
Malam semakin larut. Anita dan Yudi sudah pamit pulang kerumah mereka karena Dimas yang sudah terlelap sedari tadi. Salsa dan Anggi juga sudah masuk sedari tadi untuk mengemasi barang - barang mereka yang akan dibawa besok saat kembali ke Surabaya
Kini tinggal Yuki , Adzriel ,Nanda ,Fika dan Andra yang ada disana. Mereka terlihat duduk diatas rumput taman yang ada disana
" Sayang, bagaimana kalau kita ke kamar sekarang? Kita bisa melanjutkan yang tadi siang hem" Nanda tampak berbisik pada Fika membuat bulu kuduknya merinding dan wajahnya juga merona
" Tidak, aku masih ingin disini" Fika menjawab sambil menahan rasa geli yang ia rasakan karena wajah Nanda yang hampir menempel pada ceruk leher Fika
Yuki, Adzriel dan Andra tampak memutar bola mata mereka malas melihat kelakuan ajaib pasangan ini
" Ehkem, apa kalian tidak bisa bermesraan dikamar kalian saja" Adzriel tampak kesal " hormati kami yang masih jomblo dan kalian juga harus lihat, ada anak kecil disini" Adzriel menunjuk Andra dengan dagunya dengan perasaan kesal
" Sepertinya Adzriel merasa cemburu melihat kemesraan Fika dan tuan Nanda "batin Yuki menatap sendu pada Adzriel
"Aku juga maunya begitu, tapi apa daya istriku yang tersayang ini masih ingin disini bersama kalian. Dan kalau masalah kalian yang masih jomblo, itu bukan urusanku" Nanda berkata datar
" Ish, dasar tidak tahu malu" Andra mendengus kesal membuat semua menoleh kearahnya. Berani sekali dia mencibir seorang Nanda Aditama Balendra, fikir mereka
" Apa kamu bilang" Nanda melotot tajam pada Andra namun yang ditatap bersikap acuh
__ADS_1
" Apa aku salah?" Andra membalas tatapan tajam dari Nanda
" Aih sepertinya akan gawat" batin Fika. Tangannya bergerak merangkul tangan kekar Nanda
" Ayo kita kekamar saja, bukankah ka Adi tadi ingin mengajakku ke kamar" Fika memasang puppy eyesnya pada Nanda membuat Nanda gemas sendiri dan melupakan kekesalannya pada Andra.
" Apa kamu sedang menggodaku hem? Baiklah seperti yang kamu inginkan sayang" Nanda langsung mengangkat tubuh mungil Fika membawanya kedalam rumah tepatnya kekamar mereka
" Oh Tuhan , apa yang sudah aku lakukan. Sepertinya malam ini akan kembali menjadi malam yang panjang dan sangat melelahkan" batin Fika dengan senyum paksa dibibirnya sedangkan Nanda terus berjalan dengan senyum yang mengembang dibibirnya
Adzriel dan Andra tampak menggelengkan kepalanya sedangkan Yuki menatap punggung Nanda dengan mata yang berbinar
Adzriel dan Andra sama - sama menoleh melihat Yuki dengan mengerutkan dahi mereka
" Apanya yang romantis?" Andra mencibir
" Gue bisa lebih romantis dari itu" Adzriel menaik turunkan alisnya
" Benarkah?" Yuki menatap Adzriel dengan mata yang berbinar namun sepersekian detik kemudian dia merubah wajahnya menjadi datar " oh ya, tapi siapa yang mau lo romantisin. Orang lo aja masih jomblo" Yuki memutar bola matanya malas
__ADS_1
" Seandainya lo bisa kayak gitu sama gue Ril, gue pasti seneng banget. Tapi itu gak mungkin terjadi kan" batin Yuki sambil melirik Adriel dengan tatapan sendunya. Namun sepersekian detik kemudian Yuki tampak mengembangkan senyumnya dan berpura acuh pada Adzriel untuk menutupi perasaannya
"Andra" Yuki meninggalkan Adzriel dan menghampiri Andra sedangkan yang dipanggil terihat cuek - cuek saja " Andra mau gak romantisin ka Yuki kayak gitu" Yuki merayu Andra dengan centilnya
Andra menaikan alisnya sebelah " apa kakak bercanda" Andra dengan nada datarnya
" Ish, siapa bilang kakak bercanda. Kamu mau gak jadi pacar kakak, nanti kakak kasih permen deh"
" Kakak aneh, memangnya aku anak kecil apa?" Andra melirik Adzriel yang mukanya memerah menahan kesal " kalau kakak mau jadi pacar aku, kakak gak perlu kasih aku permen, cukup kakak cium pipi aku satu kali aja gimana?" Andra tersenyum smirk melihat ke arah Adzriel
Dengan hanya melihatnya saja Andra bisa langsung tahu kalau mereka saling menyukai namun entahlah sepertinya mereka tidak terlalu pintar karena tak sadar akan perasaan mereka masing - masing. Jadi mungkin sedikit dorongan darinya akan sedikit membantu mereka
" What? Ci cium? Ha ha.. kamu bisa saja, masih kecil sudah tau cium - cium segala" Yuki tertawa canggung seraya menepuk pundak Andra lumayan keras membuat Andra meringis kesakitan
" Aw, pukulan kak Yuki bisa sesakit ini apalagi.." batin Andra, seraya mengelus pundaknya yang terasa panas. Matanya melirik Adzriel yang tengah melayangkan tatapan tajam kearahnya " sebaiknya aku tidak terlibat terlalu jauh dengan mereka" lanjut Andra dalam hatinya
" Baiklah ka Yuki, sepertinya kak Adzriel lebih cocok untuk melakukan hal romantis pada kakak . Aku harus cepat masuk kedalam, sepertinya ibu mencariku" tak menunggu lama Andra melesat masuk kedalam rumah sedangkan Adzriel dan Yuki saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang sulit untuk diartikan
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1