
Beberapa hari telah berlalu, hubungan Fika dan Nanda hanya begitu - begitu saja dan sama sekali belum ada perkembangan lagi.
Hari ini Nanda ada pertemuan dengan kliennya di kafe x , Nanda memutuskan untuk mengajak Fika karena memang pertemuan itu sengaja diatur beberapa waktu sebelum makan siang, jadi Nanda berniat untuk makan siang disana sekalian bersama dengan istrinya itu
Tak ada percakapan antara mereka saat dalam perjalanan, sepertinya mereka masih merasa malu untuk berbicara apalagi saling melihat satu sama lain karena kejadian waktu
" Ehkem" Nanda mencoba untuk menetralisir kecanggungan antara mereka " kalau tidak salah, bukankah kamu kenal dengan klien kita kali ini?" Nanda melirik Fika sekilas dan kembali fokus pada kemudinya
" Benarkah? Siapa?"
" Kamu tidak tau?" Fika menggeleng karena dia tidak tau tentang pertemuan ini karena semua disiapkan dan di atur oleh Erika. Fika terkadang juga heran karena tugas Fika tidak seperti asisten CEO pada umumnya. Dia hanya diberi pekerjaan yang ringan dikantor, bahkan semua jadwal dan keperluan Nanda semua masih diatur oleh Erika
" Apa Erika tidak memberi tahumu? Sudahlah, kamu juga nanti akan tahu sendiri" tak lama mobil yang mereka tumpangi tampak masuk kedalam lahan parkir sebuah restorant yang lumayan besar
Nanda dan Fika masuk dan disambut oleh pelayan resto tersebut dan mengantar mereka menuju ruang ViP yang sudah di boking untuk pertemuan mereka kali ini
Tak lama mereka berjalan, akhirnya mereka sampai disebuah ruangan yang mereka tuju. Disana tampak sudah ada dua orang pria yang sudah menunggu mereka dan Fika tahu betul siapa mereka.
__ADS_1
Fika sedikit kaget begitupun salah satu dari pria itu " Adzriel" ucap Fika girang seraya menghampiri sahabatnya itu. ya kedua pria itu adalah Adzriel yang mewakili Saputra Corp perusahaan keluarganya bersama dengan asisten pribadi sekaligus sepupunya Afkha.
" Fika, kamu disini?" Adzriel pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Fika sambil merentangkan tangan nya untuk memeluk sahabatnya itu, apalagi sudah lebih dari satu minggu mereka tidak bertemu karena kesibukan mereka masing - masing
Namun baru Fika akan melangkah menghampiri Adzriel, tangannya sudah dicekal duluan oleh seseorang. Fika menoleh melihat siapa yang telah mencekalnya, dilihatnya Nanda dengan wajah yang sangat tidak bersahabat membuat Fika menelan salivanya dengan susah payah. " bila kau maju, kau mati" seperti itulah yang tergambar pada raut wajah Nanda yang dilihat oleh Fika
" He he... Afkha juga disini ternyata?" Fika mengalihkan perhatiannya pada Afkha sereya tertawa canggung
Adzriel menurunkan perlahan tangannya dengan kecewa , sejenak Adzriel mengerutkan keningnya melihat tangan Nanda yang mencekal tangan Fika
Nanda dan Fika pun menganggukan kepala mereka dan mulai mendudukan diri mereka di atas kursi masing masing. Posisi mereka saat ini adalah Fika yang berhadapan dengan Adzriel dan duduk disebelah Nanda sedangkan Nanda berhadapan dengan Afkha yang duduk disamping Adzriel.
" Bisa kita langsung memulainya saja" Nanda berkata tegas dan dingin mengintrupsi Fika yang tengah berbicara melalui kode bersama Adzriel, entah apa yang mereka sedang bicarakan
"Bagaimana kalau kita pesan minum atau makanan terlebih dahulu" Afkha menawarkan
" Minum saja, karena setelah ini saya berencana akan makan siang dengan istri saya" melirik sekilas pada Fika " berdua" lanjutnya dengan menekankan kata berdua
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu" Afkha pun segera memanggil pelayan dan memesankan minuman untuk mereka berempat
" Oh ya saya baru tau , kalau anda sudah menikah" Adzriel menyahuti perkataan Nanda
" Ya , baru beberapa hari yang lalu"
" Saya ucapkan selamat kalau begitu" Adzriel tersenyun ramah seraya menjabat tangan Nanda yang disambut baik oleh Nanda tidak tau daja dia kalau istri dari pria dihadapannya itu adalah sahabatnya sendiri
Tak lama minuman yang dipesankan oleh Afkha pun telah sampai dihadapan mereka masing - masing, kopi dingin untuk para pria dan jus alpukat untuk Fika
" Wah terimakasih Afkha, kamu masih ingat saja minuman kesukaanku" Fika tersenyum manis pada Afkha membuat wajah Nanda memerah menahan marah
" Tentu saja aku ingat , bukankah ka Adzriel selalu membicarakannya. itu membuatku hafal diluar kepala" Afkha terkekeh
" Kamu benar , Adzriel itu selalu cerewet" Fika ikut terkekeh
" Ekhem, bisa kita mulai saja rapat kita? tiba - tiba Nanda bicara dengan nada yang sangat dingin membuat mereka terdiam dan memasang wajah serius mereka, lalu kemudian merekapun memulai rapat mereka
__ADS_1