Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 86


__ADS_3

Kini semua yang ada diruangan itu terlihat terkejut , heran dan bingung melihat pemandangan yang ada dihadapan mereka. Bagi mereka ini adalah pemandangan langka bahkan mungkin mustahil untuk melihatnya bagi orang - orang biasa seperti mereka


Mereka sama - sama memasang wajah dengan dahi berkerut dan penuh tanda tanya besar diatas kepala mereka. Dengan mengulum senyum mereka sejenak tertarik dari dunia mereka yang kini sedang cemas dan panik bercampur sedih


" Bagaimana bisa kamu kehilangan istri kamu sendiri ha?" Anika dengan mata merah dan sembab karena menangis terlihat menjewer telinga sang anak yang tak lain adalah Nanda dengan sangat kerasnya


" Aw, mommy ampun" Nanda mengaduh kesakitan seraya memegang telinga yang masuh dijewer oleh Anika


Nanda melotot ke arah Jay namun yang dipelototi tampak acuh seperti tidak terjadi apa - apa


Ya yang datang bersama dengan Jay adalah Anika dan Davian. Mereka langsung ikut setelah mendengar kabar tentang menghilangnya Fika dari orang kepercayaan Davian. Anika begitu panik dan terpukul saat mendengarnya, awalnya Davian melarang isyrinya itu untuk ikut namun Anika yang memang keras kepala tidak mau hanya menunggu saja di Jakarta apalagi dia hanya sendirian disana. Pasti dia tidak akan tenang


Davian tampak menghela nafasnya saat melihat aksi istrinya itu


" Ampun kamu bilang ha? Apa kata ampunmu itu bisa mengembalikan istrimu itu... hiks..hiks..." Tangis Anika kembali pecah, tubuhnya meluruh kelantai beserta dengan tangannya yang ia lepaskan dari telinga Nanda


" Maaf, Nanda memang salah. Tidak seharusnya Nanda meninggalkan Qia disana sendirian walaupun Qia memaksaku sekalipun" Nanda merengkuh tubuh mommynya dalam pelukannya


" Biar daddy saja" Davian mengambil alih memeluk istrinya itu, ya terkadang Davian akan besikap posesif pada isyrinya itu walaupun pada anaknya sendiri


" Ish, dia mommy ku dad" Nanda mendengus kesal seraya kembali berdiri agak menjauh dari pasangan itu


" Tapi dia istriku" Davian tak mau kalah


" Sudah - sudah, kalian tidak pernah berubah dan tak tau tempat" Anita yang sedari tadi hanya melihat pun angkat bicara

__ADS_1


" Nit , Fika nit" Anika menatap sendu pada adiknya itu


" Aku tahu, kita semua disini juga merasakan hal yang sama dengan ka Anika. Kita cuma bisa berdo'a dan berusaha sekarang" Anita pun membawa kakaknya itu untuk duduk disofa tempat yang lainnya berada . Disana ada Anggi, Salsa , Yuki dan Adzriel sedangan Andra berdiri tak jauh dari sana


" Kenalin, ini Yuki dan Adzriel sahabat Fika" Anita memperkenalkan Anika pada Yuki dan Adzriel " dan itu Anggi dan Salsa, bibi Fika dan keponakannya" Anika tampak tersenyum ramah pada semuanya dan dibalas senyum yang tak kalah ramah oleh semuanya


" Seperti yang kalian dengar , ini ka Anika mommynya Adi dan mertua dari Fika" tambah Anita lagi


" Aku bersyukur Fika mendapatkan keluarga sebaik kalian, Fika sudah melewati berbagai hal yang sangat sulit dalam hidupnya" Yuki tampak sendu saat mengatakannya bahkan air mata tak hentinya membanjiri wajah cantiknya


" Justru kami yang beruntung karena Fika bisa mencairkan kutub utara kami" Anika sedikit terkekeh karena ucapannya sendiri


" Ekhem" Davian berdehem agar semua fokus pada dirinya " Jay kemarilah!" Jay pun mendekat diikuti Nanda dibelakanngnya


Semua tampak mendekat dan fokus melihat ke arah layar laptop yang ada ditangan Davian. Disana terlihat jelas Fika yang tak sadarkan diri tengah digendong oleh seorang pria yang memakai jaket dan topi hitam kemudian memasukan tubuh Fika kedalam mobil van hitam miliknya


" setelah diselidiki mobil ini baru dua bulan yang lalu dibeli dari showrom yang tak jauh dari sini" Davian tampak melihat wajah semua orang " dan kalian tidak akan percaya siapa yang telah membelinya" Davian tampak menyunggingkan senyumannya


" Siapa? " Nanda tampak tak sabar ingin mendengarkan kelanjutan dari perkataan daddynya


" Bimasena Wijaya" wajah semua orang tampak terkejut tak terkecuali Nanda


" Ba bagaiman bisa, orang yang sudah meninggal selama 5 tahun bisa membeli mobil dua bulan yang lalu. Anda jangan bercanda!" Anggi tampak shok saat mendengarnya


" Apa aku terlihat sedang bercanda?" Davian menunjukan wajah datarnya " aku rasa ini adalah misteri yang harus kita pecahkan dan ini jelas ada hubungannya dengan menghilangnya menantuku"

__ADS_1


" Baiklah, apa ada petunjuk yang menunjukan kemana arah mobil ini pergi" Adzriel tampak memperhatikan laptop yang ada dihadapannya


" Ada" sekarang Jay yang menjawab


" Katakan!" Nanda memerintah


" Mobil itu menuju ke arah pegunungan P . Disana terdapat beberapa pemukiman warga dan juga perkebunan yang luas, anak buah kita sudah tersebar disana dan kitapun akan kesana untuk memastikannya"


" Lalu tunggu apa lagi, kita kesana!" Nanda terlihat setengah berlari keluar menuju mobilnya


" Aku ikut ka" Andra pun menyusul Nanda


" Aku juga akan pergi" Adzriel hendak beranjak


" aku ikut" Yuki ikut berdiri dari duduknya


Adzriel pun menganggukan kepalanya karena dia tahu percuma melarang gadis keras kepala yang ada dihadapannya ini


" Ish, main ditinggal aja gue" Jay mendengus kesal mengejar empat orang yang sudah terlebih dahulu keluar


" Apa daddy tidak terlihat oleh mereka" Davian tampak menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak - anak muda itu seraya berdiri melangkah santai menyusul mereka


Sedangkan yang lainnya menunggu dirumah karena bila ikut pun mereka tidak bisa berbuat apa - apa jadi biarkan saja mereka yang pergi untuk menyelamatkan Fika


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2