Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 71 ( Persalinan )


__ADS_3

Sebulan kemudian.


Melati bolak-balik ke Dokter karena merasakan kontraksi palsu tanggal persalinannya pun sudah mendekati.Seminggu ini Riko tidak pergi ke kantor karena menghawatirkan keadaan Melati.


"Ayo makan yang banyak sayang?" ucap Riko menyuapi Melati makam.


"Sudah Sayang,aku sudah kenyang." tolak Melati.


"Ayo makan lagi baru juga beberapa suap masa sudah kenyang?" ucap Riko terus membujuk.


Melati menggelengkan kepalanya menolak bujukan Riko.


"Ya sudah istirahat sayang, Aku akan bekerja sebentar," ucap Riko membantu Melati berbaring lalu menyelimutinya.


Riko kemudian duduk di sofa memeriksa laporan kerja yang dikirim Erick lewat email.


Riko merasa kehausan kemudian melangkah pergi menuruni tangga menuju dapur lalu mengambil minuman ringan dari lemari pendingin.


"Den Riko butuh sesuatu?" tanya Minah menatap Riko yang tengah meneguk minuman dari botol.


"Nggak Bik, Aku cuma haus.Melati juga sedang tidur," ucap Riko kembali ke kamarnya membawa sisa minuman di botol.


Riko membuka pintu terlihat Melati tengah merintih kesakitan memegangi perutnya.


"Sakit...." Melati merintih.


Riko segera berlari melempar botol ditangannya."Kenapa Sayang, sakit?" tanya Riko cemas mengelus perut Melati.


"Sakit sayang, perutku mulas banget."ucap Melati sambil terus merintih menitikan air mata memegangi perutnya.


Riko kemudian membopong tubuh Melati turun menggunakan lift menuju lantai bawah.


"Bik Lina," teriak Riko lalu mendudukan Melati di sofa tamu.


"Iya Den," sahut Lina keluar dari dapur.


"Siapkan kebutuhan Melati


, sepertinya mau melahirkan.Dimana mertuaku?"


"Ibu sari sedang pergi ke pasar Den,tadi Non mau dibikinin apa gitu.jadi Ibu Sari pergi ke pasar untuk belanja," tutur Lina.


"Cepat ambil tas dikamar,saya tunggu di mobil." Titah Riko kemudian kembali membopong tubuh Melati ke mobil.


"Sakit sayang," rintih Melati sampai keringat membasahi tubuhnya.


"Sabar Sayang sebentar lagi masih nunggu bik Minah," ucap Riko mengusap peluh Melati.


Beberapa menit kemudian Minah masuk mobil."Jalan Pak,"suruh Riko menyuruh sopirnya segera melajukan mobilnya.

__ADS_1


20 menit kemudian Meraka sampai dirumah sakit.Tanpa membuang waktu Riko segera mengangkat tubuh Melati menuju UGD lalu membaringkan Melati ke brangkar pasien.


"Dokter... Dokter," teriak Riko.


Dokter dan Suster pun datang kemudian memeriksa Melati.


"Cepat siapkan ruang persalinan sudah sempurna bukaannya!" Suruh Dokter kepada seorang Suster.


"Bagaimana istri saya dokter Very?" tanya Riko cemas melihat Melati terus merintih.


"Sebentar lagi akan lahir bayinya,tetap tenang dan berdoa ya Pak Riko biar ibu Melati juga bisa tenang lancar persalinannya." Tutur Dokter.


"Sudah siap Dok," ucap seorang Suster.


Melati kemudian di pindahkan ke ruang persalinan.Riko pun ikut menemani di dalam ruang persalinan.


"Sabar ya sayang yang kuat sebentar lagi jagoan kita akan lahir," bisik Riko di telinga Melati.


Melati terus merintih.Air matanya menjadi saksi rasa sakit yang terus menjangkitinya.Perjuangan seorang Ibu memberikan kehidupan kepada buah hatinya tidak bisa dibandingkan dengan apapun di dunia ini bahkan nyawa sekalipun diserahkannya.


"Tetaplah kuat sayang, sebentar lagi yang kita tunggu-tunggu akan lahir, ucap Riko berusaha tersenyum dan tenang walaupun cemas dan takut menyelimutinya saat ini.


Melati semakin merasakan mulas hebat membuatnya terus ingin mengejan.Dokter mulai mengarahkannya.Melati mengikutinya semua arahan Dokter.


"Ahhhhhhh..."


"Oeeeee....oeeee....oeeeeee." Tangis kencang bayi menggema di ruangan itu.Seketika senyum bahagia memenuhi ruangan itu.


"Selamat ya Bu,Pak.Bayinya cowok ganteng banget," ucap seorang suster memperlihatkan bayi yang baru lahir itu ke Melati dan Riko.


