Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 52


__ADS_3

Fika berjalan dari ruang istirahat dengan wajah yang sangat kesal, baru dia akan menuju mejanya terdengar suara pintu yang terbuka dari luar


Ceklek


Pintu terbuka menampilkan Jay yang langsung masuk karena sedari tadi dia mengetuk pintu tidak ada yang menyahuti


" Eh, aku kira tidak ada orang" Jay menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat melihat Fika yang baru akan menuju mejanya dengan wajah yang kesal


" Qia dengarkan aku dulu" tiba tiba muncul Nanda dari ruang istirahat dengan wajah memelasnya


Jay melihat itu menjadi bingung sendiri " apa yang sebenarnya sedang terjadi?" Batin Jay


"Ekhem" Jay berdehem untuk menyadarkan Nanda yang sepertinya tidak melihat dirinya sama sekali, terlihat Nanda hanya melewati dirinya begitu saja dan langsung menghampiri Fika


Nanda menolehkan kepalanya saat mendengarkan deheman Jay " sedang apa kau disini?" Nanda bicara dingin


" Aih , sepertinya aku datang tidak pada waktu yang tepat" Jay tersenyum paksa " tapi ada hal penting yang harus aku sampaikan padamu" Jay berbicara seraya melirik Fika dengan ujung matanya


Nanda yang mengerti akan maksud dari sahabatnya itu pun berbicara


" Qia" Nanda berbicara dengan ragu, Fika melayangkan tatapan tajam padanya membuat Nanda menelan salivanya susah "bi bisakah kamu membuatkan kopi untuk kami berdua" Nanda terenyum manis , sedangkan Fika melengos. Tanpa berbicara Fika melangkahkan kakinya keluar ruangan dan menutup pintu dengan kasar


Brak


Nanda menghela nafasnya sedangkan Jay terperanjat kaget dengan apa yang dilakukan Fika. Belum pernah Jay melihat Fika seperti itu sebelumnya dan Nanda yang seperti seorang anak yang dimarahi ibunya membuat Jay terkekeh geli melihatnya


Nanda menoleh dengan tatapan dinginnya membuat Jay mengulum senyumnya dan berusaha untuk kembali serius

__ADS_1


" Apa urusan penting yang kau maksud?" Nanda mendudukan dirinya dikursi kebesarannya diikuti Jay yang duduk didepannya


Jay mengulurkan map berwarna merah kehadapan Nanda dan Nanda pun menerimanya dan segera membukanya " hebat, kau berhasil mengerjakannya dengan cepat. Walaupun seharusnya kau bisa menyelesaikannya sejak dari kemarin" Nanda berbicara dengan nada mengejek


"Kau tahu ternyata perusahaan mereka dijaga mati - matian oleh orang kepercayaan Bisma, tapi ada hal yang masih ganjil tentang Danu"


Nanda mengerutkan keningnya " Ganjil? Apanya? Bukankah sudah jelas kalau dia kaki tangan Bisma yang telah nembantu Bisma untuk menghancurkan keluarga Bimasena mertuaku"


"Kalau Danu ingin menghancurkan Bimasena pasti dia juga tidak akan peduli dengan Wijaya Corp yang mungkin sudah hancur sejak 3 tahun yang lalu karena Bisma tidak benar - benar menjalankan perusahaannya dengan baik, kerjaannya hanya memerintah dan berfoya - foya saja. Sedangkan dari info yang aku dengar Danu adalah orang yang Bisma percaya untuk mengurus perusahaan dan Danu selalu berusaha mempertahankan Wijaya Corp untuk berdiri kokoh, dan kau tahu Bisma mengajukan suntikan dana darimu satu tahun yang lalu bukan untuk perusahaan melainkan untuk kebutuhan pribadinya dan Danu tidak tahu tentang hal itu"


Nanda tampak serius mendengarkan penjelasan Jay , dia tampak menganggukan kepalanya " baiklah, terus selidiki ini! aku tidak mau mereka mengusik Qia ku lagi"


" Baiklah" Jay menganggukan kepalanya " oh ya , sebenarnya apa yang terjadi antara kau dengan kakak ipar?" Jay menatap Nanda dengan tatapan mengejek


" Bukan urusanmu" ketus Nanda


" Apa dia sudah mengetahui semuanya?"


" Ha ha ha" Jay tertawa keras


" Jadi kalian sedang perang dingin sekarang?" Jay berusaha menghentikan tawanya


" Ish , cepatlah kau menikah agar kau bisa merasakan apa yang aku rasakan sekarang!" Nanda melemparkan map yang ada ditangannya pada Jay


" Eits ... santai bos" Jay terkekeh


Ceklek

__ADS_1


Pintu terbuka dari luar menampakan Fika yang sudah membawa nampan berisi dua cangkir kopi diatasnya


Fika mendekat dan meletakan cangkir kopi dihadapan masing - masing. " Ini kopinya pak Jay" Fika tersenyum manis seraya meletakan kopi dihadapan Jay


" Terima kasih kakak ipar" Jay langsung mengambil cangkir kopi dihadapannya


" Ini kopi anda" ucap Fika ketus


" Buset.. masih marah aja ni ibu negara" batin Nanda


" Terima kasih sayang" Nanda tersenyum manis dibalas tatapan tajam dari Fika


Nanda mengambil cangkir kopinya dan hendak meminumnya sedangkan Fika berbalik dan melangkahkan kakinya kembali kemeja kerjanya dengan senyuman menyeringai


Belum juga sampai Fika pada meja kerjanya tiba - tiba


Byur


Nanda menyemburkan kopi dalam mulutnya membuat Fika tersenyum senang namun sepersekian detik kemudian Fika berbalik dengan wajah yang ia buat sedingin mungkin


" Apa kopi buatan saya tidak enak?" Fika melotot tajam kearah Nanda


" Ti tidak, kopi buatan mu selalu enak" Nanda tersenyum paksa sedangkan Jay yang melihatnya tampak mengulum senyumnya, dia yakin pasti ada yang tidak beres dengan kopinya


" Enak apanya? mana ada kopi yang rasanya asin seperti ini" batin Nanda seraya meringis melihat cangkir kopi ditangannya


" Rasakan, ini baru awal pembalasanku ka" batin Fika dengan seringai diwajahnya

__ADS_1


Ya Fika sengaja membuat kopi dengan garam untuk dia berikan pada Nanda untuk mengerjainya " enak saja, dia saja bisa mengerjaiku aku juga bisa membalsnya" fikir Fika


Jangan lupa dukungannya Like , komen dan Vote. Terima kasih🙏🙏


__ADS_2