Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 39


__ADS_3

Setelah mereka melewati berbagai obrolan yang penuh kecanggungan , akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah masing - masing. Fika pulang bersama dengan Nanda suaminya tentunya.


Yuki melambaikan tangannya melepas kepulangan sahabat bersama suaminya. Yuki terus memandangi mobil yang dinaiki oleh pasangan itu sampai mengecil dan menghilang seiring bertambahnya jarak diantara mereka


" Bagaimana cara kita memberi tahu Adzriel, dia pasti akan sangat terluka" gumam Yuki sebelum dia mengambil sepeda motornya dan mengendarainya membelah jalanan ibu kota


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Fika dan Nanda sudah sampai di mansion keluarga Balendra. Nanda terlebih dahulu memakai kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Fika sejenak membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur king size milik Nanda. dipandangnya langit - langit kamar yang berwarna putih itu


Sekilas dia kembali teringat saat pertama kali dia bertemu dengan Nanda waktu itu saat dipesta. " Ish..., kalau aku tau jika dia akan menjadi suamiku, aku tidak akan nekat mengerjainya pada saat itu" Fika bergumam pelan " aih... bodoh bodoh" Fika memukul kepalanya sendiri " tapi ngomong - ngomong, siapa gadis cantik yang waktu itu?" Fika mengubah posisinya menjadi duduk dan meletakan tangannya untuk menyangga dagunya "tapi dia sangat cantik dan sepertinya sangat menyukai tuan Nanda" batin Fika


Entah kenapa memikirkannya saja , ada rasa yang tak enak menggelayuti perasaannya


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka seperti biasa dengan pd nya Nanda berjalan hanya dengan menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya menuju walk in closed.

__ADS_1


Fika acuh tak acuh dan langsung melesat masuk ke kamar mandi. Dia tidak mau lama - lama melihat pemandangan yang bisa membuat otaknya bertraveling kemana - mana


15 menit waktu yang dibutuhkan oleh Fika untuk melakukan ritual mandinya. Fika keluar sudah memakai pakaian lengkapnya karena kali ini dia tidak lupa untuk membawa pakaian gantinya. Dia tidak mau dianggap menggoda suaminya yang menyebalkan itu


Nanda tengah sibuk dengan laptop dipangkuannya. Entah apa yang dikerjakannya. rasanya pekerjaannya tidak pernah selesai karena Fika selalu melihat Nanda bekerja hampir setiap saat walaupun dihari liburnya


Fika yang sudah berdandan alakadarnya memutuskan untuk diam dikamar saja karena ibu mertuanya tadi pamit pergi untuk menemui temannya saat Fika masih di taman. Anika sempat menelfonnya tadi


" Ekhem" Fika berdehem karena merasa bosan


Nanda mendongakan kepalanya saat mendengar suara istrinya itu, Terlihat Fika duduk manis melihat kearahnya " kenapa?"


Nanda menaikan sebelah alisnya " untuk?"


" Karena aku telah menyiram tuan saat dipesta om Herman" setelah sebelumnya sempat ragu akhirnya Fika mengatakannya juga. Jujur Fika merasa bersalah apalagi setelah tadi Nanda mendengar yang sebenarnya saat mengobrol bersama Yuki. Sejak diperjalanan Nanda terus mendiaminya sehingga Fika berfikir kalau tuan bosnya yang berstatus sebagai suaminya itu marah kepadanya


" Oh itu" Nanda kembali pada layar laptopnya seolah tidak peduli

__ADS_1


" Tuan jujur saja saya saat itu merasa marah saat tuan bersikap kasar pada gadis cantik itu" Fika menundukan pandangannya jujur Fika risih melihat kediaman Nanda. Karena biasanya ada saja hal yang akan diperdebatkan dengannya


Nanda sejenak mengalihkan pandangannya dari laptop dihadapannya dan menatap wajah cantik istrinya itu " lalu, apa yang akan kamu lakukan untuk mendapatkan maaf dariku hmm?"


Fika terlihat menggigit bibir bawahnya sendiri " apa yang tuan inginkan? Kalau aku bisa melakukannnya aku pasti akan mengabulkannya"


" Apa termasuk memberikan hakku?" Nanda tersenyum menyeringai


Glek


Fika menelan salivanya susah " apa ini memang saatnya? Bagaimanapun dia adalah suamiku dan lagipula bukan kah berdosa bila tidak melayani suami dengan baik" batin Fika


" A apa tuan memang menginginkannya sekarang?" Jujur saja Fika masih ragu


" Ya, kenapa tidak. Bukankah kita sudah sah menjadi suami istri?" Nanda menaikan sebelah alisnya


" A aku" Fika masih ragu - ragu " aku... si..."

__ADS_1


Belum sempat Fika melanjutkan perkataannya. Nanda sudah memotongnya " bila kamu belum siap, tida apa - apa" Nanda menjeda ucapannya membuat Fika mendongak dengan perasaan lega ." Kamu bisa mulai mencicilnya dari sekarang dimulai dari ini" Nanda menunjuk bibirnya sendiri sedangkan Fika tampak membulatkan matanya " what?"


__ADS_2