Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 93


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sangat tidak diingikan oleh Bima, Sita dan Danu dalam hidup mereka. Dimana mereka harus melaksanakan rencana gila mereka yang bahkan keberhasilannya hanya beberapa persen saja apalagi ada Fika sekarang diantara mereka


Seperti rencana awal mereka pagi ini pergi kesekolah Fika untuk menghadiri acara kelulusan Fika. Seperti biasanya Fika yang selalu mendapatkan nilai tertinggi diantara teman - teman sekelasnya selalu meminta untuk merayakan keberhasilannya itu dibukit yang agak jauh dari rumah mereka untuk merayakannya.Dan seperti dugaan mereka, tampak satu mobil hitam membuntuti mereka sedari tadi. Itu membuat Danu , Bima dan Sita merasa sangat gugup dan ketakutan.


" Sepertinya itu mereka" batin Danu masih bersikap biasa seraya melihat kearah spion mobil.


" Itu mereka" batin Bima melihat ke arah yang sama seperti Danu


Bima melirik Danu dan Danu mengnggukan kepalanya. " Apa ini saatnya?" Batin Sita melihat raut wajah Bima dan Danu yang terlihat menegang


Dilihatnya Fika yang sibuk mengoceh pada mereka " semoga kamu mau mendengar apa yang kami ucapkan, dan semoga semua berjalan lancar" batin Sita dengan detak jantung yang berdetak sangat kencang , begitupun Danu dan Bima yang sama - sama merasakannya .Namun mereka berusaha untuk menutupinya dengan bercanda dan mengobrol bersama karena tidak ingin membuat Fika curiga pada mereka


Saat mereka sampai disebuah jalan yang sangat sepi dan terdapat jembatan yang sangat panjang dan luas tiba - tiba mobil yang ada dibelakang mereka sedari tadi menyalib mobil yang dikemudikan oleh Danu dan menghadang mereka


Cekiit


Suara ban mobil berdecit saat rem diinjak dengan keras sehingga menimbulkan gesekan pada ban mobil dan aspal.


" Ada apa? Kenapa om berhenti?" Tanya Fika heran


" Ada apa ini" Sita terlihat panik


" Didepan ada mobil" Danu menunjuk kearah depan dan benar saja tampak sebuah mobil hitam tengah menghalangi mobil mereka


" Kami akan turun, kamu diamlah disini! Jaga Fika jangan sampai dia turun dari mobil" Ucap Bima pada istrinya yang diangguki oleh Sita dengan perasaan khawatir


Setelah mengatakan itu Bima dan Danu pun turun dari mobil dan melangkahkan kakinya ke arah dimana mobil hitam itu berada


" Aku akan maju, kamu disini bersiaplah" bisik Danu pada Bima yang ada disampingnya tanpa menolehkan wajahnya dan tetap menatap lurus kedepan sambil terus melangkah meninggalkan Bima yang berhenti tak jauh dari mobil yang menghadang mereka

__ADS_1


Tuk


Tuk


Tuk


Danu mengetuk kaca mobil yang ada dihadapannya. Tak lama keluarlah dua orang berbadan tinggi besar dengan pakaian hitam mereka


" Kamu atau kami yang akan melakukannya?" Tanya salah satu pria dengan seringai diwajahnya seraya menunjukkan sebuah pistol pada Danu


Deg


Jantung Danu berdetak dengan kencang saat melihat senjata api tersebut " haruskah aku menggunakan ini dan melakukannya pada sahabatku sendiri?" batin Danu " biar aku saja" merebut pistol itu dari tangan pria itu dengan wajah dinginnya


Danu membalikan badannya dan berjalan menghampiri Bima


" A apa yang terjadi? Kenapa kau membawa pistol itu? Dan siapa mereka?" Bima yang melihat Danu berbalik sambil membawa pistol ditangannya


" A apa maksudmu?"


" Apa kau kira aku tak sakit hati, saat kamu menuduhku tanpa bukti ha?" Danu mengubah raut wajahnya bak pisikopat seraya mengusap pistol yang ada ditangannya " bahkan kau tidak memperdulikan apa yang sudah aku lakukan selama ini untuk dirimu" membidik Bima dengan pistolnya " jadi sekarang, terima akibatnya"


Dorr


Tanpa menunggu lama Danu melesatkan tembakannya ke arah perut sahabatnya itu sehingga membuat tubuh Bima langsung terkapar diatas aspal dengan darah segar mengalir dari perutnya.


Tak lama setelah tembakan itu melesat Sita keluar dari mobil dan berteriak histeris melihat suaminya yang sudah terkapar tak berdaya diatas aspal itu


" Mas Bima, tidaaaak!" Sita menangis histeris berjongkok sambil mengoyangkan badan Bima untuk membangunkannya namun sayang Bima tidak bergeming sedikitpun dari posisinya sekarang bahkan matanya pun tertutup dengan sempurna

__ADS_1


" Apa yang kamu lakukan ha?" Sita semakin hisreris berteriak ke arah Danu dengan air mata yang terus bercucuran deras diwajah cantiknya. Dia berdiri menjauh dari tubuh suaminya itu hendak mendekati Danu namun Danu menghentikannya dengan gerakan tangannya membuat Sita terpaku


" Tangkap dia, akan berbahaya bila dia lolos dan melapor pada polisi" teriak dalah satu pria dibelakang Danu


" Tidak, itu akan sangat merepotkan. Kita habisi dia sekalian" Danu menyeringai mengarahkan kembali pistolnya kepada Sita dan tak lama


Dorr


Suara tembakan kembali terdengar tepat menghujam perut Sita yang kini ikut terkapar ditempat yang tak jauh dari tubuh Bima berada


Danu hendak berbalik berniat melakuakn rencana selanjutnya namun tidak disangka rencana tidak berjalan dengan semestinya saat Fika tiba - tiba keluar dari dalam mobil dan berteriak histeris melihat keadaan orang tuanya dan melihat om Danunya yang memegang pistol tak jauh dari tubuh ayah dan ibunya


" Om Danuuu" Fika berteriak histeris sambil terpaku memandang ketiga orang yang disayanginya didepan mobil milik keluarganya


" ****, Fika kenapa dia keluar" gumam Danu dengan wajah paniknya


Danu baru akan menghampiri Fika saat kedua orang suruhan Arga berteriak ke arah Fika" masih ada satu orang lagi, tangkap dia!"


Danu yang melihat Fika hanya berdiri dengan wajah syoknya membuat Danu reflek meneriakan nama Fika membuat Fika sadar dari rasa syoknya dan spontan ingin berlari saat melihat ada dua orang pria yang berusaha mendekatinya


Namun sayang karena kepanikannya membuat Fika kehilangan keseimbangannya dan malah jatuh membentur besi pembatas jembatan dan


"Aaakh" Fika berteriak


Duak


Byuur


Tubuh Fika terjatuh kedalam aliran arus sungai yang sangat deras dan hanyut terbawa aliran sungai itu

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2