Riko tersenyum bahagia melihat bayinya telah lahir.Riko mengusap peluh bercampur air mata yang membasahi wajah Melati kemudian mengecup kening Melati."Terima kasih sayang akhirnya yang Kita tunggu-tunggu lahir,Kamu hebat Sayang."


Setelah selesai dibersihkan Suster memberikan Bayi itu kepada Riko untuk mengadzani.Air matanya meluncur bebas menatap Bayi dipeluknya."Rasanya sungguh luar biasa."Batin Riko tidak bisa mengungkapkan betapa bahagianya saat ini.


"Lihat Sayang,Dia tampan sekali,kan?" ucap Riko meletakkan bayinya di samping Melati.


"Iya Dia setampan Daddynya."


Melati tersenyum sambil menitikan air mata menatap bayinya kemudian mengecup pipi bayinya beberapa kali.


"Aku bahagia sayang sangat bahagia."Timpal Melati.Riko mendaratkan kecupannya di kening Melati.


Diruang tunggu.


Keluarga Melati dan Riko antusias menunggu kabar Riko keluar dari ruang bersalin.Tangisan bayi yang baru saja terdengar membuat Mereka merasa lega.Nani yang sedari tadi mondar-mandir cemas merasa lega mendengar tangis cucu pecah di dalam sana.


Riko keluar dari ruang persalinan dengan senyum yang terus mengembang memancar kebahagiaan.


"Gimana Istri dan anakmu Ko?" tanya Nani antusias langsung berjalan ke arah Riko begitu melihat Riko keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"Sudah pasti lah Mi,tuh lihat senyum Kakak sudah menjawabnya,"sahut Riana.


"Melati baik-baik saja Mi,bentar lagi dipindah ke ruang perawatan dan cucu Mami cowok." Jelas Riko.


"Alhamdulillah,"ucap Nani dan Sari serentak mendengar ucapan Riko.


"Akhirnya Mami punya cucu lengkap cewek cowok," ucap Nani penuh kebahagiaan.


Setelah Melati dipindahkan kedua keluarga itu memenuhi ruang rawat Melati.


"Ih ganteng banget keponakan Aunty," ucap Riana gemas melihat keponakannya di box bayi.


"Siapa dulu dong Daddynya genteng gini," ucap Riko menyombongkan diri membuat semua orang di ruangan itu mengulum senyum.


"Daddynya memang tampan tapi ketampanannya akan ada yang menyaingi.Hahaha." Seloroh Riana terkekeh.


"Yah jadi punya saingan sekarang," ucap Riko pasrah.


"Apa masih sakit?" tanya Riko mengelus kening Melati lalu mengecupnya beberapa kali.


Melati menggelengkan kepalanya."Sakitku seketika hilang mendengar tangis bayi kita Sayang," ucap Melati melempar senyum ke Riko.


Kemesraan pasangan suami istri itu menjadi pusat perhatian kedua keluarga itu.Keharmonisan rumah tangga Riko ditambah 2 malaikat kecil Nayya dan Baby Boy yang baru beberapa jam lahir membuat kebahagian keluarga itu semakin lengkap.


Riko mengecup kening juga pipi Melati beberapa kali.Kini keduanya bisa melepaskan kebahagiaan mereka berdua di ruang itu karena keluarganya sudah pulang kerumah.


"Terima kasih Sayang, Aku benar-benar bahagia.Akhirnya impianku terwujud punya anak laki-laki yang akan menjadi penerusku kelak," ucap Riko menghujani Melati dengan kecupan kebahagiaan.


"Aku juga sayang, terima kasih sudah memberiku kebahagiaan yang lengkap.Kamu juga anak-anak kita adalah anugerah paling berharga dari Tuhan yang diberikan kepadaku," ucap Melati mengenggam erat tangan Riko.Riko kemudian memeluk erat tubuh Wanita yang memberinya 2 keturunan itu.


"Sudah Tidurlah sudah malam,besok Kita akan pulang," ucap Riko melepas pelukannya.


"Aku sudah tidak sabar pengen ngurus bayi kita sayang."


"Kamu pasti akan kelelahan mengurus 2 anak sekaligus."


"Ada Mbak Desi yang bantu Aku juga ada Kamu," ucap Melati tersenyum.


"Iya Sayang aku pasti siap 24 jam bantuin kamu ngurus bayi kita."


"Kamu akan menamai bayi kita siapa sayang?" tanya Melati menatap netra suaminya.


"Aku masih bingung sayang,ada beberapa pilihan tapi aku belum menentukan nama yang tepat untuk bayi kita."Terang Riko.


"Baiklah Aku akan menunggu, kasih nama yang terbaik untuk bayi kita ya." pinta Melati berharap.


"Itu pasti." Jawab Riko.


Mereka berdua sudah bersepakat jika anak mereka perempuan maka Melati yang akan menamainya sementara kalau bayi laki-laki yang lahir maka tugas Riko mencari nama.Akhirnya Riko yang akan menamai bayinya.

__ADS_1


__ADS_2