Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 61


__ADS_3

" Sayang , kamu disini juga?" Nanda tersenyum manis


" Ya, kakak kesini sama siapa? Tadi aku lihat ka Jay keluar dari sini, jadi aku fikir kakak juga pasti ada disini" Fika menatap Nanda dengan tatapan menyelidik " dan aku melihat ka Jay bersama dengan orang yang tak asing dipenglihatanku"


Glek


Nanda menelan salivanya susah " aku tidak bisa menyembunyikannya lagi kalau begini" batin Nanda


" Ada apa sih Fik? Yuki yang belum faham akan situasi yang ada pun bertanya


" Jawab ka! Kenapa kakak diam ha? Apa kakak menyembunyikan sesuatu dariku?" Fika tak menghiraukan pertanyaan Yuki dan malah melayangkan serentetan pertanyaan pada Nanda dengan tatapan nanarnya


" Kamu tenang ya! Kita bicarakan ini dirumah oke?" Nanda memegang kedua pundak Fika dan berkata lembut sedangkan Yuki masih dengan tanda tanya besar dalam kepalanya


" Oke" Fika menarik nafas pelan untuk menetralisir kekesalan yang ada dalam hatinya " Ki, sory ya gue pulang duluan" Fika menoleh pada Yuki yang ada disampingnya


" It's oke, tapi lo gak papa kan?"

__ADS_1


" Gak, gue gak papa. Nanti gue ceritain semua sama lo"


" Oke, pokoknya lo harus cerita sama gue" Yuki tersenyum dibalas senyuman oleh Fika. Fika pun memeluk sahabatnya itu sebelum melangkahkan kakinya. Fika sangat beruntung mempunyai sahabat yang sangat baik seperti Yuki dan Adzriel, mereka selalu mengerti dan ada disaat dia membutuhkan mereka


Setelah itu Fika dan Nanda melangkah pergi keluar dari kafe menuju mobil yang sudah Nanda pesan pada Pak Indra di mansion. Dan tadi sebelum keluar dari ruang VIP sopir yang di utus oleh pak Indra mengirimkan pesan pada Nanda bahwa dia sudah sampai didepan kafe.


Sedangkan Yuki , ia membayar terlebih dulu makanan yang telah ia dan Fika pesan tadi. Yuki tidak bermaksud untuk menghabiskan makanannya karena dia memikirkan keadaan Fika "apa yang sebenarnya telah terjadi? Semoga Fika baik - baik saja" gumam Yuki. Jujur saja hatinya kini tidak tenang setelah dia melihat raut wajah Fika tadi rasa marah, cemas dan kebencian semua tergambar pada wajah Fika


Nanda memutuskan untuk membawa Fika ke apartemen miliknya daripada ke mansion karena melihat keadaan Fika sekarang tidak mungkin untuk mereka pulang ke mansion, bisa - bisa mommy Anika akan heboh dan sangat mencemaskan menantunya itu. Terlebih lagi Nanda rasa akan lebih tenang untuk mereka mengobrol masalah ini disana daripada di mansion


Nanda dan Fika terlihat sudah membersihkan diri mereka masing - masing dan sudah mengenakan pakaian rumah mereka . Kini Fika dan Nanda sama - sama duduk disofa ruang tengah sambil berhadapan , kaki mereka sama sama bersila diatas sofa itu


" Kamu mungkin tau siapa yang tadi aku temui, maksudku bukan mungkin tapi kamu tahu persis siapa mereka dan bahkan sangat mengenal mereka. Iya kan" Nanda memandang wajah cantik Fika yang memancarkan rasa kekesalan dan kebencian


" Ya , aku tahu" Fika menjeda ucapannya " bahkan sangat tahu" Nafas Fika terlihat naik turun menahan amarah yang ada didadanya " tapi apa hubungan kakak dengan mereka?" Fika menatap Nanda dengan tatapan menyelidik


" Aku hanya ada urusan yang harus diselesaikan dengan mereka" Nanda mengenggam kedua tangan Fika " bukankah aku tidak mungkin membiarkan orang - orang yang sudah menyebabkan penderitaan pada orang yang sangat aku cintai hem?" Nanda menatap penuh cinta

__ADS_1


Fika mengerutkan keningnya " maksud kakak?"


Nanda pun menceritakan semuanya dari mulai Bisma menhubunginya satu tahun yang lalu dan meminta pinjaman darinya. Nanda pun mau membantunya dengan syarat harus menemukan Fika untuknya . Setelah itu Nanda pun menceritakan bagaimana dia mengambil alih Wijaya Corp untuk Fika, Fika tampak terkejut dengan mata yang berkaca kaca sembari terus mendengarkan cerita dari suaminya itu sampai akhirnya Fika kembali dibuat kaget saat tahu ternyata tadi di kafe paman dan bibinya membawa seoarang gadis yang dijadikan sebagai dirinya untuk mengelabui dan merebut kembali Wijaya Corp dari tangan Nanda


Fika menggelengkan kepalanya sambil membekap mulutnya sendiri, air mata pun akhirnya lolos begitu saja meluncur pada pipinya yang mulus. Nanda menarik pelan tubuh istrinya itu dan memasukanya kedalam pelukannya.


" Kenapa mereka setega itu padaku? Apa salahku pada mereka? Apa tidak cukup mereka sudah mengambil semuanya dariku bahkan orang tuaku" tangis Fika semakin terdengar begitu pilu ditelinga siapa pun yang mendengarnya


Dikecupnya berkali - kali kepala Fika oleh Nanda seraya tangannya terus mengusap punggung dan rambut panjang Fika


" Kamu tidak salah apa - apa sayang, yang salah itu mereka. Mereka sudah terlalu jahat padamu" Fika semakin sesegukan didalam dekapan Nanda


Satu jam sudah berlalu, Fika kini sudah mulai terlihat tenang dalam dekapan Nanda terlihat kini tubuhnya tidak lagi bergetar dan air mata sudah perlahan berhenti untuk mengalir hanya terdengar sesekali sesegukan dari bibir Fika


" Aku penasaran, kejadian apa yang telah menimpamu dan keluargamu 5 tahun yang lalu? " Nanda bertanya dengan hati - hati


Fika mendongakan kepalanya dan perlahan menjauhkan dirinya dari Nanda. Fika menatap wajah tampan Nanda " Kamu ingin tahu?" Nanda pun mengangguk

__ADS_1


Fika memutuskan untuk menceritakan semuanya pada Nanda saat ini, karena cepat atau lambat Nanda juga harus tahu itu. kejadian mengerikan yang selama ini selalu terbayang dalam ingatannya


Jangan lupa Like , Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏


__ADS_2