Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 29


__ADS_3

Sah


Sah


Suara pak penghulu dan para saksi menggema di ruang aula balai desa. Namun tidak ada sedikitpun kebahagiaan yang terpancar pada kedua mempelai


Tidak ada ucapan selamat dari orang - orang yang ada hanya cibiran dan sindiran yang terdengar disana. Tak terasa buliran bening jatuh begitu saja dipipi mulus Fika. Nanda yang melihat itu jadi merasa bersalah bagaimana pun juga karena dia ini bisa terjadi. Kalau saja dia kuat dan tidak pinsan malam tadi mungkin ini tidak akan terjadi fikirnya


" Maaf" hanya kata itu yang mampu diucapkan oleh Nanda


Fika yang mendengarnya , buru -buru menghapus air matanya dan mendongakan wajahnya " tidak apa - apa , ini bukan salah tuan juga!" Fika berusaha tersenyum


Nanda tau kalau Fika hanya mencoba berusaha terlihat baik - baik saja. Namun pasti hatinya sangat hancur saat ini. Bagaimana pun setiap gadis pasti ingin pernikahan mereka istimewa dengan orang yang dia cintai bukan seperti ini


" Ayo" Nanda pun mengajak Fika untuk pergi dari gedung itu lagi pula disana juga sudah tidak ada siapa - siapa karena warga sudah bubar sedari tadi


Fika pun menganggukan kepalanya dan bangkit dari duduknya mengikuti langkah Nanda yang kini sudah berstatus menjadi suaminya


" Kita kekontrakanmu dulu, bawalah barang - barangmu!" Fika hanya menganggukan kepalanya seraya terus berjalan menuju kontrakan karena jarak dari balai desa ke kontrakan Fika tidak terlalu jauh maka tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai disana


Setelah Fika membawa barang - barangnya mereka pun menaiki mobil Nanda pergi melesat dari sana. Tidak banyak yang Fika bawa, hanya beberapa barang dan beberapa baju karena memang Fika hanya mempunyai sedikit baju


Tidak ada yang berbicara didalam mobil, mereka berdua larut dalam fikiran mereka masing - masing namun tiba - tiba


Deerrrt


Deerrrt

__ADS_1


Deerrt


Suara ponsel Nanda memecah keheningan. Nanda pun mengangkat nya setelah memasangkan hedset bluetoot terlebih dahulu


" Halo"


"............"


" Aku tidak kekantor hari ini, tolong kamu urus semuanya"


"............."


" Dia bersamaku . Dia juga tidak akan masuk hari ini, nanti aku ceritakan padamu, aku tutup" Nanda pun memutuskan panggilannya


" Siapa tuan?"


" Oh iya, bukannya seharusnya kita bekerja hari ini!" Fika berbicara dengan panik


" Kenapa kau panik, apa kamu lupa kamu sedang bersama dengan siapa?"


" Ha ha ha" Fika tertawa canggung " kenapa aku bisa lupa"


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit lamanya akhirnya mobil mereka berhenti didepan sebuah pagar tinggi menjulang. Tak lama pagar pun terbuka Fika hanya bisa memandang takjub dengan semua itu. Gerbang tinggi yang bisa dibuka otomatis, sungguh canggih pikirnya. Tak lama mobil melaju sampailah mereka didepan sebuah mansion yang sangat megah. Fika kembali takjub, bahkan mulutnya sampai terbuka tanpa sadar


" Tutup mulutmu" suara bariton Nanda menyadarkan lamunan Fika


" Ini dimana tuan?" Fika menoleh masih dengan perasaan takjubnya

__ADS_1


" Mansion keluargaku , ayo turun" Nanda membuka seatbealtnya hendak membuka pintu mobil


" What, apa tuan bercanda" teriakan Fika menghentikan kegiatan Nanda. Nanda memutar bola matanya malas


" Apa aku terlihat bercanda" Nanda berkata serius membuat Fika melebarkan matanya dan juga mulutnya " tapi tuan"


" Tapi apa? Ayo turun!" Nanda membuka pintunya dan hendak turun


" Tunggu" Fika menarik ujung baju yang dipakai Nanda membuat Nanda berbalik " apa lagi, kau tidak mau turun?"


" Aku belum siap tuan, bagaimana kalau tuan dan nyonya besar tidak menyukaiku" wajah Fika berubah sendu


" Bagaimana kau tahu" Nanda menaikan sebelah alisnya " bahkan kau belum menemui mereka" Nanda menggenggam tangan Fika " percayalah ! Semua akan baik - baik saja"


Fika yang mendengar perkataan lembut Nanda pun tersenyum. Entah kenapa ada perasaan hangat yang tiba - tiba menjalar dalam hatinya " benarkah begitu?" Fika ingin lebih meyakini dirinya


Nanda pun menganggukan kepalanya " ayo keluar!" Nanda keluar dari mobil begitupun Fika


Huuuufth


Fika menarik nafasnya panjang mencoba menetralisir kegugupannya


" Kamu siap?" Fika pun menganggukan kepalanya


Mereka berdua pun berjalan beriringan memasuki pintu utama mansion mewah itu . Terlihat beberapa pelayan membungkuk menyambut kedatangan mereka. Fika hanya menatap takjub dengan semuanya. Fika juga sedikit canggung karena dia tidak pernah diperlakukan seperti itu


Te**rima kasih sudah membaca! jangan lupa tinggalkan jejak kalian!😘😘**

__ADS_1


__ADS_2