Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 82


__ADS_3

Yuki dan Adzriel kini terlihat saling memandang dengan nafas yang sama - sama memburu menahan emosi mereka masing - masing


" Ya, aku jatuh cinta padamu. Apa kamu puas ha?" Yuki berteriak pada Adzriel yang diam dengan wajah yang terkejut


" Tapi apa gunanya persaanku ini ha? Disaat aku tahu kamu menyukai Fika, aku sudah berusaha untuk mengubur perasaan ini" Yuki terisak saat mengatakannya " kamu tahu betapa sakitnya ini" menunjuk dadanya sendiri " sakit sekali" Yuki jongkok menenggelamkan wajahnya pada kedua tangan yang ia lipat diatas lututnya


Sungguh terasa sakit dan sangat sesak yang ia rasakan pada dada Yuki saat ini, entahlah rasanya begitu sakit saat ia mengatakan hal itu. Jujur ia ingin sekali memeluk pria dihadapannya dan berkata ' ya ' dengan senyuman yang mengembang di bibirnya saat Adzriel menginginkannya untuk menjadi kekasihnya. Namun entah kenapa rasanya begitu berat untuk mengatakannya. Biarlah Yuki disebut egois atau munafik karena tidak mengiyakannya begitu saja. Tapi bahkan tidak ada kata cinta yang terucap dari bibir pria itu


Adzriel diam seribu bahasa melihat Yuki yang sedang menangis seperti itu, baru kali ini dia melihat gadis itu seemosi ini


Perlahan Adzriel ikut menjongkokan dirinya dihadapan Yuki


" Maafkan aku" tangan Adzriel terulur untuk mengusap rambut Yuki namun dengan kasar Yuki menepisnya


" Itu bukan salahmu, tapi aku mohon hentikan ini" Yuki mengatupkan kedua tangannya " berhenti bersikap manis padaku dan aku mohon anggap pembicaraan ini tidak pernah terjadi!" Yuki bangkit dari duduknya diikuti Adzriel


" Yuki aku..." belum sempat Adzriel meneruskan kata katanya Yuki menhentikannya

__ADS_1


" Stop, aku tidak mau mendengarnya lagi!" menghapus sisa air mata dengan tangannya


" Tapi kamu salah"


" Aku tahu aku salah" Yuki berteriak " aku masuk dulu" nada bicara Yuki melembut dan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Fika sedangkan Adzriel diam menatap punggung Yuki yang mulai menjauh


" Aaahhk" Erang Adzriel seraya mengacak rambutnya frustasi


" Kenapa bahkan kamu tidak mau mendengarkan penjelasanku, bahkan aku belum mengatakan kalau aku sangat mencintaimu" tubuh Adzriel luruh diatas tanah dengan posisi berlutut


" Aaahk" Adzriel meninjukan tangannya pada tanah. Lama dia terdiam dengan posisi itu


" Kenapa jadi seperti ini? Apa tadi yang dikatakan Yuki benar? "Gumam Fika dengan mata berkaca - kaca " aku harus menanyakannya pada Adzriel sekarang" Fika hendak beranjak dari tempatnya namun Nanda menahannya


" Lebih baik kita biarkan saja mereka, aku yakin mereka akan menyelesaikan masalah mereka sendiri"


" Tapi ka" Fika masih ingin melangkahkan kakinya

__ADS_1


" Sayang, percaya padaku hem" Nanda menangkup ķedua pipi Fika


" Tapi Yuki salah faham padaku ka" Fika terlihat semakin gelisah


" Yuki sahabat yang baik, dia tidak akan merusak persahabatan kalian hanya karena hal ini. Dan kamu harus membiarkan mereka sendiri dulu, biarkan mereka tenang terlebih dahulu dan besok baru kamu boleh membicarakannya pada mereka" Nanda menarik Fika kedalam pelukannya untuk menenangkan istrinya itu


Fika pun menganggukan kepalanya. Dalam hatinya dia membenarkan apa yang dikatakan oleh suaminya itu, mereka membutuhkan waktu untuk menenangkan diri mereka


Lama Fika dan Nanda berdiri disana melihat Adzriel yang tampak meratapi nasib cintanya dengan keadaan yang kacau balau. Fika merasa sangat sedih melihat keadaan kedua sahabatnya. Jujur Fika menginginkan mereka untuk bersatu karena Fika bisa melihat betapa besar cinta yang mereka simpan pada diri mereka masing - masing hanya dengan melihat cara mereka saling memperhatikan satu sama lain. Namun kenapa Yuki bisa berkesimpulan kalau Adzriel menyukai dirinya? Itu pertanyaan yang ada dalam fikiran Fika saat ini.


Fika tidak tahu bahwa sekitar 4 tahun yang lalu saat Adzriel , Yuki dan Fika baru menjalin persahabatan mereka, Adzriel pernah mengatakannya pada mama Wina dan tak sengaja Yuki mendengarnya. Sejak saat itulah Yuki memutuskan untuk mengubur perasaannya dalam - dalam dia tidak mau persahabatan mereka rusak karena cinta.


Tapi yang tidak Yuki ketahui adalah seiring berjalannya waktu Adzriel lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan Yuki dibandingkan dengan Fika karena Fika sangat sibuk kuliah dan bekerja. Bukan hal mudah menjalani hidup sebatang kara di kota Jakarta ini bukan?


Adzriel perlahan mulai terbiasa dengan kehadiran Yuki disisinya sampai dia menyadari bahwa perasaannya pada Fika hanya sebatas rasa kagum dan simpati saja sedangkan perasaannya pada Yuki? Entahlah dia sendiri tidak bisa menjelaskannya yang pasti dia sangat senang dan nyaman bila bersama dengan gadis itu dan akan sangat gelisah bila sehari saja tidak berjumpa dengannya. " Apa itu yang dinamakan cinta?" Adzriel sempat menanyakan itu pada mamanya dan mamanya hanya menertawakan pertanyaan anaknya itu


Setelah cukup tenang Adzriel melangkahkan kakinya menyusul Yuki yang sudah masuk sedari tadi. Adzriel berhenti sejenak didepan pintu kamar yang ditempati Yuki sebelum ia masuk kedalam kamar sebelahnya yang ia tempati

__ADS_1


" Seandainya kamu tahu perasaanku saat ini, bagaimana bisa kamu menyangka aku mencintai Fika?" Gumam Adzriel menatap pintu yang tertutup rapat itu


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2