Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 66


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Bisma , Anggi dan Fika palsu datang ke Balendra Corp. Nanda sudah menyiapkan kejutan untuk mereka bertiga , kejutan yang tentunya akan mereka ingat seumur hidup mereka


Fika kini terlihat bersiap didalam ruang istirahat ruang kerja milik Nanda dengan dibantu oleh Erika dan Nami untuk merubah penampilannya agar wajah Fika tidak dikenali oleh paman dan bibinya itu


Fika dan Nanda telah merencanakan sesuatu untuk menjebak Bisma dan keluarganya dengan melibatkan Jay, Erika dan juga Nami. Awalnya Nanda hanya akan meminta bantuan Jay dan Erika saja, namun Fika juga meminta bantuan Nami untuk melengkapi rencananya. Karena selain ingin menjebak paman dan bibinya, Fika juga ingin sedikit mengerjai mereka karena bahkan itu pun tidak sebanding dengan perbuatan mereka padanya.


Awalnya Nami dan Erika merasa heran kenapa atasannya meminta mereka melakukan sesuatu diluar pekerjaan mereka, tapi setelah mendengarkan penjelasan dari Fika mereka pun langsung setuju untuk melakukannya. Mereka tidak menyangka kalau Fika mempunyai masa lalu yang begitu kelam


Yuki dan Adzriel juga terlibat dalam rencana ini, Adzriel dan Yuki bertugas untuk menjemput Bisma dan keluarganya dari Balendra Hotel dan tentu saja mereka juga akan mengerjai mereka


Penampilan Fika kini terlihat sangat culun dengan kacamata besar dan tebal menghiasi kedua matanya serta rambut yang dikepang dua dengan poni tebalnya dan jangan lupakan alis Fika yang dibuat sangat tebal seperti alis shincan beserta kawat gigi yang ia pasang pada giginya membuat Fika terlihat sangat - sangat culun sekarang


" Sempurna" Erika menepuk kedua pundak Fika yang sedang duduk didepan meja riasnya


" Ish, apanya yang sempurna? jeleknya?" Fika mengerucutkan bibirnya membuat Erika dan Nami tertawa


" Semua sudah siap bukan?" Fika berkata serius pada Nami dan Erika dan keduanya pun menganggukan kepalanya


" Siap bu bos" Nami meletakkan tangannya pada dahinya seperti orang yang sedang hormat di upacara bendera. " Walaupun aku sedih harus turun jabatan" Nami memasang wajah yang seoalah sedih membuat Erika dan Fika terkekeh


" Yaelah, cuma sehari Nam. Lagian ini demi ibu bos kita yang cantik ini, iya kan?" Erika menepuk pundak Nami


" Ya ya ya, demi Fika apapun aku lakukan" Nami terkekeh dengan ucapannya sendiri


Ceklek

__ADS_1


Pintu terbuka dari luar dan ternyata itu Jay yang ingin mengecek persiapan mereka


" Apa kalian sudah siap?"


" Siap dong" Fika , Nami dan Erika menjawab bersamaan


Jay tampak tersenyum , namun sepersekian detik kemudian senyum itu berubah jadi wajah terkejutnya " oh God , apa itu kakak ipar?" Jay tampak menahan tawanya


" Gak perlu ditahan, kalau kak Jay mau ketawa, ketawa ajah" Fika mengerucutkan bibirnya


" Ha ha ha.." Jay tak bisa lagi menahan tawanya " kakak ipar terlihat lucu"


" Lucu - lucu, emangnya aku badut? Tapi aku memang seperti badut hari ini" Fika terkekeh dengan ucapannya sendiri membuat Erika dan Nami ikut tertawa


" Pada ngetawain apa kalian?" Tiba - tiba Nanda datang dengan wajah dinginnya membuat Erika dan Nami menghentikan tawa mereka sedangkan Fika sudah siap menutup wajahnya dengan tangannya


" Tentu saja untuk melihatmu" Nanda mengerutkan keningnya " kenapa kamu tutupin wajah kamu sayang?" Nanda melangkah mendekat


" Jangan mendekat!" Fika berteriak membuat Nanda menghentikan langkahnya


" Kenapa?"


" Nanti kalau kakak lihat aku, kakak bisa ilfil lagi"


" Itu gak mungkin sayang, bagaimanapun penampilan kamu sekarang. Bagi aku kamu sangat cantik" Nanda tersenyum menggoda

__ADS_1


" Ekhem Ekhem" Jay , Erika dan Nami berdehem bersama melihat Nanda yang ternyata bisa bersikap manis juga. Karena Nanda yang mereka tahu adalah Nanda yang datar dan dingin sedingin kutub utara


" Kalian kenapa? Batuk? Berobat sono!" Nanda mendelik melihat mereka bertiga membuat mereka cengo mendengar kata - kata Nanda


" Ish ternyata pak bos kita bisa bercanda juga" celetuk Nami sambil terkekeh membuat Jay menatapnya tak percaya " gadis ini berani atau terlewat polos" batin Jay sambil menggelengkan kepalanya sedangkan Erika tampak menyikut Nami membuat Nami menutup mulutnya sendiri


Nanda melayangkan tatapan tajamnya membuat mereka menelan salivanya susah sedangkan Fika masih setia menutup wajahnya


"Sudahlah, lebih baik kalian bersiap diposisi masing- masing. Mereka bisa datang kapan saja, terutama kamu" Nanda menunjuk Nami dengan tangannya " karena yang akan pertama mereka temui adalah kamu"


" Baik pak" Nami pun menmbungkukan tubuhnya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu sedangkan Jay dan Erika masih mematung ditempatnya


" Kalian menunggu apa ha?" Nanda sedikit meninggikan suaranya membuat Erika dan Jay kelabakan dan langsung meninggalkan ruangan itu


Nanda kembali mendekati Fika, memegang tangan yang menutup wajahnya dan menurunkannya sehingga terpangpanglah wajah Fika yang sudah di make over sedemikian rupa


Nanda tampak membulatkan matanya karena kaget dan sepersekian detik kemudian dia tampak menahan tawanya " huufth"


Fika mengerucutkan bibirnya melihat eksfresi Nanda " jangan tertawa!"


" Tidak" Nanda menutup mulutnya sendiri karena tidak bisa menahan rasa ingin tertawanya


" Ish , aku bilang jangan tertawa" Fika merengek manja


" Ha ha ha" Akhirnya tawa Nanda pecah juga " maaf" ucap Nanda disela tawanya " maafkan aku sayang, kamu terlihat sangat lucu" Nanda mencoba menghentikan tawanya

__ADS_1


" Ish, kakak dan kak Jay sama saja" Fika mendengus kesal melihat Nanda yang masih saja tertawa melihat penampilannya


Jangan lupa Like , Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏


__ADS_2