
Sebulan kemudian.
Melati dan Andika sering bertemu.Keduanya intens bertemu untuk memantau bisnis makanan mereka.
Hari ini Melati akan pergi bersama Andika untuk melihat bisnis cabang makanan diluar kota.Melati telah bersiap dan menunggu kedatangan Andika.Dia duduk di ruang tamu sembari memainkan gawai ditangannya menunggu Andika yang sudah sepuluh menit telat dari waktu janjian.
"Kamu jadi pergi dengan Andika, Melati?" tanya Sari sembari duduk disebelah putrinya.
"Iya Bu jadi.Ini aku lagi nunggu dia datang tapi nggak tahu udah lewat sepuluh menit belum datang-datang."
"Sabar Melati nanti juga datang mungkin macet kali coba ditelepon."
"Udah Bu tapi nggak diangkat," kata Melati menghela nafas panjang.
"Jaga dirimu sayang.Perutmu sudah semakin membesar tapi masih suka kluyuran.Jangan sampai kecapekan, kasian bayi dalam kandunganmu," tutur Sari cemas.
"Siap Bu Dokter, Melati pasti menjaga diri.Jangan cemaskan Melati tapi doakan untuk semua kebaikan Melati," kata Melati memeluk dan mencium Ibunya.
Sari hanya tersenyum mendengar celoteh anaknya yang memanggilnya dengan sebutan Bu Dokter.
Tiba-tiba terdengar pintu diketuk.Melati membuka pintu dan mempersilahkan Andika masuk dan duduk.
"Duduk dulu, Ka.Aku ambil tas sebentar ya di kamar," kata Melati seraya berlalu pergi ke kamarnya.
"Nak Dika tolong jaga Melati ya, dia pasti kesepian akhir-akhir ini dia terus menyibukkan diri.Kondisinya yang sedang hamil membuat Ibu takut dia kelelahan." Sari berpesan.
"Pasti Bu, saya pasti menjaga Melati.Kalau semua sudah selesai kami langsung pulang," jelas Dika.
Terlihat Melati sudah kembali."Bu aku pergi ya," kata Melati pamit seraya mencium punggung tangan Ibunya disusul Andika juga pamit mencium tangan Sari.
"Hati-hati Melati, Nak Dika."
Keduanya naik mobil, akhirnya mobil melaju pergi.Satu jam kemudian mereka telah sampai.Andika dan Melati melihat-lihat tempat yang strategis di tengah-tengah kota dekat dengan sekolah SMA.Tempat nyaman bersih dan pasti instagramable.Konsumennya menyasar pada anak-anak muda yang suka nongkrong sambil jajan.
Melati merasa sangat puas dan senang melihat tempat usahanya.Dia yakin pasti usahanya akan berjalan lancar.Beberapa tahun terakhir ini Drakor begitu menjamur di tivi, tak heran makanan yang sering muncul di Drakor begitu memikat penontonnya untuk menikmatinya.Kini jajanan Korea begitu viral dan di gandrungi di negeri ini.Rencana minggu depan tempat ini akan mulai dibuka.
Setelah semua urusan sudah selesai Andika juga Melati pulang.Sekitar pukul dua siang mereka meninggalkan tempat itu.
Andika berhenti disebuah restoran untuk mengisi perut yang sedari tadi mulai keroncongan.Melati duduk disebuah kursi bersama Andika.Memesan makanan serta minuman untuk mengisi perut mereka.
__ADS_1
Melati menikmati makanannya dengan lahap begitu pula dengan Andika.Andika tampak mengamati seseorang dibelakang Melati.Tampaknya dimana pun Melati berada orang itu selalu ada.
'Siapa dia?' batin Andika bertanya-tanya.
Melati menyadari gelagat aneh Andika dengan mempertanyakannya.
"Ada apa?" tanya Melati
"Kamu lihat orang yang duduk di belakangmu, dia selalu mengikuti kita kemanapun kita pergi," sahut Andika.
Melati sedikit menengok kebelakang dan melihat siapa orang yang berada dibelakangnya.Terlihat orang dengan setelan jas hitam sedang menikmati makanannya.
"Aku yakin betul," imbuh Andika.
Melati berpikir sejenak, mungkinkah itu orang suruhan suaminya tapi dilihat bajunya Ia seperti bukan orang penguntit asal-asalan.
"Biarkan sajalah, mungkin itu orang suruhan suamiku," jelas Melati.
"Kenapa suamimu menyuruh orang untuk mengikuti kita, apa dia ingin memata-matai kita?Biasanya dia selalu marah ketika kita bertemu, akhir-akhir ini aku tidak melihatnya dan malah mengirim orang untuk me matai kita?"
