
Tok
Tok
Tok
Pintu ruangan Nanda terdengar diketuk dari luar
" Masuk!" Nanda mempersilahkan dari dalam
Ceklek
Pintu pun terbuka menampilkan Erika yang masuk membawa ketiga tamu istimewa mereka " Maaf bos, pak Bisma beserta keluarga sudah tiba disini" Erika tampak mengulum senyum melihat penampilan mereka yang lumayan acak - acakan
Nanda dan Fika yang tengah berpura - pura sibuk pun mendongakan kepala mereka. Nanda tampak melihat mereka dengan wajah datarnya sedangkan Fika dengan mata yang terlihat nanar saat melihat orang yang sudah lama dia temui dan orang terakhir yang Fika ingin temui. Orang yang sudah menggoreskan luka yang amat teramat besar dalam hidupnya
" Oh, silahkan masuk!" Nanda pun berdiri dari kursi kebesarannya dan menghampiri ketiga tamunya. Nanda tampak menelisik penampilan mereka dengan wajah datarnya " apa seperti ini penampilan kalian bila datang ke perusahaan orang lain?"
Bisma tampak ikut menelisik penampilannya dan juga istri serta keponakannya, dan benar saja penampilan mereka terlihat acak - acakan
" Maaf tuan tadi...." belum sempat Bisma melanjutkan perkataannya Nanda sudah memotongnya
" Aku tidak mau tau apa yang sudah kalian alami, sekarang duduklah!" Nanda mendudukan dirinya di atas sofa diikuti ketiga tamunya tanpa ada yang berani bersuara karena aura Nanda yang terlihat menakutkan.
__ADS_1
Mereka pun duduk bersama disana sedangkan Fika tampak masih mematung didepan meja kerjanya.
" Avril, kemarilah!" Suara bariton Nanda menyadarkan Fika dari lamunannya
Nanda menatap Fika dengan iba saat melihat raut wajah istrinya itu terlihat cemas. Fika pun menganngukan kepalanya dan melangkahkan kakinya medekati Nanda. Fika berdiri tepat dibelakang Nanda
Bisma , Anggi dan Fika palsu tampak menatap penampilan Fika dengan tatapan yang aneh
" Ka, dia siapa?" Fika palsu berkata dengan nada manjanya membuat Fika dan Nanda ingin muntah rasanya
" Dia Avril, asisten pribadiku. Kenapa? Apa ada yang salah" Nanda menaikan sebelah alisnya
" Tidak" Fika palsu langsung menggeleng cepat
" Dia memang cantik, lebih cantik dari perempuan mana pun" batin Nanda " saya tidak butuh wanita berparas cantik tapi berhati busuk" Sindir Nanda telak melihat kedua wanita dihadapannya
" Maksud tuan?" Anggi merasa tersindir dengan perkataan Nanda
" Apa aku salah ha? bukankah zaman sekarang memang banyak wanita cantik namun hanya luarnya saja" Nanda menjawab enteng
" Ya, kakak benar. Jadi kakak harus lebih berhati - hati bila dekat dengan seorang wanita " Fika palsu mencoba menjilat Nanda
" Ya aku memang harus berhati - hati padamu dan tanteu mu itu" batin Nanda dengan seringai tipis dibibirnya
__ADS_1
Ya Nanda sudah menyelidikinya, dan ternyata Fika palsu adalah keponakan Anggi dari kakak perempuannya yang kebetulan usianya tidak jauh dengan Fika hanya berbeda satu tahun diatas Fika. Nama asli dari Fika palsu pun sudah diketahui Nanda yaitu Salsa. Salsa memang pada dasarnya wanita yang matre dan sudah terlibat pergaulan bebas membuat dia dengan senang hati menerima tawaran dari tanteunya itu saat diiming - imingi uang dengan jumlah yang besar.
" Avril tolong kamu pesankan minuman untuk tamu kita ini, dan panggil juga Jay agar dia datang kesini!"
Fika yang dipanggil Avril pun menganggukan kepalanya " baik tuan" Avril berlalu kemeja kerjanya dan melakukan apa yang diminta Nanda padanya
Selang beberapa waktu pintu terbuka dari luar menampakkan Jay yang diikuti seorang OB dibelakngnya dengan membawa nampan yang berisi gelas minuman diatasnya
Fika yang melihatnya langsung melangkahkan kakinya menghampiri mereka dan mengambil alih nampan minuman yang dibawa OB tersebut untuk ia bawa
Fika dengan hati - hati membawa nampan itu , namun saat ia sudah dekat dengan meja tiba - tiba
Brak
Byur
Prang
Fika terjatuh dan nampan air yang ada ditangannya jatuh tepat mengenai Salsa , Bisma dan Anggi yang ada didepannya sehingga mereka kini basah kuyup terkena 4 gelas jus jeruk yang Fika bawa
" Aaahk" teriak Anggi dan Salsa bersamaan
" Ma maaf saya tidak sengaja!" Fika membungkukan tubuhnya sambil tersenyum menyeringai " maafkan saya, saya tadi tersandung karpet itu" Fika menunjuk karpet yang sedikit terlipat didekat kakinya
__ADS_1
Jangan lupa Like , Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