Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 89


__ADS_3

Flash back on


Satu minggu setelah Bisma membawa keluarga kecilnya untuk tinggal di Bandung. Danu mulai mencurigai Bisma yang semakin lama semakin berbuat seenaknya dan bahkan Bisma yang baru beberapa hari saja bergabung diperusahaan. Danu sudah menemukan kejanggalan dalam menghilangnya beberapa uang perusahaan yang dikeluarkan untuk hal yang tidak ada di daftar pengeluaran yang seharusnya perusahaan keluarkan


Hari ini bahkan Danu mendengar percakapan antara Bisma dengan seseorang entah siapa itu


" Aku ingin kamu mengurusnya secepat mungkin!" ucap Bisma pada seseorang disebrang sana " aku tidak peduli, walaupun dia kakak kandungku sendiri aku tidak peduli. Sejak 20 tahun yang lalu saat aku diusir dari rumah dan dia tidak peduli padaku, aku sudah menganggap dia sudah mati" tambah Bisma lagi setelah dia mendengarkan orang yang ada di sebrang sana


" Aku akan menunggu kabar baik darimu" setelah mengucapkan itu Bisma pun langsung menutup panggilannya


Danu yang sedari tadi diam dibalik dinding dekat pintu pun melesat pergi sebelum ada yang melihatnya


Danu berniat untuk memberitahukan ini pada Bima walaupun entah dia akan percaya atau tidak pada ucapannya. Karena bagaimana pun Bisma adalah adik kandung satu - satunya Bimasena. Ya Danu tahu persis bagaimana Bima sangat menyayangi Bidma. Danu bahkan melihat langsung bagaimana Bisma mengorbankan segalanya hanya demi menolong adiknya itu tanpa sepengetahuan siapa pun.


" Itu tidak mungkin Danu" Bima tampak mengeraskan rahangnya dan menatap tajam dengan wajah yang memerah menahan marah ke arah sahabat sekaligus asisten pribadinya itu

__ADS_1


" Maafkan aku tapi itu memang kenyataannya, aku mendengar dengan jelas dia berbicara dengan seseorang disebrang sana melalui ponselnya" Danu tampak ragu saat mengucapkannya


" Aku bisa memaklumi dan bisa menerima saat kamu bilang dia menggelapkan beberapa uang perusahaan mengingat sifat Bisma yang sangat suka berfoya - foya. Tapi ini apa ha? kamu bilang dia ingin menghabisiku? Ha ha kamu terlalu berlebihan" Bisma tertawa mengejek sahabatnya itu


" Aku memang belum punya bukti untuk membuktikannya, tapi sebelum saat itu tiba aku harap kamu dan kakak ipar berhati - hatilah" setelah mengatakan itu Danu keluar dari ruang kerja Bima meninggalkan Bima yang masih mencerna perkataan dari Danu


" ****" Bima tampak memukul meja kerjanya dengan sangat keras sesaat setelah Danu keluar dari ruangannya


Sedangkan disisi lain Danu keluar dengan perasaan yang sangat kesal. Dia bisa mengerti Bima tidak mempercayai perkataannya karena dia sangat menyayangi adiknya itu , tapi yang membuat dia kesal adalah bagaiman Bisma bisa berfikiran sesempit itu sehingga dia ingin menghabisi nyawa kakaknya sendiri


Danu berfikir bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk mencegah hal buruk itu terjadi.


Danu bisa mengerti perasaan Bima , karena bila dia berada diposisinya pun mungkin Danu akan melakukan hal yang sama. Dimana ada seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya akan menerima bila ada orang yang mengatakan kalau adiknya akan membunuhnya. Pasti dia akan marah bukan?


Bahkan Sita yang melihatnya merasa heran dengan sikap kedua sahabat itu yang tak seperti biasanya. Tapi Sita juga tidak mau ikut campur dalam permasalahan mereka. Sita hanya bisa mendo'akan keduanya agar hubungan mereka baik - baik saja

__ADS_1


Suatu hari saat Danu yang tengah berada dijalan sepulang dari meninjau sebuah proyek yang ada di luar kota tak sengaja dia melihat mobil Bisma yang melaju didepannya. " Bukankah itu Bisma? "Gumam Danu pada dirinya sendiri " mau kemana dia?" Danu memutuskan untuk mengikuti mobil itu dan mengikuti kemana Bisma akan pergi untuk menyelidikinya


Setelah beberapa saat berlalu mobil Bisma tampak berbelok kesebuah gudang yang sangat tua. Danu pun mengikutinya


Bisma turun sendirian dari dalam mobil, tampak ada beberapa orang dengan tubuh besar dan tegap yang menyambutnya dan merekapun masuk bersama kedalam gudang tua itu


Danu turun dari mobilnya dan berjalan mendekati gudang itu dengan cara mengendap - endap. Saat dia tiba disana dia mengintip dari kaca jendela yang ada disana. Didalam terlihat Bisma sedang mengobrol dengan seorang pria dengan jas rapi ditubuhnya seperti seorang pengusaha yang dikawal oleh orang - orang berbadan besar dan tegap


Danu tampak menajamkan matanya dan betapa kagetnya dia saat mengetahui siapa yang sedang berbicara dengan Bisma " Arga? Apa yang dia lakukan disana? Bagaimana bisa Bisma mengenalnya?"


Arga adalah teman masa kuliah Danu dan Bima dulu. Tapi hubungan mereka sejak dulu tidak baik bisa dibilang sangat buruk, entah kenapa sejak dulu Arga sangat membenci Bima dan selalu ingin menghancurkannya.


Arga selalu saja merasa iri dan selalu ingin memiliki apa yang Bima punya. Bahkan dulu Arga pernah merebut kekasih Bima dan beberapa kali juga menghasut Danu agar membenci Bima namun dia tidak pernah berhasil melakukannya


Dulu Arga juga pernah nekat untuk mencelakai Bima dengan cara menabraknya sampai - sampai Bima harus dirawat dirumah sakit selama beberapa minggu karena luka yang dideritanya sangat parah

__ADS_1


Sedangkan Arga sendiri ditangkap oleh pihak yang berwajib setelah polisi berhasil menyelidikinya. Sejak saat itu Danu dan Bima tidak pernah lagi mendengar kabar tentangnya sampai akhirnya saat ini dia melihat Arga berada dihadapannya bersama dengan Bisma


Dan Danu yakin Bisma telah termakan hasutan Arga sehingga dia dibutakan oleh kebencian pada kakaknya itu


__ADS_2