
Hai para readers setia ku jangan lupa mampir di karya aku selanjut nya Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel dan Yuki). Disana akan ada kelanjutan kehidupan Nanda dan Fika juga dari bab 50 lebih yang gak ada di season 1. Di sana juga akan ada kisah Jay dan Alice juga kisah Nami dan pasangan nya yang akan di bahas nanti di sana. Bagi yang udah baca pasti udah tahu siapa, iyakan?ππ
Sekarang udah bab 64 lo, jadi jangan sampai ketinggalan baca kisah mereka di sana. Judul dan cover nya aku ganti sedikit ya jadi seperti ini.
Semoga dengan di rubah, pembaca nya bertambah dan tidak sepi lagi kayak kuburanπ π
Jangan lupa juga mampir di karya baru aku lagi yang baru akan rilis besok dengan judul dan cover seperti di bawah ini.
Dan berikut bocoran bab pertama di novel ini:
Bab 1
Brak
Duag
Daaarrr
Sebuah mobil mewah berwarna hitam tampak menabrak pembatas jalan tol dan terpelanting jauh menghantam jalanan dan jatuh ke dalam jurang yang ada disana. Mengakibatkan dua orang yang berada di dalamnya terluka sangat parah.
Suara sirine ambulan dan mobil polisi tampak memengkakan telinga orang - orang yang ada disana. Banyak orang - orang tampak berkerumun melihat kejadian itu, bahkan beberapa orang tampak mengambil foto dan vidio kejadian itu dengan ponsel yang mereka bawa
Sementara di sebuah kafe yang lumayan besar tampak seorang gadis cantik dengan kulit putih mulus dan mata yang agak sipit dengan bibir dan hidung yang mungil tampak sedang tertawa senang bersama dengan teman nya.
Namanya Yemi Arsyavina, putri dari pasangan Davin dan Dinda Alfano pemilik Alfano Corp. Sebuah perusahaan yang lumayan besar di Jakarta.
" Bagai mana hubungan lo sama uncle lo itu ?" gadis di hadapan Yemi yaitu Mia bertanya dengan nada mengejek nya
" Ish, udah lo jangan bahas itu. Males gue" Yemi memutar bola matanya malas
" Kenapa? Biasanya lo paling semangat kalau bahas uncle ganteng lo itu" Mia menatap Yemi dengan tatapan menyelidik
__ADS_1
" Lo tahu, hari minggu kemarin gue datang ke apartemen uncle gue dan gue nyatain persaan gue sama dia. Lo tahu apa yang dia bilang?" Yemi menyuapkan cemilan pada mulutnya
" What? Lo gila ya?" Mia tampak berteriak seraya membulatkan bola mata nya saat mendengar ucapan sahabat gila nya itu.
Bagaimana Mia tak menganggap sahabat nya itu gila, saat dia jatuh cinta pada unckle nya yang usianya terpaut 18 tahun lebih tua dari nya. Dan dengan lebih gila nya lagi ternyata sahabat nya itu berani mengungkap kan perasaan nya. Sungguh Mia dibuat geleng - geleng kepala dengan tingkah sahabat nya itu.
" B aja kali muka lo" Yemi memutar bola mata nya malas
" Terus - terus gimana?" Mia bertanya dengan wajah antusias nya
" Nabrak gue, kalau terus" Yemi terkekeh
" Yey, gue srius dodol. Terus gimana, lo diterima?"
" Boro - boro, dia malah bilang gini" Yemi bersiap memeragakan gaya dari uncle nya "Ha ha ha... Yemi sayang, kamu itu masih kecil untuk cinta - cintaan. Kamu belajar yang rajin dan jangan mikir yang macam - macam" Yemi tampak menyentil udara memeragakan uncle nya yang menyentil kepala nya
" Ha ha ha" Mia tampak tertawa lepas mendengarkan cerita dari Yemi
" Dasar sahabat lucnut lo" Yemi mendengus kesal seraya melempar cemilan yang ada di tangan nya pada Mia. " Lagian gue udah kelas 12 sekarang, berarti gue bukan anak kecil lagi kan" Yemi mengerucutkan bibir nya
" Tapi bagi uncle lo , lo itu masih kecil. Kan dia nya udah tua" Mia tampak terkekeh saat mengucapkan nya.
Derrt
Derrt
Derrt
Ponsel Yemi tiba - tiba berbunyi menandakan ada panggilan masuk pada ponsel nya. Tak lama Yemi pun mengambil ponsel yang ada pada tas nya dan melihat siapa yang memanggilnya.