Melati menghela nafas panjang seakan berat harus mengatakannya kepada Andika.
"Entahlah, aku sendiri tidak mengerti apa maunya.Saat bersamaku dia begitu dingin tapi dia cemburu ketika aku bersamamu.Sudah sebulan ini dia pergi dari rumah," jelas Melati.Menyedot minuman di gelasnya.
Melati adalah cinta pertama Andika.Semenjak dulu cintanya hanya untuk Melati tapi salahnya tidak pernah mampu mengutarakan semua perasaannya.Saat Melati menikah, Andika sendiri tengah kuliah di luar kota sehingga dia sama sekali tidak mengetahui pujaan hatinya dinikahi orang lain.Kehilangan Melati adalah hal yang mengecewakannya seumur hidupnya.Andai Ia bisa memutar waktu Ia akan mengamankan pujaan hatinya itu lebih dulu sebelum diambil orang.
Setelah selesai Andika segera mengantar Melati pulang karena hari sudah semakin sore.
Setelah satu jam mereka telah sampai.Andika melanjutkan perjalanannya untuk pulang.Melati pun segera bergegas masuk dan mandi.
***
Sekitar pukul 11 malam Melati terbangun dari tidur karena merasa kehausan, sementara air di gelas yang biasa di sediakan Bik Minah habis.
Akhirnya Melati turun kebawah mengambil air di dapur.Setelah minum dan memenuhi gelas yang akan dibawanya ke kamar, Melati bergegas meninggalkan dapur.Melati berjalan perlahan, tiba-tiba mendengar pintu diketuk beberapa kali suaranya pelan tapi masih terdengar olehnya.
"Siapa sih malam-malam kok ada orang ketuk pintu," katanya lirih.
Melati berjalan menuju pintu dan melihat dari balik jendela.Terlihat seseorang tergeletak di depan pintu.Melati segera membuka pintu dan melihat siapa orang itu.
__ADS_1
"Parfum ini, aku mengenalnya," katanya lirih sembari mencoba membalik tubuh yang meringkuk itu.
Deg
Ternyata suaminya, Riko.
"Mas bangun, kenapa kamu tidur di depan pintu," kata Melati menggoyang-goyangkan badan Riko.
Riko tersadar dan segera memeluk erat Melati.
"Melati kenapa kamu selalu bersama Andika?" racau riko yang sedang mabuk.
"Apa maksud kamu, ayo masuk!berdiri aku bantu," pinta Melati.
Riko pun berdiri setengah sempoyongan.
Melati ingin memapah riko masuk ke dalam rumah tapi tubuh Riko yang kekar membuatnya sedikit kesulitan apalagi keadaanya yang tengah mengandung membuatnya tidak bisa memaksakan tenaganya.
"Duduklah disini sebentar." Melati mendudukkan Riko di kursi teras.
Lalu Melati naik ke lantai dua membangunkan Dani.Setelah mengetuk beberapa kali akhirnya Dani keluar kamar.
"Ada apa sih mbak malam-malam gangguin orang tidur!" kata dani sedikit kesal.
"Ayo sini bantu, Mbak!" Melati menarik tangan Dika turun ke bawah dimana Riko berada.
"Kenapa Mbak, Mas Riko?" tanya Dani.
"Kayaknya mabuk ini orang.Ayo cepat bantu Mbak, bawa dia ke kamar!"
Dani dan Melati membawa Riko ke dalam rumah dan menidurkannya diatas kasur.Setelah itu Melati menyuruh Dani kembali tidur.Dani pun segera pergi meninggalkan kamar itu.
Melati melepaskan sepatu juga jas yang dipakai Riko lalu pergi ke kamar mandi mengambil handuk basah dan menyeka wajah Riko dengan handuk itu.
Riko pun tersadar dan menarik tubuh Melati ke pelukannya.Riko memeluk Melati dengan erat dan mengucapkan sesuatu.
"Aku.Aku sangat merindukanmu, aku hampir mati karena merindukanmu," kata Riko lirih di telinga Melati.
Melati hanya terdiam tak menyahut.Pelukan Riko begitu erat membuatnya sulit bergerak.Melati mencoba melepaskan tapi apalah daya tenaganya tidak sebanding Riko.
__ADS_1
"Diam lah sejenak, jangan pergi!"
"Aku tidak tahan dengan bau alkohol!" Melati terus memberontak.Riko pun melepaskan pelukannya membuat melati terbebas dari cengkeramannya.Malam semakin larut mereka pun tertidur.