Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 22 ( Bangunlah Sayang)


__ADS_3

"Bangunlah, bukalah matamu Melati. Aku tak akan membiarkan kamu menderita lagi. Katamu kita akan memulai semua dari awal setelah kamu mengakhiri semua ini, kenapa kamu malah lemah seperti ini. Apa kamu sudah lelah dengan semuanya hingga kamu tak ingin melihatnya, bangunlah sayang mana Melati yang kuat yang selama ini aku kenal, "ucap Andika lirih tangannya menggenggam erat tangan Melati.


Riko mengamati Andika dari luar ruang ICU, terlihat raut muka penuh amarah menatap Andika di dalam ruangan itu. Andika menyadari dan segera keluar dari ruang ICU.


Andika melangkah perlahan mendekati riko, tiba-tiba Riko melempar bogem mentah ke arahnya dengan segera menangkisnya. Ia menarik tangan Riko ke taman yang masih di area rumah sakit karena tidak ingin membuat keributan di dalam sana.


"Apa maumu?" tanya Andika.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu, harusnya aku yang bertanya begitu. Pantaskah seorang pria menggenggam tangan seorang wanita bersuami!" Riko berucap dengan nada meninggi, mata menatap tajam Andika.


"Kamu sudah mendapatkan apa maumu, lalu apalagi? apa masih kurang kamu menyakiti Melati, sadarkah Melati seperti ini karena salahmu!" tukas Andika berteriak.


"Aku dan Melati saling mencintai lalu apa masalahmu, dia masih istriku!" balas riko berteriak dengan nada yang sama dengan Andika.


"Cintamu hanya menyakitinya dan membuatnya seperti ini.bJadi aku mohon tinggalkan Melati, biarkan dia menjalani hidup barunya." Andika memohon.


"Apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan dia. Aku tidak ingin melihatmu lagi di rumah sakit ini pergilah!" ucap Riko tegas meninggalkan Andika sendiri.


Riko berjalan cepat menuju ke ruang ICU dan masuk melihat Melati.Riko memandangj Melati dan mengelus lembut pipinya.


"Bangun sayang, aku rindu suaramu. Bangun lah aku mohon, aku tak bisa hidup tanpa kamu. Bangun lah jangan tidur terlalu lama, aku tahu kamu lelah tapi aku mohon cepatlah bangun," ucap Riko menitikkan air mata tangannya menggenggam erat tangan Melati.


***


Seminggu kemudian


Hari ini akan diadakan acara syukuran juga aqiqah pemberian nama bayi Mia dan Riko.


Sekitar pukul 7 malam semua saudara juga tamu undangan hadir.


Setelah pembacaan doa dan pencukuran rambut bayi nama anak diumumkan.


"Namanya adalah Ainayya Hikari Wijaya," ucap Riko di hadapan keluarga dan tamu undangan.


Semua bertepuk tangan dan mendoakan semoga bayi Ainayya jadi anak sholehah. Setelah itu para tamu undangan dipersilahkan menikmati hidangan yang telah disediakan.


Setelah acara selesai orang-orang bertaburan meninggalkan kediaman Riko.


Riko segera masuk ke kamar mendengar bayinya menangis.

__ADS_1


"Kenapa Mia bayi Nayya nangis terus?" tanya Riko cemas.


"Entahlah, aku baru saja mengganti popoknya dan juga sudah memberinya susu tapi dia masih nangis terus."


"Sini biar aku gendong," ucap Riko meraih bayi di gendongan Mia berpindah ke tangannya.


"Sayang ... sayang cup ... cup. Papa disini, Nak." Riko menggendong dan mengayun pelan agar bayinya tenang sambil mengelus lembut kening bayinya untuk membuatnya nyaman. Bayi Nayya terdiam dan mulai tenang di gendongan Papanya. Matanya yang kecil menatap mata Papanya.


'Mata kamu seperti mata Mommy mu, Nak.Sungguh ketika melihatmu, aku seperti melihat Mommy mu,' gumam Riko dalam hati seraya mencium lembut kening bayinya.


Riko terus mengayun bayi Nayya dan akhirnya bayi Nayya tertidur di gendongannya. Riko menidurkan bayinya ke box bayi pelan dan menyelimutinya. Riko berbaring di ranjang bersama Mia bersiap untuk tidur.


"Aku nggak menyangka seorang Riko Wijaya bisa setelaten itu mengurus bayinya," puji Mia.


"Entahlah jiwaku seperti terpanggil. Aku langsung jatuh cinta ketika melihatnya dan tak ingin melihatnya menangis."


"Kamu Papanya jadi kamu juga punya ikatan khusus, sepertimu melihat Ibunya yang membuatmu langsung jatuh cinta," ucap Mia melirik ke arah Riko.


