Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Extra Part 2


__ADS_3

Semua anggota keluarga Balendra dan Wijaya tampak berdiri di depan pintu kamar Fika dan Nanda yang sedang tertutup rapat. Semua tampak memiliki raut wajah yang sama yaitu harap - harap cemas menunggu seseorang yang akan membuka pintu dan keluar dari kamar itu.


" Semoga saja hasil nya positif" Anika berkata dengan wajah berbinar pada semua nya


" Ya, semoga saja" Sita menjawab dengan wajah yang tak berbeda dengan Anika


" Kita tunggu dokter Risa keluar dulu, baru kita akan tahu hasil yang sesungguh nya" Davian ikut berbicara.


Semua nya tampak menganggukan kepala mereka dan kembali dengan pemikiran mereka masing - masing.


Ceklek


Tak lama pintu kamar terbuka dari dalam menampilkan sosok seorang wanita cantik yang memakai pakaian putih khas kebesaran nya tampak mengembangkan senyuman nya pada seluruh anggota keluarga Balendra dan Wijaya yang langsung mengerubuni nya. Ya dia adalah dokter Risa, dokter pribadi keluarga Balendra yang di panggil oleh Davian untuk memeriksa keadaan Fika dan memastikan kehamilan Fika.


" Bagai mana dokter? Apa hasil nya positif" Bima yang dari tadi diam dengan rasa penasaran yang sangat besar menjadi suara yang pertama melayangkan pertanyaan nya pada dokter Risa.


" Pasti positif kan dok?" Anika berkata dengan percaya diri


" Ya, berapa minggu dok?" Sita ikut bertanya


" Ya dokter, bagai mana hasil nya?" Bisma dan yang lain nya ikut menanyakan nya membuat dokter Risa menjadi gugup karena langsung ditodong dengan berbagai pertanyaan dari semua orang yang ada di sana


" Bayi nya laki - laki atau perempuan?" Tiba - tiba Andra ikut bertanya membuat semua menatap nya dengan alis mata mereka yang terangkat sebelah. " Please deh, hamil nggak nya aja baru mau di cek dan usia kandungan nya aja belum diketahui, ini sudah nanya jenis kelamin aja" begitu kira - kira yang ada di fikiran mereka


" Apa?" Andra bertanya dengan dahi yang berkerut " Apa aku salah bicara?" batin Andra saat semua tampak menatap nya


Semua tampak memutar bola mata mereka malas dan kembali fokus pada dokter Risa yang ada di hadapan mereka sedangkan Andra tampak menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal


" Begini, nona Fika memang benar sedang hamil dan usia kehamilan nya sudah menginjak usia 7 minggu. Jadi selamat, tuan - tuan dan nyonya - nyonya akan menjadi kakek dan nenek.

__ADS_1


" Benarkah"


" Sudah kuduga"


" Syukurlah"


" Alhamdulillah"


Terdengar dari mulut mereka masing - masing dengan wajah yang tampak berbinar penuh kebahagiaan dan rasa syukur dengan apa yang telah Tuhan anugrahkan pada keluarga mereka.


Semua tampak langsung berhamburan masuk kedalam kamar Fika dan Nanda setelah bergantian menjabat tangan dokter Risa seraya mengucapakan terima kasih pada dokter cantik itu.


Dokter Risa hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala nya sebelum beranjak turun dan meninggalkan mansion keluarga Balendra yang tampak ramai saat ini. Tidak seperti dulu yang selalu sepi karena hanya ada Anika dan Davian yang selalu sibuk dengan urusan mereka masing - masing bersama beberapa pelayan dan art yang tinggal di sana. Sedangkan Nanda lebih sering menghabiskan waktu nya di luar mansion walaupun dia sudah kembali dari sekolah nya di luar negri.


