Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 54 ( Firasat Ibu )


__ADS_3

Sekitar pukul 4 sore Riko meninggalkan kantornya dengan mengendarai mobil hitam Mercedez Benz miliknya.Riko mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan hampir saja menerobos lampu merah.Untung saja kelihaiannya mengendarai mobil menyelamatkannya dari hantaman mobil-mobil yang langsung tancap gas begitu lampu merah berganti hijau.


Pandangan Riko pun teralihkan melihat senda gurau mobil disebelahnya sepertinya mobil itu tak asing baginya.Riko menatap tajam siapa pengendara didalamnya.Betapa terkejutnya ternyata di dalam mobil itu, Angel dan seorang pria yang duduk dibelakang kemudi.Riko berusaha sedikit menutup kaca mobilnya agar tak terlihat Angel.


Setelah lampu merah berganti hijau mobil pun tancap gas melaju.Mobil Riko sengaja berjalan melambat dibelakang mobil Angel.Dia ingin mengikuti kemana arah mobil Angel pergi.Riko terus mengikuti pelan-pelan mobil Angel agar tak diketahui Angel dan laki-laki yang bersama Angel.


Tiba-tiba ponsel Riko berdering segera dia menjawab telepon yang masuk itu.


"Halo bos." sapa seseorang diseberang telepon.


"Iya siapa ini?" tanya Riko.


"Saya anak buah Alex Asisten bos Riko.Apa mobil di depan itu mobil bos Riko?"


Riko kemudian melihat spion lalu mendapati mobil dibelakangnya.


"Kalian tidak usah mengikuti Angel biar aku saja." titah Riko.


"Baik Bos." jawab anak buah Riko menurut.


Kemudian Riko menutup telepon dan melajukan mobilnya yang tertinggal jauh dari mobil Angel.


Mobil Angel pun berhenti di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup besar dan masuk ke parkiran sementara mobil Riko berhenti di depan mall.


"Sial." umpat Riko kesal kemudian melajukan mobilnya berlalu meninggalkan mall.Riko tidak ingin mematai-matai Angel seperti orang bodoh di mall bisa-bisa runtuh pamornya sebagai seorang Bisnismen.


Di dalam mobil Riko terus berpikir siapa lelaki yang bersama Angel mungkinkah itu laki-laki yang dikatakan Asistennya sebagai suami Angel.


Sesampainya dirumah Riko langsung menaiki tangga menuju kamarnya.


Dilihatnya melati tengah tertidur lalu dikecupnya kening Melati mesra lalu bergegas menuju kamar mandi.Setelah sekitar 15 menit Riko keluar dari kamar mandi dengan handuk dilehernya seraya mengusap kasar rambutnya yang basah.


"Kapan kamu pulang sayang,kok udah mandi aja?" ucap Melati begitu melihat suaminya keluar dari kamar mandi.


"Dari tadi,apa kamu tidak berasa aku tadi mengecup keningmu bahkan sampai menggelitikimu?" tanya Riko berdiri di depan cermin kemudian menyisir rambut serta menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya serta mengoles tipis cream ke wajahnya.Jelas pria sepertinya tak pernah absen menjaga wajahnya agar selalu bersih terjaga.


"Masa sih segitunya aku tidur." sahut Melati mengangkat sebelah sudut bibirnya.


"Cepatlah mandi sudah sore."ucap Riko.

__ADS_1


Kemudian Melati beranjak dari tempat tidur dan melangkah menuju kamar mandi.


Setelah beberapa menit Melati keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya sementara Riko tengah duduk di sofa memandangi laptop di depannya.


"Kamu sedang bekerja?" tanya Melati sedikit berteriak.


"Hmm." jawab Riko.


Melati kemudian memilih melanjutkan aktifitasnya dan tidak bertanya lebih panjang lagi melihat suaminya sedang sibuk bekerja.


Tiba-tiba ponsel di meja berdering membuat Melati menghentikan sejenak aktifitasnya di depan cermin.


"Halo Dan,ada apa?" jawab Melati.


"Kak ibu sakit dan terus memanggil nama Mbak Mel." ucap Dani dengan suara sedih.


"Ibu sakit." teriak Melati langsung beranjak dari duduknya membuat Riko mengalihkan pandangannya dari laptop ke Melati.Riko beranjak dari duduknya dan mendekat ke Melati yang masih fokus di telepon.


"Ya sudah Mbak akan langsung kesana." ucap Melati mengakhiri teleponnya.


