
Setelah satu jam lebih mereka mengadakan rapat itu ,akhirnya mereka mencapai kesepakatan. Akhirnya mereka akan menjalin kerja sama diantara perusahaan mereka
" Baiklah tuan Adzriel , senang bisa bekerja sama dengan anda" Nanda mengulurkan tangannya pada Adzriel
" Saya juga senang dapat bekerja sama dengan anda" Adzriel pun menyambut uluran tangan Nanda
" Saya kira, pertemuan kita cukup sampai disini. Bila ada sesuatu atau yang tidak berkenan, anda tinggal menghubungi asisten saya Qia atau sekertaris saya Erika"
" Tentu saja"
" Kalau begitu saya dan asisten saya undur diri" Nanda dan Fika hendak melangkahkan kakinya , namun suara Adzriel menghentikan langkahnya
" Maaf tuan, bisakah Fika bersama kami sebentar! Bukankah ini sudah masuk jam istirahat kantor?"
"Aduh Adzriel Adzriel , apa yang kamu katakan" batin Fika seraya menatap tajam pada Adzriel, namun Adzriel hanya nyengir kuda pada Fika sedangkan Afkha hanya terkekeh melihat Fika. Nanda jangan ditanya sudah pasti wajahnya kini merah menahan kekesalannya
"Maaf tuan Adzriel, apa perkataan saya tadi kurang jelas" Nanda berkata dingin
" Bukankah anda bilang, anda akan makan berdua dengan istri anda? jadi mungkin anda tidak akan membutuhkan Fika?"
__ADS_1
" Anda salah tuan , sepertinya Qia belum bercerita pada anda" Nanda melirik Fika " apa kamu belum menceritakan tentang hubungan kita pada sahabatmu ini sayang" Nanda tersenyum menyeringai ke arah Fika . Fika membulatkan matanya menatap pada Nanda " apa tadi dia bilang? sayang? sengaja sekali dia" batin Fika
" A apa maksudnya? apa kamu bisa menjelaskannya?" Adzriel menatap Fika dengan suara bergetar, ada rasa kecewa yang terlihat dari wajahnya. Fika masih diam membisu, dia masih ragu untuk menjawabnya
Nanda dan Afkha hanya melihat kedua sahabat itu berbicara tanpa ada niat untuk menyela
Melihat Fika dengan kediamannya Adzriel mulai merasa perkataan Nanda itu benar
" Katakan Fik, apa kamu sudah menikah?" Fika masih diam membisu
" katakan Fik! Adzriel menaikan nada bicaranya sambil kedua tangannya terulur memegang bahu gadis yang ada dihadapannya itu
" Ha ha ha" Adzriel tertawa sumbang " gue fikir kita ini sahabat Fik, tapi ini apa? lo gak anggap gue ada, bahkan hal penting seperti ini lo gak bilang sama gue? Sungguh gue kecewa sama lo!" Adzriel menumpahkan kekesalan hatinya
Fika tampak menggelengkan kepalanya dengan pelan tak terasa air matanya tumpah begitu saja mendengar kekesalan sahabatnya itu " gu gue bisa jelasin semuanya Ril" Fika berusaha meraih tangan Adzriel namun Adzriel langsung menghindarinya
" Oke kalau itu mau lo, mulai sekarang lo bukan sahabat gue lagi"
Jeder
__ADS_1
Kata - kata itu bagaikan ribuan pisau yang menusuk - nusuk dihati Fika.
Adzriel yang sangat kesal langsung melangkahkan kakinya pergi begitu saja meninggalkan Fika yang tengah bengong sambil berurai air mata
" Yang sabar ka, aku yakin ka Adzriel tidak bersungguh - sungguh dengan ucapannya, bagaimana pun kalian sudah bersahabat selama bertahun - tahun" Afkha pun menyusul Adzriel setelah mengatakan hal itu pada Fika
Nanda merasa bersalah pada Fika, seharusnya dia tidak usah kekanak - kanakan seperti itu dan membiarkan Fika menjelaskan semuanya dengan baik pada sahabatnya itu. Lagi pula ini bukan salah Fika karena pernikahan mereka pun awalnya tidak diinginkan oleh keduanya, semuanya hanya karena kesalah pahaman itu
" Maaf" Nanda merengkuh tubuh mungil Fika yang tengah bergetar hebat karena tangisannya untuk masuk kedalam pelukannya
" Tuan , Adzriel tidak ingin bersahabat dengan saya lagi tuan" Fika berkata dengan terputus - putus karena tangisannya
" Tidak, dia masih sahabatmu" Nanda berusaha menenangkan Fika yang masih terus menangis dalam pelukannya
" Aku akan bicara padanya dan mengembalikan persahabatan kalian, aku berjanji" batin Nanda
Lama Fika menangis dalam pelukan Nanda, Nanda pun dengan sabar menunggu Fika berhenti menangis sambil terus mengusap punggung dan kepala gadis itu dengan lembut
Jangan Lupa Like , Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏
__ADS_1