
Setelah satu jam kemudian mobil telah sampai di rumah Melati dan Riko.Riko memarkirkan mobilnya di garasi rumah itu.
Melati mengajak ibu dan keduanya adiknya Dani dan Mawar masuk ke rumah itu.Melati mengetuk pintu rumah lalu Bik Minah membuka pintu itu.
"Non Melati sudah pulang," kata Bik Minah menyapa diikuti Yanti yang berdiri dibelakang Bik Minah.
Melati, Riko dan ibu serta kedua adiknya masuk lalu duduk di ruang tamu diikuti Bik Minah dan Mbak Yanti membawa beberapa koper dan tas masuk rumah.
"Bik kenalin ini Ibuku, Ibu Sari dan ini adik-adikku Dani dan Mawar." Melati memperkenalkan.
"Perkenalkan bu, saya Minah pembantu di rumah ini dan ini anak saya Yanti.Kalau Ibu membutuhkan sesuatu panggil kami," kata Bik Minah.
"Iya Bik, terima kasih selama ini sudah menjaga Melati dengan baik," sahut ibu Melati.
"Bik tolong bikinin minum untuk Ibu dan Adik-adik," pinta Melati.
Bik minah dan Mbak Yanti pun pergi ke dapur untuk membuatkan minum.
"Mas Riko sana mandi dulu udah sore ini udah jam empat!" perintah Melati.
Riko mengangguk dan pergi menaiki tangga menuju kamarnya di lantai 2.Sementara Melati masih asyik berbincang-bincang dengan Ibunya.
"Mbak ini rumah apa istana,keren banget," kata Mawar tersenyum mengacungkan jempol.
"Ih norak banget ini bocah." Dani meledek mawar.
"Iya Melati rumahnya bagus dan besar.memang suamimu kerja apa?" tambah Ibunya.
"Jualan bu," jawab Melati.
"Bosnya jualan Bu, tepatnya Mas Riko itu punya restoran juga banyak swalayan besar di beberapa kota besar," sahut Dani.
"Asyik bisa makan sepuasnya di restoran Mas Riko," sergah Mawar kegirangan.
"Mawar, malu ah nanti Mas mu dengar," sahut Ibunya.
"Gak pa pa, Bu.Tenang aja, gak perlu sungkan.semua yang ada disini semua yang Melati punya adalah punya Ibu juga adik-adik,"kata melati tersenyum.
Bik Minah pun datang membawa beberapa gelas minuman dan kue lalu ditaruh diatas meja.
"Silahkan di minum Bu ,aden-aden," kata Bik Minah mempersilahkan lalu bergegas pergi ke dapur.
Setelah selesai makan dan minum Melati mengantar Ibunya dan kedua adiknya ke kamar masing-masing.Rumah itu besar dengan banyak kamar di lantai 2.Setiap kamar pun dilengkapi tempat tidur,lemari dan kamar mandi.
Setelah mengantar ibu juga adik-adiknya Melati pergi ke kamarnya untuk membasuh diri karena badannya lengket serta hari sudah sore.Dia masuk ke kamarnya.Terlihat Riko duduk diatas tempat tidur sedang memainkan gawainya.Melati mendekatinya dan duduk tepat di depan suaminya.
__ADS_1
"Mas kamu nggak pulang ketempat mbak Mia?"
"Iya nanti aku pulang.Mia terus menelpon ku dari tadi," jawab riko yang masih sibuk dengan gawainya.
"Cepat pergi sana Mbak Mia sudah rindu selama seminggu tidak melihatmu" sahut Melati seraya berdiri dari duduknya
Tiba-tiba Riko menarik tubuh Melati dan menjatuhkannya diatas ranjang sementara tubuh Riko berada diatas tubuh melati.Riko ******* bibir Melati dengan nafsunya.Melati meronta-ronta tapi tenaganya tak sekuat Riko dan usahanya itu sia-sia.Riko berhasil membuat Melati tak berdaya.Baju yang Melati pakai telah koyak berserakan di lantai begitu juga dengan baju Riko.
Riko pun melancarkan aksinya.Dia terus menari-nari diatas ranjang.Sesekali dia berhenti dengan nafas terengah-engah.
Melati hanya bisa pasrah menerima perlakuan suaminya dan begitulah suaminya selalu ganas diatas ranjang.Beberapa menit kemudian riko telah ******* seketika dia lemas terkulai tak berdaya diatas tempat tidur.
Sementara Melati menangis menerima perlakuan dari riko.Riko yang masih setengah lemas melihat Melati menangis merasa kesal.
"Kenapa menangis, apa aku menyakitimu?" kata Riko dengan nada kesal.
Melati tak menjawab dan malah memunggungi tubuh suaminya.
"Ada apa katakan!" kata Riko sembari menarik tubuh Melati mendekat dengannya.
"Kamu lupa aku sudah melarang mu untuk menyentuhku, "kata Melati dengan nada marah.
