
Sekitar 10 lewat Melati dan Riko keluar dari ruang perawatan Yanti.
"Apa kamu mau sekalian periksa kandungan mumpung kita dirumah sakit?" tanya Riko.
Melati menghentikan sejenak jalannya kemudian berpikir sejenak.
"Ayolah kita ke dokter Very." ucap Melati menarik tangan Riko menuju Poli kandungan.
.
.
"Alhamdulillah aku senang sekali sayang akhirnya keinginanku terkabul." ucap Riko tak henti meluapkan kebahagiaannya dengan ucapan Dokter Very saat pemeriksaan kehamilan tadi.Senyumnya melukiskan kebahagiaan yang tiada tara.
"Jaga baik-baik kandunganmu ya." pinta Riko mengelus perut Melati lalu memasangkan sabuk pengaman ke tubuh Melati.
"Pasti sayang aku senang sekali bisa mengandung buah cinta kita." ucap Melati tersenyum menatap suaminya.
Kemudian Riko melajukan mobilnya membelah jalanan di kota itu
"Apa kamu mau makan sesuatu,aku rasa kamu di kehamilan kedua ini kamu lebih tenang dan kayanya nggak ada ngidam yang aneh-aneh?"
"Aku merasa lebih baik walaupun juga kadang aku merasa tidak baik tapi kayaknya aku sekarang pengen makan yang pedes-pedes." jawab Melati menelan salivanya membayangkan semangkok seblak di depannya.
"Apa itu,kamu mau makan sambal?" tanya Riko mencoba menebak keinginan istrinya.
"Ishh kok sambal sih,aku mau seblak sayang." ucap Melati mengutarakan keinginannya.
"Siap tuan putri tapi jangan terlalu pedas kasian nanti anak kita kepedasan." pinta Riko.
"Siap sayang."
Lalu mobil Riko berhenti di pinggir jalan kebetulan mamang penjual seblak yang sering lewat di depan rumahnya sedang mangkal di pos ronda.
"Tunggu disini,aku akan membelikanmu." pinta Riko kemudian keluar dari mobil lalu memesan 2 porsi seblak level sedang.
"Ini tuan." ucap penjual memberikan pesanan Riko yang telah siap dalam kantong plastik.
Lalu Riko membayar seblak itu dengan satu lembar uang merah.
"Maaf tuan saya nggak ada kembaliannya."ucap penjual itu mengembalikan uang Riko.
"Ambil saja,saya sedekahkan untuk bapak." ucap Riko memberikan kembali uang itu dan mengambil lagi beberapa lembar uang dari dompetnya dan memberikannya kepada mamang penjual itu.
"Terima kasih tuan semoga rezeki tuan semakin deras mengalir, diberikan keluarga yang rukun dan bahagia." ucap penjual itu senang dan mendoakan Riko.
"Aamiin.Terima kasih pak." ucap Riko mengamini doa penjual seblak itu kemudian kembali masuk mobil.
Melati langsung menyerobot kresek seblak ditangan Riko kemudian mengendus aroma seblak yang sangat ingin dimakannya.Riko hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.Mobil kembali melaju menuju rumah mereka yang tidak jauh lagi.
__ADS_1
Setelah mobil terpakir di halaman Melati segera masuk ke dalam rumahnya.Dia sudah tidak tahan ingin melahap seblak itu karena sedari tadi air liurnya berasa ingin mengalir mencium aroma seblak yang begitu menggoda.Riko hanya tersenyum pamornya dikalahkan dengan seblak karena Melati meninggalkannya begitu saja setelah mendapat keinginannya.
Melati langsung menuju dapur untuk mengambil mangkok,sendok dan garpu dan sebotol air mineral.Kemudian duduk manis di meja makan menikmati suap demi suap mulutnya sampai tidak bisa berhenti mengutarakan betapa nikmat makanan di depannya ."Mmmm ini enak sekali." ucapnya hingga beberapa kali terus mengucapkan kata-kata yang sama.
Bik Lina dan Riko hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Melati.
2 porsi seblak pun habis dilahap Melati kemudian menatap suaminya dengan tatapan penuh rasa bersalah." Maaf sayang aku menghabiskannya."
"Aku memang membelikannya untukmu,apa masih mau lagi biar bik Lina membelikannya lagi?" tanya Riko.
"Cukup,perutku sudah tidak muat lagi 2 porsi seblak di dalam perutku." ucap Melati mengelus perutnya yang sudah membuncit ditambah 2 porsi seblak yang membuatnya kekenyangan.
"Apa ibuku sudah makan bik?" tanya Melati melirik Lina yang berdiri disampingnya.
