Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 91


__ADS_3

Keesokan harinya tiba - tiba ada keributan diruang makan saat semua akan memulai makan malam mereka.


Bima yang tengah akan makan malam bersama yang lainnya tiba - tiba marah saat Danu datang menghampirinya


" Mau apa kau kemari ha?" Bima setengah berteriak pada Danu dengan tatapan yang tajam dan rahang yang mengeras


" Apa maksudmu? Bukankah sudah biasa aku datang kemari" Danu bersikap biasa saja


Semua orang tampak saling melirik satu sama lain melihat kedua sahabat itu


" Aku sangat kecewa padamu, seharusnya aku tidak mempercayaimu sejak awal" Bima berdiri dari duduknya dan menunjuk wajah Danu dengan telunjuknya


" Apa maksudmu?" Danu mengerutkan keningnya " sepertinya ada kesalah pahaman disini" Danu masih bersikap seolah tak tau apa - apa


" Hah, salah paham katamu? Biar aku tunjukan padamu kesalah pahaman itu, ikut aku!" Bima meninggalkan semua orang dimeja makan dengan tatapan heran menatap keduanya bahkan Bima pergi tanpa menyentuh makanan nya sedikitpun dan itu membuat Sita khawatir sedangkan Bisma tampak mengangkat sudut bibirnya saat melihat pertengkaran antara keduanya


" Aku bisa memanfaatkan situasi ini untuk memecah belah mereka" batin Bisma dengan seringai diwajahnya


Danu hendak beranjak dari tempatnya untuk menyusul Bima, namun dia dihentikan oleh suara Sita


" Mas Danu" Danu pun menoleh " sebenarnya apa yang terjadi? Aku belum peenah melihat kalian bertengkar seperti ini, apa ada hal yang serius? "Sita bertanya dengan wajah khawatir


" Tenang saja, semua baik - baik saja" Danu menepuk pundak Sita dan setelahnya berlalu menyusul Bima diruang kerjanya


" Aktingnya sungguh luar biasa, aku sampai benar - benar sakit hati saat mengendengarnya" Danu menggeleng - gelengkan kepalanya seraya melangkahkan kakinya dengan senyum tercetak dibibirnya


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓

__ADS_1


Dua hari setelah pertengkaran antara Bima dan Danu terjadi, Danu tak pernah lagi datang kerumah besar bahkan bila mereka bertemu di kantor mereka hanya berbicara seperlunya saja bahkan mereka tak saling menyapa bila berpapasan dijalan


Bisma semakin tersenyum senang saat melihat pertikaian antara mereka semakin besar.


" Wah sepertinya masalah mereka cukup besar, aku akan memanfaatkan ini" gumam Bisma saat melihat Bima dan Danu saling mengacuhkan satu sama lain


Bisma pun memutuskan untuk mengikuti Danu keruangannya


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara pintu yang diketuk saat Danu sedang sibuk dengan pekerjaannya


Ceklek


Pintu pun terbuka menampilkan sosok Bisma dengan wajah angkuhnya, jujur saja saat ini Danu tengah mengumpat Bisma dalam hatinya saat melihat wajah yang angkuh itu


" Wow... Lihat siapa yang datang? Apa aku tidak salah lihat, angin apa yang membawa seorang Bisma Wijaya datang menemuiku?" Danu mengangkat sebelah alisnya


" Yang pasti bukan angin topan ataupun angin ****** beliung yang membawaku kesini" sudut bibir Bisma terangkat


" Ternyata seorang Bisma Wijaya bisa juga bercanda ternyata" Danu sedikit terkekeh


" Ya, hanya pada orang tertentu saja" Bisma dengan santainya duduk dihadapan meja kerja Danu tanpa dipersilahkan

__ADS_1


" Aku bisa melihat itu" Danu melipat kedua tangannya dan ia letakan diatas meja dengan wajah yang serius


" Aku lihat hubunganmu dengan kakakku sedang tidak baik - baik saja" Bisma melipat kedua tangannya didadanya


" Itu bukan urusanmu" jawab Danu ketus menyenderkan tubuhnya pada kursi kebesarannya


" He he.. kamu benar , itu bukan urusanku" Bisma terkekeh " tapi yang aku lihat sekarang kakakku sudah tidak percaya padamu lagi, kalau aku jadi dirimu aku akan merasa sangat teringgung"


" Apa maksudmu" Danu mengerutkan keningnya


" Maksudku, bukankah kamu sudah bekerja keras selama ini untuknya dan perusahaan ini, tapi sekarang dia dengan seenaknya menyebutmu penghianat" Bisma melirik Danu dengan ujung matanya


" Binggo, umpan telah dimakan" batin Danu " kamu tahu sepertinya kamu benar" Danu tampak berfikir " bukankah aku sudah sangat bekerja keras selama ini? Seharusnya aku bisa mendapatkan lebih dari apa yang aku dapatkan selama ini bukannya malah mendapatkan tuduhan seperti ini" Danu tampak mengeraskan rahangnya , matanya menerawang kedepan sana


" Kamu benar sekali" Bisma tersenyum senang " apa kamu mau bergabung denganku? Aku bisa membantumu mendapatkannya" memandang wajah Danu yang seperti sedang berfikir


" Bagaimana caranya?" Danu mengangkat sebelah alisnya


" Aku sudah mempunyai rencana yang bagus" Bisma tersenyum penuh arti pada Danu


" Apa itu?" Danu tampak penasaran " cepat kau katakan , agar aku bisa memikirkan rencanaku untuk langkah selanjutnya" batin Danu dengan sangat penasaran


Bisma pun menceritakan rencananya pada Danu , Danu awalnya sangat kaget dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari Bisma. Danu berfikir bagaimana bisa seorang adik dengan begitu tega merencanakan hal yang sangat jahat pada kakaknya, kakak yang bahkan rela kehilangan segalanya demi adiknya. Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan Bisma sepenuhnya karena dia juga tidak tahu apa yang telah dilakukan kakaknya itu untuk dirinya karena Bima merahasiakannya dari semua orang termasuk ayahnya sendiri. Yang tahu masalah ini hanya Bima , Sita dan dirinya. Setidaknya itu yang Danu fikirkan, dia tidak tahu saja bahwa Fika juga mengetahuinya karena sering menguping percakapan antara kedua orang tuanya


Danu kali ini harus benar - benar memikirkan segalanya dengan sangat matang dan hati - hati. Dia tidak boleh salah sedikitpun karena akan fatal akibatnya. Sungguh Danu sangat lelah dengan semua ini


Jangan Lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2