"Apa maksudmu, aku ini suamimu kenapa kamu melarangku menyentuh istri sendir,i" sahut riko menghela nafas panjang menahan amarahnya.
Riko terdiam tak menyahut sedikitpun matanya nanar melihat Melati yang ada di hadapannya seakan menahan sesuatu yang sulit diungkapkannya.
"Kenapa kamu tidak memperlakukan aku dengan buruk sehingga aku muak dan membencimu.Apa kamu senang sekarang telah melukai perasaanku? " kata Melati dengan nada penuh kepahitan.
Riko menghapus air mata demi air mata yang jatuh membasahi pipi melati.
"Maafkan aku yang terus menyakiti hatimu tapi aku tidak akan pernah bisa memperlakukanmu dengan buruk.Kamu telah mengandung buah cintaku, "katanya sambil mengusap perut melati.
"Aku hanya wanita biasa yang tak mampu mengatasi perasaanku sendiri" sahut Melati menepuk-nepuk dadanya yang penuh dan sesak.
"Tunggulah sebentar aku akan melepaskanmu dan menghilangkan ikatan-ikatan yang menjeratmu.Izinkan aku selama beberapa bulan ke depan untuk memperlakukanmu selayaknya istri sebelum aku menceraikanmu" tambah riko.
Melati semakin terpuruk mendengar perkataan Riko.Hatinya sulit dia kendalikan menahan semua beban yang kini harus dipikulnya.
'Tak bisakah kamu mengatakan mencintaiku dan akan melindungiku.Aku hanyalah wanita biasa yang membutuhkan cinta.Aku tak peduli dengan orang lain karena hatiku sendiri sakit.Tak bisakah kau memilihku dan meninggalkan mia,' kata Melati dalam hati.
Matanya terus menatap suaminya dan seakan ingin dia keluarkan semua isi hatinya tapi entahlah kata-kata tertahan di mulutnya.
***
Sekitar Pukul delapan malam Riko pergi rumah Mia.
__ADS_1
Melati menemani ibunya melihat tv sementara kedua adiknya tidak keluar kamar setelah makan malam.
"Suamimu pergi kemana malam-malam Melati?" tanya ibunya heran.
Sari yang melihat kepergian menantunya meras bingung.
"Pergi ketempat mbak Mia, bu," ucap Melati tanpa filter.Ia melupakan statusnya yang sebagai istri kedua hingga keluar begitu saja.
"Mia, siapa?" tanya Ibunya semakin penasaran.
"Mia istri pertama Mas Riko," sahut Melati.Tiba-tiba Melati menutup mulutnya tidak menyadari arah bicaranya.
Selama ini keluarganya tidak mengetahui riko punya istri lain selain dirinya.
"Apa maksudmu, Melati?" cergah ibunya dengan mata terbelalak.
"Iya Mas riko punya dua istri, bu
Melati istri kedua Mas Riko," jelasnya
"Wanita macam apa kamu ini.Kenapa kamu mau dinikahi Riko,jika dia punya istri lain?" sahut Sari dengan nada marah.
"Maafkan Melati, Bu.Melati tidak punya pilihan lain.Nelati melakukan semua demi Ayah dan juga keluarga kita" jawab melati penuh dengan rasa bersalah.
"Kenapa kamu menjual diri hanya untuk keluargamu?Apa kamu sudah kehilangan akal?" kata ibunya semakin marah.
Melati menghela nafas panjang mendengar pertanyaan ibunya semakin menjadi-jadi.Akhirnya Melati mulai sedikit demi sedikit membuka ceritanya.
iybunya berteriak keras ketika melati berkata anak dalam kandungannya akan diakui sebagai anak riko dan mia.
"Tidak akan ibu menyerahkan cucu ibu" cergah ibunya dengan tatapan penuh amarah
"Tenanglah, Bu.Ini sudah menjadi kesepakatan aku dan Mas Riko dan Mbak Mia juga," jelas Melati
"Melati kamu tidak mengerti , Nak. Ikatan batin antara Ibu dan anak, kamu akan mengerti ketika bayi dalam kandunganmu telah lahir.Betapa kamu akan mencintai dan rela mengorbankan hidupmu"
Melati hanya terdiam mencerna semua kata-kata Ibunya.Hatinya masih bimbang memikirkan hidupnya yang entah berantah mau dibawa kemana.
"Nak, dengarkan Ibu!Minta lah Riko suamimu menikahi mu secara resmi kalau dia menginginkan anak itu menjadi anaknya dan mia.Tidak apalah seorang Riko pengusaha sukses punya dua istri, orang tuanya pasti juga akan mengerti" kata Ibunya sambil mengelus pipi Melati lembut.
Setiap orang tua pasti menginginkan semua kebaikan untuk anaknya begitu juga dengan Sari.Dia tidak ingin hidup putrinya hancur ketika anak yang dikandungnya dirampas dan akan ditinggalkan begitu saja.
sosok melati menurut author
__ADS_1