk lari, namun sayang karena kepanikannya malah membuat dia terjatuh mrmbentur besi jembatan dan


"Aaaahk" Fika berteriak kencang


Brak


Byur


Tubuh Fika masuk kedalam aliran sungai yang sangat deras dan tak lama terdengar suara dua tembakan lagi terdengar diatas sana.


Dorr


Dorr


"Fika " Terdengar juga suara teriakan dari Danu saat itu

__ADS_1


Fika langsung tak sadarkan diri saat tubuhnya menghantam keras permukaan air sungai yang sangat deras itu. Tubuh Fika terombang - ambing terbawa arus sungai yang deras itu entah berapa lama karena dia pun tak mengetahuinya


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Malam haripun tiba Fika membuka matanya dan tersadar, didepannya tampak pasangan paruh baya yang tersenyum ke arahnya


" Syukurlah neng sudah sadar"


" Ya , syukurlah. Untung neng masih hidup!" mereka tersenyum lega


" Siapa kalian? Apa kalian yang sudah menolongku?" Fika mendudukan dirinya dengan susah payah karena dia masih lemas


" Neng tiduran saja, Neng masih sangat lemah!" tangannya terulur membantu Fika kembali berbaring, Fika hanya menurut saja " Nama ibu Rusmi dan ini suami ibu pak Dadang" mereka tersenyum ramah pada Fika


" Oh Neng Fika, sekarang Neng Fika minum dulu!" bu Rusmi menyodorkan segelas air putih, Fika pun mengambilnya dan meminumnya sedikit "


"Terima kasih bu" Fika mengembalikan gelasnya


" Sekarang Neng makan ya, setelah itu beristirahatlah" bu Rusmi menyuapi Fika dengan makanan yang dia bawa walaupun Fika merasa tidak berselera makan karena peristiwa mengerikan yang baru saja menimpanya, tapi Fika juga sadar bahwa dia harus mengisi perutnya dengan sesuatu walaupun hanya sedikit


Bu Rusmi dengan telaten menyuapi Fika makan walaupun tidak sampai habis karena Fika sudah merasa kenyang. Setelah makan Fika pun langsung istirahat karena memang keadaan tubuhnya yang masih lemah

__ADS_1


Keesokan harinya Fika yang sudah terbangun dan mulai sehat memutuskan untuk keluar dari kamar. Dihalaman rumah Bu Rusmi dan Pak Dadang ternyata sudah ada beberapa orang yang tengah berlatih beladiri lebih tepatnya beladiri silat. Ya Pak Dadang dan Bu Rusmi sepasang suami istri yang tidak mempunyai seoarang anak pun, mereka menyibukan diri mereka untuk melatih anak - anak dan remaja dikampung itu bela diri silat. Setidaknya mereka tidak akan merasa kesepian tanpa adanya anak dengan kehadiran mereka disini


" Eh Neng Fika udah bangun, jangan maksain diri Neng! Kalau belum benar - benar kuat, Neng tiduran lagi aja" Bu Rusmi masuk kerumah untuk mengambil minum dan melihat Fika yang tengah memperhatikan mereka yang sedang berlatih


" Tidak ko Bu, Fika udah merasa mendingan. Lagi pula Fika bosan dikamar terus" Fika tersenyum " oh ya bu, apa ibu punya ponsel? Fika mau mencari tau kabar keluarga Fika"


" Ada Neng, tunggu sebentar" Bu Rusmi berlalu pergi kedalam kamarnya untuk mengambil ponselnya yang selalu ia letakan disana


" Ini Neng" bu Rusmi menyerahkan ponsel yang tadi dia ambil


" Terima kasih bu" Fika pun mengambil ponsel bu Rusmi dan membukanya


Hal pertama yang dia lakukan adalah membuka sosial media miliknya untuk mengetahui kabar keluarganya. Namun apa yang ditemukan oleh Fika, disana ada kabar tentang kecelakaan yang menimpa keluarganya. Disan diberitakan kalau orang tua Fika ditemukan didalam mobil yang jatuh kedalam jurang dengan keadaan terbakar, dan kedua mayat itu sudah tidak bisa dikenali lagi karena hangus terbakar dan Fika sendiri dikabarkan menghilang tanpa jejak


" Apa - apaan ini?" Fika menutup mulutnya sendiri , tak terasa air matanya pun mengalir deras dipipinya. Perlahan Fika melorot terduduk dilantai sambil sesegukan memandangi foto kedua orang tuanya yang ada pada ponsel yang ada ditangannya


" Ada apa Neng? Neng kenapa?" Bu Rusmi yang melihat keadaan Fika seketika panik dan lansung mendekap tubuh rapuh Fika


" Mereka tidak meninggal karena kecelakaan bu, mereka ditembak oleh seseorang" tubuh Fika bergetar hebat saat mengatakannya dengan nafas yang terlihat memburu dengan pandangan yang terlihat kosong


" A aku melihatnya sendiri, mereka terbaring dengan luka tembak diperut mereka dan apa ibu tau siapa yang menembak mereka" Fika semakin histeris seraya merenggangkan dekapan bu Rusmi untuk melihat wajahnya " orang yang selama ini aku anggap sebagai ayahku sendiri, orang yang selalu menyayangiku selain ayahku" Fika memukul mukul dadanya karena sesak yang ia rasakan

__ADS_1


Tubuh Fika terus bergetar dan bibirnya tak hentinya mengeluarkan tangisan yang begitu pilu dan matanya tak henti mengeluarkan cairan bening yang dengam derasnya meluncur tanpa diminta. Bu Rusmi masih setia mendekap tubuh rapuh itu dengan mengusap - ngusap punggung Fika dan sesekali mengatakan kata - kata untuk menyemangati Fika dengan air mata yang ikut mengalir deras. Pak Dadang dan beberapa murid silat disana pun hanya tertegun melihat dan mendengar peristiwa tragis yang telah dialami Fika. Ya pak Dadang dan yang lainnya datang setelah mendengar suara histeris Fika.


__ADS_2