
" Fikaaa" Danu berteriak histeris sambil mengarahkan pistolnya pada dua orang yang ingin mengejar Fika dan
Dorr
Dorr
Dua tembakan melesat berturut - turut mengenai punggung kedua orang yang ada dihadapannya membuat keduanya tersungkur diatas aspal tak jauh dari tubuh Bima dan Sita
Danu berlari menghampiri sisi jembatan untuk melihat gadis kecilnya yang sudah terbawa arus sungai itu entah kemana, Danu mengacak rambutnya Frustasi " Fikaaa" Danu berteriak kearah sungai yang mengalir deras itu dengan mata yang sudah digenangi air mata dipelupuk matanya. Perlahan air mata itu luruh seiring tubuhnya yang ikut luruh bersandar pada besi pembatas jembatan dimana tempat Fika terjatuh tadi
Tubuh Danu bergetar seiring isakan yang keluar dari bibirnya meratapi kebodohan dan kecerobohan yang dilakukannya sehingga membuat dia kehilangan gadis kecilnya itu
Kaki Danu ditekuk menyangga kedua tangannya yang tampak menjambak rambutnya sendiri dengan isakan yang tak berhenti dari bibirnya
" Lalu bagaimana aku harus menjelaskan ini pada Bima dan Sita" Danu melirik tubuh kedua sahabatnya itu dan mendekatinya. Perlahan Danu mengangkat tubuh Sita yang tak sadarkan diri itu kedalam mobil yang tadi digunakan oleh anak buah Arga. Setelah selesai dengan tubuh Sita dia melakukan hal yang sama dengan tubuh Bima.
Setelah selesai dengan keduanya dia memarkirkan mobil itu ditepi jalan karena tadi mobil itu terparkir melintang menghalangi jalan raya. Dan selanjutnya Danu dengan cepat mengangkat tubuh dua orang anak buah Arga satu per satu kedalam mobil milik Bima dan mengemudikannya tepat ketepi jurang didekat sana. Karena memang dipinggir sungai itu terdapat jurang yang sangat dalam dan juga luas sehingga Danu tidak perlu menjalankan mobilnya lebih jauh lagi untuk melancarkan rencananya
Setelah cukup dekat dengan jurang tersebut Danu turun dan mendorong mobil itu dengan kedua anak buah Arga didalamnya
Mobil melaju dengan kencang meluncur turun memasuki dasar jurang itu dan
Boooooom
__ADS_1
Mobil meledak dengan sempurna ,tampak api menyala terlihat dari kejauhan. Dan sudah dipastikan semua hancur tak bersisa walaupun polisi menemukan kedua jasad itu tapi sudah dipastikan mereka tidak akan bisa dikenali
Setelah selesai dengan itu Danu melesat memasuki mobil dimana tubuh tak sadarkan diri Bima dan Sita berada. Danu dengan kecepatan tinggi melajukan mobil itu menuju rumah terpencil yang ia sudah siapakan untuk mereka sebelumnya
Membutuhkan waktu setengah jam saja untuk mereka sampai disana. Sesampainya disana Danu langsung menurunkan tubuh keduanya dengan dibantu oleh seorang dokter dan seorang perawat yang sudah Danu panggil dan dia suruh menunggu mereka disana
Dokter itu membuka baju keduanya dan melepaskan rompi anti peluru yang melekat ditubuh keduanya dan mulai mengobati luka goresan yang diakibatkan oleh hantaman peluru itu
Ya Danu sudah menyiapkan segalanya dengan sangat matang. Dia memakaikan rompi anti peluru pada tubuh keduanya tadi pagi sebelum berangkat ke sekolah Fika. Ya walaupun masih akan ada goresan yang akan menyakiti tubuh mereka apalagi bagi orang biasa seperti mereka yang tidak pernah latihan militer pasti tidak akan tahan dan bisa dipastikan akan tak sadarkan diri karena kondisi tubuh mereka yang lemah apalagi Danu memberikan obat husus pada mereka yang akan membuat mereka tidak sadarkan diri dalam waktu yang lama untuk lebih menyempurnakan rencananya