"Sudah non,baru saja bibik bawa bekas piringnya." jawab Lina.
Tiba-tiba ponsel Riko berdering.Dilihatnya layar ponselnya ternyata Erick yang menghubunginya.
"Halo."~Riko.
"Tuan saya baru dapat kabar dari kantor polisi mbak Angel sudah tertangkap."~Erick.
"Benarkah,cepat datanglah ke kantor polisi.Aku juga akan segera kesana."~ Riko.
"Baik Bos."~Erick.
"Kantor polisi,ada apa?" cemas Melati mendengar percakapan suaminya ditelepon.
"Angel tertangkap polisi,aku harus segera kesana." tutur Riko beranjak dari duduknya.
"Aku ikut?" ucap Melati ikut beranjak dari duduknya.
"Tidak, tetaplah dirumah aku akan mengurus Angel." ucap Riko melarang Melati pergi.
"Mm baiklah." ucap Melati menurut perkataan suaminya.
Riko mengecup kening Melati dan sekilas mengelus perut Melati."Aku pergi ya."
Riko melangkah pergi meninggalkan Melati yang masih terus menatap hingga hilang dibalik pintu.
Melati menaiki tangga menuju kamar Ibunya terlihat ibunya tiduran santai melihat tv.
"Sayang." ucap Ibunya begitu melihat putri sulungnya memasuki kamarnya.
Melati memeluk dan mengecup pipi ibunya lalu duduk di tepi ranjang.
"Darimana nak?" tanya ibunya melihat putrinya terlihat lelah.
"Dari rumah sakit Bu."
__ADS_1
"Siapa yang sakit?" tanya ibunya cemas.
"Bukan sakit Bu tapi Mas Riko dan aku kangen pengen lihat cucu ibu dalam perut Mel." ucap Melati mengelus perutnya yang sedari tadi bayi dalam kandungan bergerak membuatnya tidak nyaman.
"Ada apa kenapa kamu seperti tidak nyaman?" tanya ibunya ikut mengelus perut putrinya.
"Ini dari tadi gerak terus." tutur Melati.
"Istirahatlah sayang jangan sampai kecapekan, Ibu baik-baik saja sudah sana tidur dikamarmu!!"
"Siap Ibuku yang cantik, Mel akan istirahat.' ucap Melati kembali memeluk dan mencium Ibunya lalu melangkah pergi menuju kamarnya.
***
Riko memarkirkan mobilnya di halaman kantor polisi sementara Erick sudah menunggunya di teras kantor polisi.
"Tuan." sapa Erick membungkukkan tubuhnya.
Riko kemudian masuk kedalam dan mendapati Angel yang tengah di interogasi polisi.Disamping Angel juga duduk seorang laki-laki dan tentunya si kecil Alexa.
"Ko cepat bebaskan aku,aku tahu kamu kesini untuk membebaskan aku." seru Angel berbinar melihat kedatangan Riko.
"Siapa yang ingin membebaskanmu justru aku yang melaporkanmu ke polisi atas tuduhan pencurian dan kekerasan." tegas Riko menatap Angel dengan tatapan dingin.
"Kamu gila,aku ibu dari anakmu teganya kamu melaporkan aku ke polisi.Sudah menjadi hak Alexa atas semua kekayaan Daddy nya." ucap Angel Geram.
"Siapa Alexa kenapa aku harus memberi hartaku padanya, jelas-jelas Riko anak laki-laki disampingmu." tegas Riko menujuk laki-laki disamping Angel.
"Hahaha kamu ini gila jelas-jelas Alexa putri kandungmu." seloroh Angel.
Lalu Erick menyodorkan sebuah amplop putih kepada Angel."Tolong baca ini mbak Angel."
Lalu Angel membuka amplop kasar dan membacanya seketika ekspresinya berubah.
"Konyol sekali jelas-jelas Alexa putrimu,ini pasti bohong!" ucap Angel geram dan merobek kertas itu menjadi serpihan kecil.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak kamu tahu kebenarannya." ucap Riko melangkah pergi meninggalkan ruangan itu diikuti Erick.
Langkah Riko terhenti di teras kantor polisi.
"Tolong cari pengacara terbaik untuk mengurus masalah ini,aku ingin Angel mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya." titah Riko.
"Baik tuan." ucap Erick membungkukkan tubuhnya.
Kemudian Riko meninggalkan kantor polisi dengan mobilnya.
*****
Lanjut vote, like,komen dan kasih rating 5 bintang ya supaya author semakin makin semangat melanjutkan ceritanya🙏
__ADS_1