Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 47


__ADS_3

" Ceritakan padaku" Adzriel menatap intens Nanda. Kini mereka berdua tengah duduk diatas sofa yang ada diruangan itu, dua cangkir kopi kini telah tersedia didepan mereka masing - masing. Seorang OG yang diminta Afkha untuk mengantarkannya pada mereka berdua karena sepertinya pembicaraan mereka masih akan panjang


Nanda menarik nafasnya pelan sebelum memulai bercerita


Flash back on


Nanda Aditama Balendra adalah anak dari pasangan Davian Aditama Balendra dan Anika Balendra. Nanda adalah pria dingin yang tak pernah melirik ataupaun menyukai seorang gadis walaupun banyak gadis yang tergila - gila padanya. Alasannya selalu sama," para gadis hanya mengganggu dan merepotkan" itu yang selalu ia ucapkan bila ada yang membahas tentang wanita padanya.


Suatu hari Nanda dikirim oleh orang tuanya ke Bandung untuk tinggal bersama bibinya Anita adik dari mommynya Anika. Bibi Anita saat itu belum mempunyai seorang anak walaupun umur pernikahannya dengan sang suami sudah lumayan lama. Anita bukan asli orang Bandung , namun karena ikut suaminya yang orang asli Bandung sehingga Anita ikut suaminya tinggal disana


Hari pertama Nanda lewati dengan mengurung diri dikamarnya, dia begitu malas untuk leluar rumah apalagi lingkungan yang harus Nanda hadapi adalah lingkungan baru dan Nanda kurang suka itu


Hari kedua , hari ini Nanda akan pergi kesekolah dengan memakai sepedanya " bibi yang benar saja, apa aku harus menaiki ini kesekolah? Apa tidak ada motor atau mobil apa?" Nanda berbicara malas


" Tidak ada Adi, bibi kan sudah bilang ini bukan Jakarta dan sekolah juga lumayan dekat dari sini" Anita mengedarkan matanya " tuh lihat anak itu? Dia juga sekolah disekolah yang sama denganmu hanya saja dia baru kelas 10. Ayo sana kamu bareng sama dia"


Nanda melihat kearah yang ditunjuk oleh bibinya itu dengan malas


" Fika!" Anita berteriak memanggil gadis tetangganya itu


Fika pun menoleh dan melihat siapa yang telah memanggilnya, setelah dia menemukannya Fika pun tersenyum manis " ada apa bi?"


"Sini" Anita memainkan tangannya

__ADS_1


Fika pun mendekat dengan kening yang berkerut melihat pria tampan tapi dingin yang ada disebelah tetangganya itu " dia siapa?" batin Fika


Fika melihat pria itu dari atas sampai bawah " ganteng sih, tapi sombong" batin Fika saat melihat Nanda yang terlihat acuh padanya


" Sayang, bisa tolong bibi?" Fika menganggukan kepalanya " kamu berangkatnya bareng sama Adi ya! Dia baru disini kasihan belum tau letak sekolahnya dan belum punya teman disini, kamu mau ya jadi temannya Adi selama dia disini?" Fika melirik pria yang disebut oleh tetangganya itu


" Oh Tuhan, yang benar saja? Aku harus bareng sama dia? Ah belum apa - apa saja sudah membuatku kesal" batin Fika


Dengan berat hati Fika pun menganggukan kepalanya dengan senyum yang dipaksakan


" Ayo ka, kita berangkat!" Fika tersenyum manis kearah Nanda. Nanda tidak menggubris Fika dan berlalu begitu saja meninggalkan Fika yang mematung


" Ish .. dasar menyebalkan!" Fika menggerakan tangannya seperti sedang mencekik kearah Nanda . Namun tak disangka Nanda menoleh membuat Fika terkesiap. Fika langsung menurunkan tangannya dan nyengir kuda


" Bibi Anita , Fika berangkat dulu ya! Assalamua'laikum" Fika pun terburu - buru menyalami Anita dan melesat pergi menyusul Nanda


Diperjalanan mereka mengayuh sepeda mereka masing - masing dengan keheningan hanya suara deru mesin kendaraan yang berlalu lalang disekitar mereka.


Tiba disuatu persimpangan jalan Fika berhenti sedangkan Nanda yang ada didepannya terus melaju " hei ka kamu mau kemana?" Fika berteriak membuat Nanda menghentikan laju sepedanya dan menoleh


" Kau tak lihat aku memakai seragam? tentu saja kesekolah dasar aneh"


" Ish.. menyebalkan" batin Fika

__ADS_1


" Iya aku tau, tapi sekolah yang mana? Apa kakak tau dimana letaknya?" Fika tersenyum mengejek


Nanda menggaruk tengkuknya yang tidak gatal seraya melihat sekitar yang terasa asing baginya.


" Ikuti aku" Fika kembali mengayuh sepedanya kepersimpangan jalan. Nanda pun mengikutinya tanpa mengucapkan sepatah katapun, wajahnya merah karena malu namun bukan Nanda namanya jika tidak gengsi yang digedein. Fika tampak mengulum senyumnya sambil mengayuh sepedanya


" Sampai" sorak Fika saat mereka didepan gerbang sebuah sekolah negri didaerah sana


Nanda melengos begitu saja membuat Fika geram sendiri " stop" gadis itu membentangkan tangannya disepan sepeda Nanda " terimakasih Fika , tak bisakah kakak berkata seperti itu?" Fika menatap tajam pada Nanda


" Terima kasih Qia" jawab Nanda dingin


" Qia?" Fika mengerutkan keningnya


" Ya, bukankah itu namamu? " Nanda menunjuk name tag yang ada pada seragam Fika


" Tapi aku lebih sering dipanggil Fika dan aku menyukainya"


" Kalau begitu berarti aku special, anggap saja itu panggilan kesayangan dariku" Nanda tersenyum tipis sebelum meninggalkan Fika yang masih tertegun disana


"Apa aku tidak salah dengar? Panggilan kesayangan katanya?" Wajah Fika merona merah entah kenapa dia tersipu hanya dengan ucapan Nanda padanya


Ditempat lain Nanda pun tengah memegang dadanya karena jantungnya sejak tadi berdetak dengan kencang " ada apa denganku? tidak pernah aku merasakan hal ini saat bersama gadis lain. Padahal dia gadis yang sangat aneh" batin Nanda

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2