30 menit Danu menunggu, Bima akhirnya tersadar. Perlahan Bima membuka matanya dan tampak membiasakan matanya dengan cahaya yang ada diruangan itu. Mata Bima tertuju pada Danu yang sedari tadi duduk disampingnya
" Katakan! Apa kita berhasil?" Bima berkata dengan senyum dibibirnya seraya mengubah posisinya menjadi duduk bersender dikepala ranjang, sedangkan Danu terdiam tak tahu apa yang harus dia katakan sekarang " kenapa kamu diam hem? Katakan apa kita berhasil?" Bima sedikit mengeraskan suaranya namun malah suara isakan yang terdengar dari mulut Danu
" Hati - hati sayang!" Bima membantu Sita untuk duduk disampaingnya sedangkan Danu masih dalam keadaan yang sama, terisak dalam diamnya
Sita melihat Danu seperti itu pun mengerutkan keningnya " Ada apa? Apa yang terjadi? Bukankah kita sudah berhasil melewatinya?" Sita tampak menoleh pada Bima untuk menemukan jawaban
" Aku juga tidak tahu, sejak aku sadar dan bertanya padanya dia malah seperti itu" Bima ngendikan bahunya
" Oh ya, dimana Fika?" Sita melihat disekelilingnya tapi tak menemukan anak gadisnya itu. Karena biasanya Fika akan selalu heboh dan tak bisa diam apalagi setelah kejadian tadi bisa Sita perkirakan Fika tidak akan jauh dari sisinya sambil menangis sesegukan
" Oh ya, dimana dia? Biasanya dia akan menangis dengan kencang didekat kita bila kita sakit seperti ini" Bima sedikit terkekeh saat mengatakannya
__ADS_1
Mendengar itu Danu semakin terisak " Maaf" gumamnya seraya bangkit dari duduknya dan berlutut dihadapan pasangan itu
" Maafkan aku, aku telah gagal menjaga Fika. Aku telah gagal menjaga gadis kecil kita" Danu terisak sambil berlutut dengan air mata tak berhenti mengalir diwajahnya
" Apa maksudmu ha?" Bima meninggikan suaranya seraya turun dari ranjang menghampiri sahabatnya itu dan mencengram kerah bajunya
" Ya , apa maksudmu? Dimana Fika?" Sita berteriak histeris
" Maaf, Fika keluar dari mobil dan terjatuh kedalam sungai" Danu terlihat begitu hancur saat mengatakannya
Bima dan Sita membulatkan bola matanya. air mata meluncur begitu saja dari mata keduanya, tubuhnya tiba - tiba lemas begitu saja
" Tidak " Sita berteriak histeris diiringi tangisan yang pecah dari bibirnya. Bima pun beranjak menghampiri istrinya dan memasukannya kedalam dekapannya dengan air mata yang tak berhenti mengalir diwajahnya. Tubuh keduanya terlihat bergetar seiring isakan yang keluar dari bibir mereka
Lama mereka bertiga terisak dalam diam mereka dengan pemikiran mereka masing - masing
" Aku berjanji akan menemukannya, aku yakin gadis kecilku masih hidup dan baik - baik saja"
Danu tiba - tiba bangkit dari posisinya dan melangkah pergi meninggalkan Bima dan Sita yang masih terisak sambil saling mendekap satu sama lain
" Ya ,Danu benar Fika kita sangat kuat. Dan aku yakin dia pasti selamat, kita harus brdo'a agar kita bisa dipertemukan kembali dengannya" Bima bergumam disela tangisannya. Sita hanya bisa mengangguk lemah dalam dekapan Bima, setidaknya mereka masih ada sedikit harapan mengenai Fika
Flash back of
__ADS_1
Jangan lupa Like ,Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