Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 22


__ADS_3

" Kenapa tuan ingin tau tentang kebidupan saya? Jangan - jangan tuan suka ya sama saya?" Fika mengedip - ngedipkan matanya lucu kearah Nanda membuat Nanda salah tingkah dan detak jantungnya berdebar dengan kencang


" Jangan merayuku dengan wajah yang seperti itu" Nanda mencoba menetralisirkan kegugupannya


" Ish... siapa juga yang merayu tuan" Fika mendengus kesal


" Kenapa? Semua wanita menyukaiku, aku tampan dan juga sukses. Kurang apa lagi coba?" Nanda berbicara ponggah


" Ya saya akui tuan tampan dan sukses, tapi saya tidak suka pria kasar dan menyebalkan seperti tuan"


" Apa kamu bilang?" Nanda menatap tajam Fika


" Tuan kasar dan menyebalkan, apa ada yang salah?" Fika tak mau kalah dan membalas tatapan tajam Nanda


Beberapa detik mereka saling melayangkan tatapan tajam mereka sampai akhirnya mereka memalingkan wajah mereka masing - masing


" Gila , tatapan itu kenapa membuat jantungku dag dig dug ser sih" batin Fika seraya memegang dadanya


" Gila, hanya dengan menatap matanya saja, kenapa jantungku begini" batin Nanda merasakan hal yang sama yang dirasakan Fika

__ADS_1


" Ekhem... lanjutkan pekerjaanmu. aku keluar sebentar" Nanda melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Sepertinya dia harus menghirup udara segar untuk menetralisir perasaannya


" I iya" Fika kembali mengerjakan pekerjaannya dengan jantungnya yang masih berdetak tak karuan " gila, bisa jantungan gue. Kalau deket mulu sama si tuan bos" Fika mengelus dadanya sendiri


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Setengah jam lebih sudah berlalu Fika yang masih mengerjakan pekerjaannya yang tak kunjung selesai pun sudah merasakan lapar dalam perutnya " aduh ... laparnya" Fika memegang perutnya sambil menyenderkan tubuhnya pada sandaran sofa " ini juga, tuan bos pergi kemana lagi, gak tau apa kalau gue lapar?" Fika mendengus kesal " aakh... gue bisa mati kelaparan kalau gini" Fika mengacak rambutnya frustasi


Ceklek


Tak lama terdengar suara pintu terbuka . terlihat sosok Nanda yang datang dengan membawa kantong plastik yang berisi makanan. Ya Nanda keluar untuk membeli makanan untuk dirinya dan Fika karena memang sudah malam dan waktunya untuk makan malam


" Istirahatlah, aku sudah membelikan makanan untuk kita" Nanda meletakan kantong plastik yang dibawanya diatas meja makan


Setelah selesai Fika langsung membawa makanannya kemeja makan dan memberikan satunya kepada Nanda dan yang lainnya untuk dirinya sendiri tak lupa dia pun menyiapkan dua gelas air putih untuk mereka berdua


" Hmmm... sepertinya enak" Fika menatap makanan yang ada dihadapannya dengan mata yang berbinar " terima kasih tuan" Fika tersenyum manis


" Hem" Nanda menganggukan kepalanya. Sudut bibirnya terangkat keatas melihat wajah berbinar Fika

__ADS_1


" Selamat makan" Fika pun mulai memakan makanannya setelah dia berdo'a dalam hatinya


Begitupun Nanda dia juga menyantap makanannya. Fika menyantap makanannya dengan rakus tanpa jaim sedikitpun walaupun didepannya ada pria tampan yang tanpa ia sadari terus memperhatikannya


" Gak usah buru - buru. Gak akan ada yang minta ini" Nanda berkata dengan nada mengejek


Fika yang mendengar Nanda berbicara mendongakan kepalanya. Dia hanya nyengir sambil mengunyah makanam yang ada dimulutnya " makanannya enak tuan"


" Kamu yah, cewek ko gak ada jaim - jaimnya" Nanda menggelengkan kepalanya


" Gak ada dikamus saya ya tuan yang namanya jaim - jaim" Fika pun kembali menyendokan makanan dalam piringnya " dan kalau makan dilarang berbicara tuan" Fika menyuapkan makanan yang ada dalam sendoknya kemulutnya


" Ya ya" Nanda pun mulai menyuapkan makanan ke mulutnya.


Mereka pun makan dengan keadaan hening tak ada yang berbicara sedikitpun, hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring


" Alhamdulillaah... kenyang!" Fika meminum air yang ada dihadapannya setelah menghabiskan makanannya. " Terima kasih makanannya tuan"


" Hem" Nanda hanya menganggukan kepalanya sambil melap mulutnya dengan tisyu yang ada disana. setelah mereka selesai makan, Fika pun mengambil piring kotor bekas makan mereka berdua dan membawanya kedapur untuk mencucinya. Itu kebiasaan yang selalu ia lakukan dikontrakannya

__ADS_1


Nanda melihat punggung Fika yang sedang mencuci piring dan membayangkan seandainya saja dia dan Fika sudah menikah, mungkin setiap hari ada yang menyiapkannya makan , menemaninya dan mengurusnya. begitulah fikiran Nanda sekarang " yaa Tuhan semoga semua menjadi kenyataan dan semoga kami tidak terpisahkan lagi" batin Nanda


Jangan Lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏


__ADS_2