Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 57 ( Menjenguk Yanti )


__ADS_3

"Apa kamu senang sekarang,Angel tidak akan menganggu hidup kita lagi karena sebentar lagi dia akan membusuk dipenjara dan aku juga telah membawa ibumu serta adik-adik mu dekat denganmu." ucap Arsha membanggakan dirinya sendiri.


Melati mengernyitkan dahi mendengar pernyataan suaminya."Bangga sekali kau dengan dirimu?"


"Lah memang aku yang melakukan semua itu, harusnya kamu berterima kasih padaku." ucapnya Riko dengan serigai liciknya menunjuk pipinya berharap Melati memberinya kecupan disana.


Melati kemudian mengecup kedua pipi Riko." Puas." ucapnya menautkan kedua alisnya.


"Apanya puas, baru juga pemanasan belum-" Riko menggantung ucapannya berharap Melati paham akan maksudnya.


Tanpa aba-aba Melati menindih tubuh suaminya kini tubuhnya sudah berada diatas tubuh Riko membuat keduanya beradu pandang dan nafas.


"Apa kamu sanggup melakukannya?" tanya Riko menaikan sebelah sudut bibirnya.


"Aku akan melakukannya sesuai keinginanmu." jawab Melati merasa yakin.


"Aku akan melakukannya, kamu diam lah dan cukup nikmati saja!!" suruh Riko membuat posisinya berubah kini Melati berada dibawah kungkungan tubuh Riko.Riko kemudian mengulum bibir Melati mesra berlanjut menyusuri leher jenjang Melati mengecupnya dengan begitu mesra.


Riko melucuti tiap helai benang yang menutupi tubuh Melati hingga membuat polos begitu juga dengannya.Pandangannya kemudian tertuju pada bukit sintal Melati yang menantang.Kini mulai dimainkan dengan lidahnya membuat Melati semakin mendesah penuh nikmat.Area sensitifnya bereaksi kini mulai basah menandakan betapa nikmatnya setiap sentuhan dan kecupan Riko.


Riko membenamkan kepala bawahnya yang sudah sangat menantang menuju Melati seketika area yang hangat dan lembab menyambutnya.Riko kemudian memacu tubuhnya maju mundur.Keduanya tenggelam dalam kenikmatan.


"Apa kamu menikmatinya?" bisik Riko di telinga Melati.


"Hmm." Melati berdehem tapi ekspresinya sudah menjawab semua pertanyaan Riko tanpa harus menjelaskannya panjang lebar.


Sekitar 1 jam pergulatan mereka diatas ranjang akhirnya keduanya telah mencapai puncak kenikmatannya.Kini tubuh polos keduanya terbaring lelah dengan keringat yang membasahi tubuh keduanya.


"Terima kasih sayang." lirih Riko memeluk tubuh Melati sambil mengelus perut Melati berharap bayinya tetap nyaman walau tadi tubuhnya menindih tubuh Melati tapi Riko tahu batasan dan tetap melakukannya dengan nyaman sehingga tidak menyakiti bayinya.


"Tidur sayang." ucap Riko lirih di perut Melati dan mengecupnya.


***


Melati keluar dari kamar Ibunya setelah selesai menyuapi ibunya dan memberinya obat lalu membawa piring bekas makan ibunya ke dapur.


"Non sarapan sudah siap." ucap Lina.


"Iya bik terima kasih bibik sudah membantu saya disini." ucap Melati tersenyum.

__ADS_1


"Sudah tugas bibik non."


Riko dan kedua adiknya juga sudah duduk di meja makan.Melati melayani suaminya dengan mengambilkan nasi goreng plus telor ceplok setengah matang kesukaannya dan menuangkan air putih di gelas nya.


Begitu pun dengan adiknya Melati melayani keduanya dengan penuh kasih sayang.


"Ayo makan jangan lupa berdoa." ucap Melati memandang bergantian Riko dan kedua adiknya.


Riko melahap suap demi suap nasi goreng ke mulutnya tapi matanya tetap fokus menatap kecantikan istrinya yang menurutnya semakin hari semakin cantik.Kerudung soft pink kesukaannya nampak kontras dengan wajahnya yang putih membuatnya nampak mempesona.Dani dan Mawar yang memperhatikan Kakak iparnya itu hanya tersenyum senang tapi terkadang mereka pura-pura tidak melihat kemesraan Kakak iparnya yang begitu jelas menampakan rasa cinta yang begitu besar kepada kakak perempuannya itu.


Hari ini Dani dan juga mawar akan memulai aktifitas belajar mereka di tempat yang baru.Erick telah mengurus kepindahan mawar di SMP sementara Dani di SMA.