" Selamat ya sayang, kamu benar hamil" Sita tampak memeluk putri nya yang sedang terduduk di atas ranjang nya dengan senyuman yang tampak mengembang di wajah nya seraya memegangi perut nya yang masih rata


" Selamat ya sayang, akhir nya kamu bisa memberi kami cucu" Anika pun ikut memeluk menantu nya itu setelah Sita mengurai pelukan mereka.


" Terima kasih mom" Fika membalas pelukan Anika


" Selamat sayang, bibi senang banget kamu hamil" Anggi pun ikut memeluk Fika setelah Anika


" Terima kasih bi"


" Ayah sebentar lagi akan menjadi kakek" Bima tampak tersenyum hendak memeluk Fika namun Nanda dengan cepat duduk disamping Fika dan berkata


" Maaf ayah mertua, aku kira sudah cukup acara pelukan nya, aku takut anak ku yang ada dalam perut istriku merasa sesak karena pelukan dari kalian" Nanda berkata dengan santai nya dan mendapatkan cubitan kecil pada pinggang nya " Aw, sakit sayang" pekik Nanda


" Kakak, dia itu ayah ku. Jadi biarkan dia memeluku, apa ayahku juga akan kau cemburui ha?" Fika mendengus kesal melihat kelakuan suami nya yang tidak membiarkan ayah nya sendiri yang ingin memeluk nya

__ADS_1


" Ish, dasar anak ini, mirip sekali dengan daddy nya" Anika pun menarik putra semata wayang nya itu untuk menjauh dari Fika agar Bima bisa memeluk putri nya itu


Bima pun tak melewatkan kesempatan itu dan langsung memeluk putrinya dengan penuh kasih dengan mengucapakan beberapa do'a untuk putri dan calon cucu nya itu. Sedangkan Nanda tampak mendengus kesal seraya melipat ke dua tangan nya di dada nya " gara - gara mommy" gumam Nanda pelan seraya menatap tajam mommy nya


" Apa ha? " Anika membalas tatapan Nanda membuat Nanda menciut dan menjauh dari mommy nya dan memilih untuk mendekati daddy nya saja


" Daddy juga akan menjadi kakek" Davian tampak tersenyum berdiri di samping Nanda seraya merangkul pundak putra nya itu


" Paman juga akan menjadi kakek" Bisma tampak bahagia. Ingin rasa nya dia juga memeluk keponakan nya itu, namun apa daya sekarang Fika mempunyai body guard yang selalu menjaga nya dari pria manapun. Ayah nya saja sangat sulit untuk memeluk nya apa lagi diri nya, fikir nya.


" Dan aku akan menjadi uncle, iya kan?" Andra berbicara seraya mendekati Fika dan hendak memeluk nya namun sebuah tangan tampak menarik kerah baju nya sehingga Andra tidak bisa memajukan lagi badan nya


" Hey anak kecil, kamu kira aku akan membiarkan mu memeluk istriku ha?" Nanda menatap tajam pada Andra dengan seringai di wajah nya


" Ish , dasar bucin" Andra mendengus kesal seraya menepis tangan Nanda yang memegang kerah baju bagian belakang nya.


" Biarin, dari pada jomblo" Nanda berbicara dengan nada mengejek seraya mendudukan diri nya di samping Fika yang tampak mengerucutkan bibir nya karena kesal dengan sikap Nanda yang selalu berlebihan terhadap nya. Sedangkan Andra tampak mendengus kesal menatap tajam pada kakak ipar nya itu.


" Katakan sayang , apa ada yang kamu dan anak kita inginkan?" Nanda berbicara sambil mengelus perut Fika yang masih terlihat rata.


" Ya, katakanlah sayang. Apa cucu kami menginginkan sesuatu?" Davian tampak antusias dengan ngidam menantu nya saat ini.


Begitu pun yang lain nya menatap dengan tak kalah antusias nya.


" Emmm apa ya?" Fika tampak berfikir dengan ujung mata nya yang melirik Nanda yang sedang menunggu jawaban dari nya


Kira - kira apa ya yang diinginkan oleh Fika?


Jangan lupa Like ,Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2