"Ada apa,ibu sakit?" tanya Riko segera setelah Melati mengakhiri teleponnya.


"Iya, ayo cepat kesana.Aku ingin melihat ibu." ucap Melati gelisah dan buru-buru mengambil baju ganti di lemari dan langsung berganti pakaian dan tak lupa mengenakan hijab instan berwarna coklat senada dengan bajunya.


"Tunggu,kamu akan pergi dengan wajah seperti itu?" seloroh Riko menarik tangan Melati menghadap cermin sedikit cekikikan menahan tawa.


"Ada apa,apa ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Melati mengusap wajahnya.


Melati kemudian melihat pantulan wajahnya di depan cermin membuatnya tertawa."Ya ampun kenapa pakai lipstiknya gini sih" ucapnya memulaskan lipstik ke bibir bagian atasnya menyamakan bibir bawahnya.Riko hanya cekikikan menahan tawa.


"Udah-udah ayo berangkat." ucap Melati menarik tangan Riko melangkah menuju kamar Nayya.


"Mbak Desi, Nayya tidur?" tanya Melati.


"Baru tidur Bu." jawab Desi.


Melati mengelus kening Nayya dan mencium kening Nayya dan kedua pipinya.


"Mommy kerumah nenek sebentar ya sayang baik-baik dirumah." ucapnya lirih.

__ADS_1


"Mbak Desi jaga Nayya baik-baik ya saya dan Bapak akan pergi keluar kota kalau ada apa-apa segera hubungi saya atau Bapak ya." ucap Melati menepuk pundak Desi.


"Baik Bu, hati-hati ya Ibu sama Bapak."


"Iya,terima kasih ya mbak Desi." ucap Melati kemudian berjalan beriringan bersama Riko.


Setelah berpamitan pada bik Minah dan Yanti. Riko dan Melati masuk mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah lantai 2 itu.


***


Setelah perjalanan sekitar 2 jam lebih Melati dan Riko tiba disebuah pelataran yang cukup luas.Tanpa membuang waktu Melati diikuti Riko langsung bergegas masuk ke dalam rumah.


"Ibu ibu." teriak Melati masuk ke kamar ibunya.


Terlihat ibunya terbaring lemah di kasur mawar dan Dani duduk disamping ibunya.


Melati langsung jatuh ke pelukan ibunya dan menangis sejadi-jadinya." Maafkanlah Melati Bu, Melati terlalu sibuk dengan urusan melati hingga melupakan ibu." ucap Melati sesegukan.


"Ibu nggak pa pa sayang,jangan cemaskan Ibu.Kalian bisa tahu pasti Dani menelepon kalian ya padahal ibu sudah melarang." ucap ibu melirik ke arah Dani.


"Sudahlah Bu,Dani tahu ibu kangen sama Mbak Mel." sahut Dani membenarkan tindakannya.


"Ibu nggak boleh sakit, Ibu harus sehat pokoknya ibu harus ikut tinggal sama Melati ya." perintah Melati tanpa mau ada yang membantahnya.


"Dani setuju Mbak." sahut Dani.


"Mawar segera kemasi baju-bajumu dan Ibu.Mas Dani akan mengemasi baju Mas." ucap Dani meninggalkan kamar ibunya dan bergegas menuju kamarnya.


"Ibu pasti belum makan." ucap Melati melihat makanan di meja yang masih utuh.


"Melati suapin ya Bu." ucapnya membantu ibunya untuk duduk dan menyender di batal yang disusun berdiri hingga menjadi senderan untuk ibunya.


Perlahan Melati menyuapi ibunya sedikit demi sedikit raut muka Ibunya berubah menjadi ceria.Melati tersenyum menyadari perubahan itu.


"Ibu pasti sangat merindukan Mel ya?" ucap Melati memeluk Ibunya dengan erat.


"Terima kasih ya Nak, Ibu hanya mengkhawatirkan keadaanmu beberapa minggu ini ibu selalu bermimpi tentangmu apa rumah tanggamu baik-baik saja?" tanya Ibu menatap Melati dan Riko bergantian.


"Kami baik-baik saja Bu." jawab Riko meyakinkan rumah tangganya sedang baik-baik saja.

__ADS_1


'Firasat Ibu tidak salah, rumah tanggaku memang baik-baik saja tapi ada batu sandungan yang kini menghadang jalan kami, Entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya.' batin Melati.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


__ADS_2