"Belajar yang rajin ya,ini uang saku kalian ." ucap Melati.


"Terima kasih mbak." ucap Dani dan mawar mengambil uang saku mereka lalu mencium tangan Melati dan juga Riko.Keduanya berjalan beriringan meninggalkan ruangan itu.


"Sayang, Aku ingin menjenguk Mbak Yanti." ucap Melati.


"Aku juga akan kesana melihat keadaanya karena Yanti akan bersaksi atas kejadian yang menimpanya."


"Apa maksudnya?" tanya Melati bingung.


"Kamu benar sayang, Angel harus mempertanggung jawabkan perbuatannya karena sudah menyakiti Mbak Yanti." tutur Melati membenarkan apa yang sudah dilakukan Riko."Aku akan ke kamar dulu bersiap dan juga aku mau melihat Nayya." ucap Melati beranjak dari duduknya.


"Aku ikut." ucap Riko menarik tangan Melati.Keduanya berjalan beriringan menaiki tangga masuk ke dalam kamar.


Melati merapikan dandanannya di depan cermin sementara Riko tengah berbicara di telepon.


" Kamu urus pekerjaan di kantor kalau ada apa-apa segera hubungi kakak." ucap Riko lalu mengakhiri obrolannya di telepon.


"Siapa, Riana ya!!" ucap Melati yang sudah bisa menebak dengan siapa suaminya berbicara ditelepon.


"Hmm."


"Apa kamu tidak ke kantor?" tanya Melati memegang lengan Riko.


"Aku akan mengurus masalah Angel dulu,aku belum tenang sebelum dia masuk penjara." ucap Riko fokus menatap wajah Melati yang menurutnya kecantikan istrinya itu selalu sempurna ditambah lesung pipit diwajahnya membuatnya tampak selalu manis.


Riko mengelus wajah melati lalu sekilas mengecup bibir Melati." Kamu cantik sekali istriku." puji Riko.

__ADS_1


"Kamu juga ganteng suamiku." balas Melati ikut memuji ketampanan Riko.


Keduanya saling bertatapan dan tersenyum.


Tok tok tok


"Masuk"


"Ini non Nayya Bu." ucap Desi masuk ke ruangan itu dan memberikan Nayya pada Melati.


"Sayang Mommy cantik mommy." ucap Melati menghujani nayya dengan ciuman begitu juga Riko tak mau kalah dengan Melati segera merebut Nayya dari gendongan Melati dan mencium Nayya beberapa kali."Cantik Daddy."


Riko mengangkat tubuh nayya ke atas membuat Nayya tertawa dan senang.Bayi 9 bulan itu nampak begitu menggemaskan ketika sedang tertawa.


"Daddy sama Mommy pergi sebentar ya nak baik-baik sama mbak Desi." ucap Riko kemudian memberikan Nayya kembali pada Desi yang sengaja masih berdiri menunggu karena memang Desi sudah diberitahu majikannya itu akan pergi.


"Dada mommy dada Daddy." ucap Desi memegangi tangan Nayya untuk melambaikan tangannya berpisah dari Daddy dan Mommy nya.


"Dada." ucap Melati memberikan kiss bye pada Nayya kemudian perlahan meninggalkan ruangan itu.


Riko dan Melati masuk ke dalam mobil kemudian mobil pun melesat di jalanan itu.


Sekitar 30 menit mereka sampai dirumah sakit.Keduanya memasuki lobi rumah sakit kemudian bertanya pada Resepsionis rumah sakit ruangan Yanti dirawat.Melati dan Riko menyusuri koridor-koridor rumah sakit dan akhirnya menemukan ruangan Yanti.


Melati mengetuk pintu kemudian masuk.


"Den Riko non melati." ucap Minah terharu melihat kedatangan majikannya itu.


Melati dan Riko tersenyum.


"Bagaimana keadaan Mbak Yanti sekarang?" tanya Melati menatap Yanti yang masih lemah terbaring di brangkar.


"Kepalanya masih pusing non tapi syukur tidak terjadi sesuatu yang buruk." ucap Minah menyahut pertanyaan Melati.


"Maafkan saya ya Mbak Yanti karena mbak Yanti harus sakit begini." ucap Riko merasa bersalah.


"Saya yang harusnya minta maaf karena gagal mengamankan rumah den Riko.


"Setelah Mbak Yanti pulih saya mohon mbak Yanti bersaksi kejadian malam itu di kantor polisi kesaksian Mbak Yanti akan memperkuat bukti Angel bersalah." tutur Riko.

__ADS_1


"Saya bersedia den,saya akan bersaksi sejujurnya kalau mbak Angel telah membawa kabur perhiasan juga uang den Riko." ucap Yanti bersemangat.


__ADS_2