" Siapa" Mia bertanya seraya meminum minuman yang ada di hadapan nya
" Gak tahu" Yemi tampak mengerutkan kening nya melihat layar ponsel yang ada di tangan nya
" Coba angkat" Mia memberi solusi dan Yemi pun menganggukan kepala nya dan langsung menerima panggilan itu dan menempelkan benda pipih itu pada telinga nya
__ADS_1
" Halo" Yemi bersuara dengan ramah
" ................."
" Apa? Bagai mana bisa?" Yemi tampak membulatkan bola mata nya dengan wajah yang tampak memucat saat mendengarkan kabar dari orang yang ada disebrang sana
" ................."
" Baiklah , saya akan ke sana sekarang" Yemi pun terburu - buru beranjak dari duduk nya dan langsung menyambar tas yang ia letakkan di atas meja
" Ada apa? Kenapa kamu panik?" Mia tampak ikut khawatir melihat sahabat nya itu
" Aku buru - buru, kamu tolong bayarkan makanan nya " Yemi tampak melangkahkan kaki nya . "Nanti aku cerita kan oke" setelah mengatakan itu Yemi pun melesat keluar dari kafe itu dan menaiki mobil nya pergi ke tempat yang tadi di katakan oleh pemanggil pada ponsel nya tadi
Yemi menjalankan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit kota Jakarta. Ya tadi yang menghubungi nya menyuruh Yemi datang ke Rumah Sakit untuk melihat kedua orang tua nya yang mengalami kecelakaan di jalan tol arah Bandung ke Jakarta
" Semoga saja itu bukan mereka" gumam Yemi dengan tangan yang sudah gemetar dan jantung yang berdetak sangat kencang serta air mata yang sejak tadi sudah mengalir membasahi wajah cantik nya.
Hanya membutuh kan waktu dua puluh menit saja untuk Yemi sampai ke rumah sakit tujuan nya. Dengan tergesa - gesa Yemi turun dari mobil nya dan berlari masuk ke meja recepsionist yang ada di sana.
" Di mana korban kecelakaan mobil yang baru saja terjadi" Yemi berkata dengan nafas yang tersengal - sengal karena dia berlari dari tempat parkir ke sana.
" Mereka masih di UGD mbak" suster yang bertugas di sana menjawab dengan ramah
" Terima kasih" Yemi pun langsung berlari menuju UGD setelah mengatakan nya
Yemi tampak terpaku di depan ambang pintu ruangan UGD melihat kedua orang yang sangat dia cintai dan dia sayangi terbujur kaku di atas blangkar yang berdampingan. Disana juga tampak seseorang yang sangat dia kenali tampak menundukan wajah nya dengan tubuh yang bergetar di samping blangkar ayah nya
" Ayah, Ibu" Yemi berteriak histeris berlari menghampiri kedua orang yang sangat berharga dalam hidupnya yang kini terbujur kaku dengan luka di sekujur tubuh nya sedangkan orang yang dari tadi duduk dengan kepala menunduk tampak menolehkan pandangan nya pada gadis yang kini menangis histeris di hadapan nya
" Ayah , ibu, jangan pergi! Jangan tinggalin Yemi sendirian , kalau tidak ada ayah dan ibu Yemi sama siapa?" Yemi berteriak histeris dengan tubuh yang bergetar sangat hebat seiring isakan tangis yang keluar dari bibir nya
" Ayah, ibu bangun!" Yemi terus mengguncang tubuh kedua orang tua nya bergantian. Ini tidak lucu yah, bu, ayo bangun hiks...hiks.." Tubuh Yemi luruh di lantai antara kedua blankar orang tua nya dengan keadaan yang sangat menyedih kan
" Kamu masih punya uncle, kamu tidak sendirian. Uncle akan selalu menjagamu" Sosok yang sedari tadi terdiam dengan wajah yang tertunduk seraya menangis dalam diam, kini menghampiri tubuh rapuh Yemi dan memasukan nya kedalam dekapan nya. Dia adalah Kenzi Nakamura, uncle yang selalu ada dalam hati Yemi dan membuat nya tergila - gila setengah mati
__ADS_1
Yemi tak menolak perlakuan uncle nya itu dan terisak dalam dekapan nya, jujur ini adalah hal yang paling Yemi butuhkan saat ini.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih ππ