
Setelah sekitar 20 menit melati keluar dari kamar mandi sementara riko yang lebih dulu keluar dari kamar mandi terlihat tengah duduk disofa.Melati berjalan menuju lemari dan mengambil pakaiannya dan segera berganti pakaian.
Kemudian melati menyisir rambutnya dan mengusap bedak tipis serta memoles bibirnya dengan lipstik nude kesukaannya.
"Tok...tok... tok" terdengar pintu diketuk.
"Iya masuk"
"Maaf bu, ini non nayya sudah bangun" ucap baby sitter berjalan masuk ke dalam kamar.
Melati beranjak dari duduknya dan menggendong nayya.
"Nama kamu siapa?" tanya melati menatap baby sitter itu.
"Saya desi bu!" jawab baby sitter menundukan kepala.
"Terima kasih ya mbak desi sudah menjaga nayya selama saya pergi" ucap melati tersenyum.
"Iya bu sama-sama, non nayya anak yang baik jarang rewel"
"Mbak desi tolong bikinin nayya susu ya"
Desi mengangguk dan melangkah pergi membuat susu.
Melati duduk disofa disamping suaminya.
"Tayang... tayang anak cantik mommy"
Mencium nayya beberapa kali dan mengelus dahinya.
Nayya tampak menatap wajah mommynya tanpa berkedip.
"Mommy suka mata kamu sayang, cantik sekali?" ucap melati mencium kedua mata putri kecilnya.
"Matanya sama persis dengan matamu,aku juga menyukainya" ucap riko mencium kening juga kedua mata melati.
Melati menatap suaminya dengan tatapan sendu dan tersenyum.
"Kenapa, kamu melihatku seperti itu kagum akan ketampananku!" ucap riko menyombongkan diri.
"Ishhh gr banget" ucap melati tersenyum menyerigai.
'Memang sih kamu tampan dan wangi' batin melati mengendus bau parfum ditubuh suaminya.
"Tok... tok.. tok" terdengar pintu diketuk.
"Masuk"
Desi melangkah masuk ke dalam kamar dan memberikan susu kepada melati dan beranjak pergi. Kemudian melati segera memberikan susu kepada nayya.
"Kenapa kamu tidak menyusui nayya?"
"Asiku sudah kering karena jarang menyusui nayya lagipula aku sudah hamil" ucap melati fokus menyusui nayya dari botol.
Riko terperangah mendengar ucapan melati dan terdiam sejenak mencerna ucapan melati.
"Apa... kamu hamil?" riko meyakinkan perkataan melati yang baru saja di dengarnya.
Melati mengangguk.
Riko bersorak bahagia seketika matanya berbinar-binar memancarkan kebahagiaan.
Riko mencium kening melati dan mengelus lembut perutnya yang masih rata.
"Nggak menyangka akan secepat ini, tak sia-sia aku menyerangmu setiap waktu" ucap riko tersenyum.
Mendengar ucapan suaminya, melati memukul dada riko gemas.
"Awas, itu nayya sudah habis susunya nanti bisa nyedot angin dia"
__ADS_1
Melati langsung mengambil botol susu nayya dari mulut nayya dan menepuk punggung nayya lembut.
"Setiap tahun aku akan membuatmu hamil"
"Apaan sih kamu, gila apa!" ucap melati berdiri memalingkan badannya.
"Aku cuma bercanda kok, jangan marah!" ucap Riko membujuk.
"Kamu sih bikin aku kesel!"
"Aku hanya meluapkan kebahagiaanku akhirnya aku akan punya anak lagi, Aku ingin merayakannya sekaligus aku ingin mengadakan pesta pernikahan kita"
"Untuk apa kita sudah punya anak!" ucap melati menolak.
"Aku ingin semua orang tahu kamu istriku"
"Baiklah kalau itu maumu" ucap melati menyetujui.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Keesokan harinya melati meminta izin untuk bertemu dengan andika.Siang hari saat jam istirahat kantor melati janjian dengan dika bertemu disebuah cafe yang tak jauh dari tempat dika bekerja.
Terlihat andika sudah menunggunya dan duduk disebuah kursi kafe lalu melati menghampirinya.Melati duduk berhadapan dengan dika.
"Sejak kapan kamu pulang kesini,kemarin kan kamu masih didaerah c?" tanya andika menatap wajah melati.
"Setelah kamu pulang,riko datang menjemputku!"
"Kenapa kamu harus repot-repot meninggalkannya kalau kamu masih mencintainya dan kenapa kamu selalu memberiku harapan palsu!" ucap dika sinis.
Melati menatap mata andika,ada sorot kekecewaan yang nampak dari matanya.
"Seharusnya kita tidak bertemu karena pertemuan kita hanya membuatku menyakitimu,maafkan aku dika?" ucap melati menudukan kepalanya.
"Sudahlah aku yang salah berharap kepadamu yang sudah bersuami dan aku sadar riko jauh lebih segala-galanya dibanding aku"
"Bukan itu ka,,aku mencintai riko bukan karena hartanya karena dia mengisi kekosongan hatiku sampai hatiku dipenuhi oleh namanya sehingga namamu tidak bisa menyingkirkannya.Andai dulu kamu menyatakan cintamu padaku pasti...tapi sudahlah Tuhan punya rencana yang indah untukmu yakinlah"
"Baiklah aku mengerti,ini ambilah"ucap melati seraya memberikan ponsel andika yang pernah diberikan kepadanya.
