Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 53


__ADS_3

Sore harinya di mansion, Fika tampak membantu ibu mertuanya Anika yang sedang menyiapkan makan malam bersama dengan beberapa art disana


" Masak apa mom? Fika bantu yah?"


" Ya, boleh. Kamu kalau mommy larang juga pasti keukeuh kan" Anika terkekeh dan Fika hanya nyengir kuda


Fika selalu menyempatkan diri untuk membantu mommynya untuk menyiapkan makan malam karena merasa tidak enak bila hanya diam saja apalagi Fika jarang membantu menyiapkan sarapan apalagi makan siang karena kalau pagi, Fika terkadang bangun kesiangan sedangkan makan siang itu tidak mungkin karena Fika bekerja hanya saat hari libur saja Fika membantu


" Oh ya sayang, besok kamu Fiting gaun pengantin sama Nanda ya! Nanda tau ko butiknya dimana"


" Ya mom, terimakasih karena sudah mengurus semuanya untuk kami. Maaf juga Fika gak bisa bantu!" Fika merasa tidak enak


" Kamu tenang saja sayang, mommy senang melakukannya. Oh ya, kartu undangannya juga sudah jadi dan besok pagi akan diantarkan kerumah ini"


" Benarkah mom, aku minta dua ya! Buat kedua sahabatku"


" Tentu sayang, tapi ko cuma 2? Memang gak ada yang lain yang mau kamu undang?


" Nggak ko mom, dua udah cukup. Satu kartu mewakili satu keluarga iya kan?" Fika tersenyum manis


" Iya, terserah kamu aja sayang. Cuma satu pesan mama, cepet buatin cucu buat mommy sama daddy oke" Anika mengerlingkan sebelah matanya pada Fika membuat wajah Fika merona


" Nanti ya mom, habis aku puas ngerjain ka Adi" batin Fika seraya tersenyum senang


Anika dan Fika terus melanjutkan aktifitas memasak mereka dibantu beberapa art disana sampai mereka menyelesikan nya


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓

__ADS_1


Sementara ditempat lain tepatnya di kota Bandung terlihat Bisma yang sedang meremas sebuah kertas ditangannya dengan rahang yang mengeras dan tatapan tajam yang ia layangkan pada orang dihadapannya


" Bagaimana ini bisa terjadi ha?" Bisma berteriak karena murka


" Maaf tuan , saya sudah berusaha untuk mencegahnya. Tapi Balendra Corp bukan tandingan kita" ucap pria dihadapannya yang tak lain adalah Danu


" Kurang ajar" Bisma menggebrak meja yang ada dihadapannya" kenapa tiba - tiba Nanda ingin mengambil alih Wijaya Corp? Sepertinya aku sendiri yang harus turun tangan untuk urusan ini"


" Apa sebaiknya saya saja tuan yang kesana"


" Tidak , kali ini biar aku saja. Aku punya rencana yang hebat kali ini" Bisma menyeringai


" Rencana? kalau saya tahu rencana apa tuan" Danu menatap dengan tatapan menyelidik


" Kamu tidak perlu tau! Kamu boleh keluar sekarang!"


Sesaat setelah Danu keluar, Anggi istri dari Bisma masuk kedalam ruang kerja suaminya itu " ada apa mas? Apa ada masalah?"


Bisma menganggukan kepalanya " ya, masalah yang sangat besar"


" Apa masalahnya sangat serius ? Mas sepertinya sangat pusing karenanya?" Anggi mendekati tubuh suaminya yang tengah duduk bersandar di meja kerjanya


Perlahan tangannya dengan lihai memijat pundak suaminya itu . " Apa ini masalah perusahaan?" Bisma pun mengangguk


" Semoga tidak terlalu serius ya mas" Anggi menjeda ucapannya " besok aku ada arisan sama teman - teman sosialita aku, aku ingin beli baju baru dan perhiasan baru ya mas?"


Bisma yang mendengarnya merasa amarahnya kembali seketika setelah sebelumnya mereda karena pijatan yang dilakukan oleh istri tercintanya itu

__ADS_1


Prang


Bisma meraih gelas minuman yang ada diatas mejanya dan melemparnya kelantai membuat Anggi kaget dan menghentikan pijatannya


" Apa tidak ada yang kau Fikirkan lagi selain shoping dan uang ha? Kau tidak lihat suamimu sedang pusing" Bisma bangkit dari duduknya dan menatap tajam Anggi


Anggi mundur beberapa langkah dengan tubuh yang gemetaran " a aku tau mas, tapi aku juga butuh uang aku tidak mau kalah dari teman - temanku mas" Anggi berteriak pada Bisma sambil mengepalkan kedua tangannya. Begitulah Anggi dia selalu punya keberanian untuk melawan Bisma


" Aku tahu, tapi kamu harusnya lebih mengerti keadaanku! Kamu tahu? Wijaya Corp kini telah jatuh ditangan Balendra Corp dan kamu tau hanya tinggal saham 10 persen saja yang masih ditangan kita itu juga atas nama Fika" Bisma berteriak frustasi sambil mengacak - acak rambutnya


" Balendra Corp?" Anggi tampak berfikir " bukannya pemilik perusahaan itu pemuda yang tergila - gila pada gadis sialan itu?" Anggi tersenyum penuh arti


" Ya" Bisma menaikan sebelah alisnya " kenapa kau tersenyum seperti itu ha?"


" Dasar bodoh"


" Apa kau bilang?" Bisma mengeraskan rahangnya seraya tangannya mencengkram dagu istrinya itu


" Kau memang bodoh, kenapa kau tidak memanfaatkannya saja hem"


" Maksudmu?" Bisma mengerutkan keningnya. Cengkraman tangan pada dagu istrinya pun ia lepaskan


" Kemarilah" Anggi pun membisikan sesuatu pada Bisma. Wajah Bisma yang tadinya terlihat marah perlahan berubah menjadi senyuman


" Aku juga memikirkan hal yang sama, minggu depan aku akan ke Jakarta untuk menemui Nanda" Ucap Bisma dengan seringai diwajahnya dan juga di wajah istrinya


Jangan Lupa Like , vote dan coment. Terima kasih🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2