Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 48


__ADS_3

Sejak saat itu Fika dan Nanda selalu berangkat dan pulang sekolah bersama. Sehingga mereka sudah mulai terbiasa satu sama lainnya. Bila Nanda keluar dari kelasnya terlebih dahulu pasti dia akan menunggu Fika begitupun sebaliknya. Satu bulan telah berlalu ,Nanda yang sudah keluar dari kelasnya seperti biasa akan menghampiri Fika di dekat gerbang sekolah, namun saat itu Nanda tidak menemukan Fika disana bahkan sepedanya sudah tak ada lagi disana


" Apa dia sudah pulang duluan ya? Tidak seperti biasanya, kenapa dia tidak menungguku?" Nanda bergumam sendiri


Nanda pun memutuskan untuk pulang kerumahnya sendiri karena dia tidak menemukan Fika disekolah bahkan kelas Fika sudah kosong sedari tadi


Sesampainya dirumah bibi Anita, Nanda langsung kekamarnya dan membersihkan diri, setelah itu dia melakukan aktifitas barunya semenjak mengenal Fika yaitu melihat kamar Fika dari kaca jendela kamarnya. Ya kamar Fika dan Nanda bersebelahan sehingga dia bisa melihat Fika dengan leluasa


Nanda sering melihat tingkah - tingkah konyol Fika dari kaca itu seperti saat Fika berjoget dan bernyanyi tidak jelas dengan suaranya yang pas - pasan atau Fika yang sedang main hp sambil dikelilingi berbagai cemilan disekitarnya membuat Nanda senyum sendiri bila melihatnya


" Kemana dia? Biasanya jam segini dia udah stand by aja disana?" Nanda celingak - celinguk mencari sosok yang selama satu bulan ini menemani hari - harinya


" Mungkin dia kerumah temannya" Nanda pun menjauh dari jendela dan turun kebawah untuk menemui bibinya


Tak terasa malam pun tiba Nanda yang tengah makan malam bersama dengan paman dan bibinya pun dikagetkan dengan suara ketukan pintu


Tok


Tok


Tok


" Biar bibi yang buka" Anita pun meninggalkan meja makan berjalan menuju depan

__ADS_1


Pintu pun dibuka terlihat Sita ibunya Fika tengah berdiri dengan wajah cemasnya " Sita, ada apa? Kenapa cemas seperti itu?"


" Adinya ada Nit?" Bukannya menjawab Sita malah kembali bertanya


" Ada, mari silahkan masuk! Aku panggilkan dulu anaknya"


Anita pun masuk diikuti oleh Sita. Sita menunggu diruang tamu sedangkan Anita masuk keruang makan untuk memanggil Adi alias Nanda


" Di, kamu dicariin tanteu Sita tuh didepan" Anita to the point


" Ada apa?" Nanda mengerutkan keningnya


" Gak tau tuh, buruan gih temuin kayaknya cemas gitu"


" Ada apa tanteu?" Nanda langsung bertanya saat dia sudah sampai didepan Sita


" Begini nak, kamu lihat Fika? Bukannya biasanya kalian pulang bersama ya?" Sita bertanya dengan wajah cemas


" Tadi saya keluar agak telat tan, dan saat saya keluar Qia udah gak ada disekolah. Saya cek kekelasnya juga sudah kosong bahkan sepedanya saja tidak ada"


Wajah Sita memucat setelah mendengar penjelasan Nanda " Lalu Fika dimana?" Sita mulai mengeluarkan air matanya " Ya Tuhan kemana anak itu, tidak pernah dia seperti ini sebelumnya. Fika belum pulang sekolah dari tadi, mana ini udah malam lagi. Di tolong tanteu, tolong cari Fika. Apalagi dari tadi ponsel Fika tidak aktif lagi .Tanteu takut dia kenapa - napa" tangis Sita seketika pecah membuat Nanda terpaku dengan apa yang dikatakan Sita


Anita dan suaminya Yudi pun keluar karena mendengar suara tangisan dari Sita

__ADS_1


" Ya Tuhan , ada apa ini? Tanteu Sita kenapa Di?" Anita panik langsung menghampiri Sita yang tengah menangis histeris disana


" Fika belum pulang dari sekolah sampai sekarang Nit, mas Bima sekarang lagi cari dia kerumah teman - temannya." Sita terus menangis , Anita pun memeluk tetangga itu dan berusaha menenangkannya


" Paman, bisa pinjamkan mobil atau motor paman padaku, aku akan cari Qia sekarang" Nanda berkata dengan wajah paniknya


" Ini kamu bawa mobil bibi kamu dan paman bawa mobil paman, kita sama - sama cari Fika " Yudi pun tak kalah panik


Tak menunggu lama Nanda langsung menyambar kunci mobil dari tangan pamannya dan melesat pergi membelah jalanan kota Bandung begitupun Yudi dengan mengambil rute yang berbeda dengan Nanda


Satu jam sudah Nanda berkeliling Bandung dengan perasaan panik, dia bahkan sudah beberapa kali menanyakan kabar pada tanteu Sita dan bibinya Anita siapa tau Fika sudah ditemukan oleh ayahnya atau paman Yudi. Namun sampai saat ini Fika belum juga ditemukan. Nanda menepikan mobilnya sejenak. " sial sial sial... kamu dimana Qia?" Nanda memukul stir mobil dihadapannya


" Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?"


" Tidak tidak , aku tidak akan membiarkannya" Nanda menggelengkan kepalanya


Nanda menenangkan dirinya dan mencoba berfikir, kemana kira - kira Fika akan pergi


" Kenapa hatiku mengatakan kalau Qia masih ada disekolah, tapi bagaimana mungkin bahkan tadi saat aku kekelasnya dia sudah tidak ada disana"


" Aku akan coba cari satu kali lagi disana" putusnya


Nanda pun melajukan mobilnya menuju kesekolahnya.

__ADS_1


__ADS_2