"Aku berharap kamu bahagia bersama suamimu" ucap dika mengambil ponsel di meja dan beranjak pergi meninggalkan melati.
'Maafkan aku ka,aku tak bisa menerima cintamu' batin melati matanya masih menatap dika yang mulai hilang dari matanya.
Melati pun beranjak pergi dan menuju kantor riko sesuai perintah suaminya.
Melati berjalan masuk lobi dan menelepon suaminya.Beberapa menit kemudian riko turun dan menghampirinya.Baru pertama kali melati datang ke kantor riko.Riko menggandeng melati naik lift menuju ruangannya di lantai 5.Setelah naik ke lantai 5 mereka jalan bergandengan
Beberapa pasang mata tengah memperhatikan mereka dan diantaranya menatap melati dengan tatapan sinis.
"Oh itu ya pelakor yang bu mia ceritakan dia jauh lebih muda darinya"bisik karyawan wanita.
Bisikan karyawan itu terdengar oleh riko.
"Hei,apa katamu?" hardik riko dengan sorot mata tajam.
"Bukan apa-apa kok pak,maafkan saya" jawab karyawan sambil menundukkan kepala.
Kabar tentang melati adalah istri kedua riko sudah menyebar di kantor riko sebagian ada yang tidak peduli dan sebagian menganggap melati sebagai orang ketiga penyebab perceraian riko dan mia.
"Perhatian semua"teriak riko.
Semua karyawan yang berada diruang itu berdiri dan menatap ke arah riko.
"Ini istriku melati.Kalian harus menghormatinya seperti kalian menghormatimu.Kalian mengerti?"
"Mengerti pak" sahut para karyawan.
"Lanjutkan pekerjaan kalian!" perintah riko melangkah pergi menuju ruangannya.
__ADS_1
Riko masuk ruangannya dan duduk disofa.Melati terdiam dan tampak termenung.
"Ada apa sayang?" tanya riko menatap ke arah istrinya.
"Aku nggak papa hanya aku tidak nyaman berada disini!"
"Kamu akan terbiasa nantinya,kamu harus sering-sering datang kesini menemani aku kerja biar aku makin semangat" ucap riko tersenyum.
"Tok....tok...tok" terdengar pintu diketuk.
"Masuk"
"Pak sebentar lagi meeting dimulai,bapak sudah ditunggu staf diruang rapat" ucap asisten riko.
"Oh aku hampir lupa,ya aku kesana.Tolong ambilkan nyonya minum!" suruh riko.
Asisten riko mengangguk dan melangkah pergi.
"Sayang,kamu nggak papa kan aku tinggal sebentar kamu santai-santai aja disini nanti setelah rapat kita pulang"
Melati mengangguk.
Riko pun melangkah pergi meninggalkannya.
Beberapa menit kemudian seorang office girl setengah baya datang dan menyajikan makanan ringan dan minuman.
"Silahkan nyonya"
"Terima kasih mbak" ucap melati sopan.
Office girl itu menatap melati dengan tatapan mata sinis.
"Kamu ini masih muda dan cantik tapi kenapa jadi pelakor,apa orang tuamu tidak mendidikmu dengan benar!" ucap office girl mengeluarkan kekesalannya lalu pergi meninggalkan melati.
Melati langsung terisak-isak mendengar ucapan office girl itu.Hatinya begitu sakit mendengar perkataan office girl tadi menyebutnya sebagai pelakor.
Tiba-tiba seseorang memasuki ruangan itu dan tak lain suaminya yang telah kembali.
"Ada apa?" tanya riko menatap istrinya yang berderai air mata.
Melati segera menyeka air matanya.
"Aku nggak papa!"
"Tapi kamu menangis sayang,aku melihatnya jadi jangan mengelak!"ucap riko menatap wajah istinya dan memeluknya.
"Kenapa kamu kembali secepat ini?" tanya melati lirih.
"Aku sudah menyerahkan meeting ini pada asistenku, dia bisa mengatasinya.Aku kasian meninggalkan mu disini sendiri"
"Aku nggak papa kok!"
"Lihat dirimu, baru 10 menit aku pergi dan kamu sudah menangis karena merindukanku!" ucap riko menyombongkan diri.
"Ishhh kamu ini"ucap melati kesal dan memukul dada suaminya kesal.
"Aku harus lebih banyak latihan dada, agar dadaku semakin kuat menerima pukulan darimu setiap hari" ucap riko membuka kancing bajunya dan memperlihatkan dadanya yang kekar dan berotot.
Melati semakin kesal dan memukulnya lebih keras.
"Aaauuuu,nikmat sayang terus....!" ucap riko mengerang.
"Ihhh kamu...." melati semakin kesal dan terus memukul dada riko.
Riko tersenyum bahagia dan memeluk melati dengan erat.
"Terima kasih sayangku,aku suka gayamu yang manja.I love you...." ucap riko lirih ditelinga melati.
Melati semakin erat memeluk tubuh suaminya.
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*