Sesaat Riko hanya terdiam mendengar ucapan Mia.


"Bayi Nayya pasti mencari Ibunya, penglihatannya belum sempurna tapi dia bisa merasakan kenyamanan dari orang-orang yang punya ikatan batin dengannya," terang Mia memejamkan mata sesaat.


"Cahaya kedua mata keluarga wijaya," terang Riko.


"Kelak dia pasti akan membuat keluarganya bahagia dan bangga seperti arti namanya," ucap Mia tersenyum memegang lengan Riko.


"Bagaimana keadaan Melati, Mas?"


"Entahlah, belum ada perubahan masih sama," ucap Riko dengan muka datar.


'Sudah seminggu kamu tertidur Melati, apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu sadar. Aku tahu Nayya menangis pasti mencarimu, mencari Mommynya. Cepatlah sadar sayang, aku janji tidak akan menyakiti dan menyianyiakanmu lagi," batin riko.


Dia terhanyut dalam pikirannya masih lekat dalam benaknya sosok istri yang selalu menghiasi hari-harinya.Bayangan-bayangan wajah itu mengisi tiap-tiap relung hatinya yang tersiksa rindu sosok yang selalu membuatnya bersemangat. Kini hanya seuntaian doa dan harapan untuknya agar Tuhan segera mengangkat sakitnya dan kembali membawanya menghiasi hari-harinya.


***


Keesokan paginya.


Riko bergegas berangkat kerja sebelum menuju kantor Riko mampir ke rumah sakit untuk melihat keadaan Melati.

__ADS_1


Riko berjalan memasuki lobby rumah sakit, berjalan menuju ruang ICU.


Terlihat Sari Ibu Melati berada di dalam ruangan itu. Riko duduk di depan ruang ICU dan menunggu mertuanya keluar.


Beberapa saat kemudian mertuanya keluar dari ruang ICU berjalan melangkah mendekati Riko dan duduk disebelah Riko.


"Bagaimana keadaan Melati, Bu?"


"Belum ada kemajuan masih sama.Ibu sangat takut Melati tidak akan sadar, selama ini dia begitu menderita hingga kini dia tak ingin bangun karena kalau bangun pun dia akan sakit melihat bayinya bersama orang lain."


Riko terperangah mendengar ucapan mertuanya.


"Maafkan aku Bu, selama ini aku hanya memberinya luka dan rasa sakit.Yakinlah Bu Melatimu yang kuat tidak akan menyerah semudah itu, dia pasti akan bangun."


"Lalu apa yang akan kamu lakukan, apakah kamu akan menceraikan dan meninggalkannya dengan kondisinya seperti ini?" pekik Sari melirik kearah Riko.


"Tidak Bu, aku mencintainya tidak akan lagi aku menyakitinya dan menyianyiakannya lagi. Aku berjanji, Bu!" ucap Riko tegas.


"Kamu harus memilih salah satu diantara istrimu. Jangan kamu serakah ingin menyatukan keduanya karena di dunia ini tidak ada seorang wanita yang ingin dibagi cintanya. Kamu harus membuktikan cintamu itu kalau tidak ingin orang lain mengambil Melati darimu!"


"Baiklah, Bu.Aku akan membuktikan pada Ibu, aku bisa membahagiakan Melati," ucap Riko meyakinkan mertuanya.


Riko berjalan masuk meninggalkan mertuanya dan masuk ruang ICU memakai baju rumah sakit, masker dan penutup kepala melangkah mendekati melati.Riko menatap wajah Melati, terlihat air mata menetes dari matanya yang masih tertutup rapat.


"Kamu menangis sayang, apa sakit sekali? Bangunlah sayang aku mohon," ucap Riko lirih mengusap air mata Melati.


Riko terhenyak menemukan jawaban untuk membuat istrinya sadar.Sesaat melihat mata Melati, dia melihat mata bayi Nayya.


"Aku tahu sayang kamu ingin melihat bayi kita, aku janji akan membawanya kesini tapi berjanjilah untuk membuka matamu setelah itu," ucapnya mencium kening Melati.



Mbak melati yang cantik cepatlah bangun, mas riko merindukanmu❤😅


***


Sampai disini author berterima kasih kepada reader setia terjebak nikah kontrak.Terima kasih atas semua dukungan dan cinta dari kalian dan terima kasih yang sudah meninggalkan jejak di tiap bab🙏❤


Author juga meminta maaf masih banyak kesalahan dalam penulisan atau cerita kurang nyambung disini author masih belajar.Ditunggu kritik dan saran dari kalian😊🙏

__ADS_1


Salam sayang dan cinta yang banyak dari author❤❤❤


__ADS_2