
Keesokan harinya Fika sudah berada didepan pintu kamar Yuki untuk mengajaknya ikut serta ke makam orang tuanya. Yang lainnya sudah menunggu didepan hanya tinggal Yuki yang belum keluar dari kamarnya
Tok
Tok
Tok
" Ki, lo udah siap belum?" Fika berteriak didepan pintu kamar Yuki yang tertutup sambil mengetok pintu itu. Tak ada sahutan dari dalam membuat Fika khawatir apalagi setelah apa yang terjadi tadi malam
Ceklek
Tak lama pintu terbuka menampilkan Yuki yang sudah siap dengan pakaian hitamnya dengan jilbab yang bertengger manis dikepalanya tak beda jauh dengan penampilan Fika saat ini hanya saja Yuki juga mengenakan kaca mata hitam saat keluar dari kamarnya. Fika tau betul pasti sahabatnya itu menangis semalaman sampai matanya sembab dan Yuki ingin menyembunyikan hal itu dengan menggunakan kaca mata hitam itu. Tapi Fika juga tidak mau kalau sampai Yuki tahu bahwa dia melihat dan mendengar pertengkaran dia dan Adzriel tadi malam
" Lo udah siap?" Fika tersenyum
" Siap dong, ayo"! Yuki membalas senyum Fika sambil menganggukan kepalanya
Fika menggandeng tangan Yuki , mereka pun berjalan keluar menghampiri yang lainnya. Yang akan pergi hari ini adalah Nanda , Fika, Yuki, Adzriel, Anggi dan Andra
Anggi dan Andra ingin mengunjungi makam Sita dan Bima sebelum dia pergi ke Surabaya nanti sore sedangkan Salsa memilih menunggu dirumah dengan art yang ada disana
Nanda dan Fika masuk kedalam mobil Nanda diikuti oleh Andra dan Anggi, namun belum juga Andra dan Anggi masuk, Yuki menghentikan mereka
__ADS_1
" Emm... Andra" Andra pun menoleh
" Apa? Mau aku romantisin lagi" Andra tersenyum mengejek kearah Yuki membuat Yuki mendengus kesal
" Ish, bukan. Aku mau kamu satu mobil sama Adzriel dan aku akan bersama dengan Fika, bolehkan?" Yuki tampak memohon dengan wajah memelasnya membuat Andra tidak tega dan maengiyakannya
"Ka Yuki kenapa sih , aneh banget?" batin Andra
" Eits, gak bisa! Ki lo naik mobil gue sini!" Tiba - tiba Adzriel keluar lagi dari mobilnya
" Nggak, gue bosen naik mobil lo terus. Gue pengen juga ngerasain naik mobil tuan Nanda lagi pula gue bosen ngobrolnya sama lo lagi lo lagi" Yuki tersenyum mengejek
" Oke, tapi untuk kali ini aja ya" putus Adzriel akhirnya setidaknya dia merasa lega bisa melihat Yuki yang seperti biasanya. Adzriel tahu Yuki hanya ingin menghindar darinya tapi Adzriel juga tidak mau memaksa Yuki karena dia tahu Yuki masih butuh waktu untuk menenangkan dirinya
" Ya udah, cepet masuk" Ucap Adzril ketus pada Andra
Kedua mobil itu kini melaju membelah jalanan kota Kembang itu dengan kecepatan sedang. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 15 menit, akhirnya mereka sampai juga ditempat yang dituju
Sebuah gapura dengan bertuliskan 'Pemakaman Umum' menyambut kedatangan mereka. Mereka melangkahkan kaki mereka menyusuri makam demi makam sampai akhirnya mereka sampai di dua gundukan tanah yang berdampingan dengan bertuliskan Bimasena Wijaya dan Sita Avrilia Wijaya
Fika memandang kedua nisan itu dengan mata berkaca - kaca. Fika pun mulai menjongkokan dirinya ditengah kedua gundukan itu diikuti oleh semuanya. Semuanya tampak menengadahkan tangan mereka sambil melafadzkan surat Al- Fatihah untuk mendo'akan almarhum dan almarhumah
" Ayah , ibu Fika datang. Maaf Fika baru bisa datang sekarang" air mata lolos begitu saja dipipi mulus Fika
__ADS_1
Semuanya tampak menyaksikan dengan rasa haru pada hati mereka masing - masing. Nanda tampak setia disamping Fika sambil terus mengelus pundak istrinya itu.
Terlihat Anggi dan Yuki tampak saling merangkul satu sama lain dengan air mata yang ikut mengalir disana " maaf" gumam Anggi pelan yang dapat didengar oleh Yuki
Yuki tahu pasti Anggi kini tengah sangat menyesal karena dia tahu ternyata kakak iparnya meninggal karena suaminya sendiri dan bukan karena kecelakaan seperti yang ia ketahui sebelumnya
Sedangkan wajah Andra dan Adzriel terlihat sendu walaupun tidak ada air mata disana. Namun dapat terlihat bahwa mereka pun merasakan kesedihan yang begitu mendalam
" Apa kalian bisa meninggalkanku sendiri!" Tiba - tiba Fika menoleh pada semuanya meminta mereka untuk meninggalkannya " aku butuh waktu untuk sendiri" lanjutnya lagi dengan tatapan memohon
Akhirnya mereka pun menurut dan meninggalkan Fika disana walaupun mereka merasa khawatir pada Fika apalagi ini adalah pertama kalinya Fika menemui makam orang tuanya secara langung
Nanda tampak sangat keberatan dan tidak mau meninggalkan istrinya itu sendirian namun setelah semua orang membujuk dan meyakinkannya akhirnya Nanda pun mau juga pergi bersama yang lainnya " ingat ! Tidak lebih dari 15 menit" ucap Nanda dengan penuh penekanan
" Ya ya ya, sana kakak pergi dulu" Fika mendorong tubuh suaminya yang masih enggan untuk meninggalkannya
Bukan apa - apa, saat ini Fika membutuhkan waktu sendiri dulu untuk mencurahkan semua isi hatinya
Adzriel, Nanda , Yuki , Anggi dan Andra akhirnya meninggalkan Fika sendiri menuju tempat parkir pemakaman itu. Mereka memutuskan untuk menunggu Fika didalam mobil saja
Tanpa mereka sadari seseorang tengah mengawasi mereka sejak tadi dari balik pohon besar didekat makam orang tua Fika
" Akhirnya kalian pergi juga" orang itu tersenyum menyeringai melihat Fika yang sedang berjongkok dengan tubuh yang bergetar seiring isakan yang keluar dari bibir mungilnya
__ADS_1
**Siapakah dia? Jeng jeng jeng tunggu bab selanjutnya ya! 😁😁
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏**