Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 27 ( Buah Hatiku, Bahagiaku)


__ADS_3

Melati tersentak kaget mendengar alarm yang berbunyi, Ia mematikan alarm dan melihat jam di ponselnya menunjukan pukul 4 pagi. Segera dia memakai pakaiannya yang berserakan di lantai. Perlahan dia masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Selesai mandi Melati langsung melaksanakan solat subuh dan memanjatkan doa. Melati termenung sesaat, bayangan Nayya, putri kecilnya begitu memenuhi pikirannya. Ia sampai menitikkan air mata dengan tangan memegang dada menahan hatinya yang sesak karena menahan rindu untuk bertemu putri kecilnya.


Riko terusik mendengar isakan tangis istrinya, dia melihat Melati menangis sesegukan. Ia segera beranjak dari tempat tidur untuk memeluk istrinya.


"Sudah sayang jangan menangis lagi nanti suara tangismu akan terdengar ibu." Riko mengelus punggung istrinya. Menatap nanar wajah melati dan mengusap air matanya. Ia tahu istrinya begitu rindu ingin bertemu dengan putri kecil mereka.


"Aku akan membawa Nayya kesini, kamu bisa main sepuasnya dengan Nayya."


"Apa kamu serius, Mas?" Melati berubah sumringah.


"Aku janji, sudah jangan menangis lagi!" Riko kembali memeluk istrinya.


Tiba-tiba Melati mendorong suaminya membuat riko pun terpelanting jatuh diatas ranjang.


"Kenapa kamu mendorongku!" Riko berdecak kesal.


"Kamu ini kok masih...." Melati berhenti bicara tangannya menunjuk Riko yang polos.


Riko segera menutup *********** yang masih polos tanpa penutup lalu berlari masuk kamar mandi.


Melati melepas mukena dan melipatnya kembali. Ia langsung merapikan kamar tidur yang berantakan, melipat selimut dan membereskan baju-baju Riko yang berserakan di lantai. Setelah itu Melati menyisir rambut dan memoleskan lipstik ke bibirnya tipis.


Sekitar pukul 7 pagi Melati dan keluarganya duduk diruang makan untuk sarapan pagi.


"Mas Dani, kita pergi jalan-jalan yuk?" ucap mawar memelas.


"Malas ah, jalan-jalan kok sama anak kecil. Huftt," sahut Dani sambil memasukan makanan ke mulutnya.


Melati hanya memperhatikan mereka berdua yang sering sekali membuat suasana rumah itu berisik.


"Dani nggak boleh gitu sama adiknya, ajak jalan-jalan, kan kasian," pinta Melati melirik ke Dani.


"Aku udah ada janji sama temenku Mbak." Tolak Dani.


"Ya sudah nanti sama Mbak saja nanti biar Mas Riko yang mengantar. Bisa kan mas?" ucap Melati menatap Mawar lalu berpindah ke Riko yang berada disampingnya.


"Iya nanti aku antar." Riko tersenyum.


Melati pun tersenyum membalas Riko.


"Asyik," sorak Mawar bahagia.


Selesai makan Melati bersiap- siap. Kembali mengusap bedak dan juga memoles lipstik yang sedikit memudar.

__ADS_1


Setelah berpamitan mereka pun pergi melaju meninggalkan rumah. Dua puluh menit mereka tiba di sebuah mall.


"Mbak aku mau ketemu temen aku sebentar ya disana." Mawar menunjuk ke sebuah restoran.


"Baiklah, jangan lama-lama ya nanti telepon, Mbak ya." Melati mengingat kan seraya memberikan beberapa lembar uang.


"Makasih Mbak." Mawar mengambil uang dari tangan Melati dan berlalu pergi.


"Apa kamu mau membeli sesuatu sayang?"


"Entahlah tapi aku berpikir, aku ingin membeli mainan untuk Nayya."


Mereka pun berjalan menyusuri mall itu. Langkah Melati terhenti di depan toko mainan dan berjalan masuk. Terlihat banyak mainan yang berjajar di tempat itu. Melati melihat-lihat dan pilihannya jatuh mainan gantungan bayi yang berwarna pink lucu. Melati tersenyum membayangkan Nayya memainkannya. Setelah selesai berbelanja mereka beranjak pulang karena sudah tengah hari.


Di mobil Riko fokus menyetir mobil sesekali melihat istrinya mendekap mainan yang telah dibelinya.


"Kita akan ke rumah Mia, kita akan mengambil Nayya," putus Riko. Ia benar-benar tidak tega melihat Melati begitu menderita karena merindukan Nayya bahkan di mall sebesar itu Ia hanya memprioritaskan Nayya.


"Benarkah?" Melati serasa tidak percaya dengan apa yang baru saja diucap suaminya.


Riko mengangguk, seketika wajah Melati menjadi sumringah bahagia.


Beberapa menit kemudian mereka sampai karena rumah Mia tidak jauh dari mall itu. Riko mengetuk pintu, seorang pembantu membuka pintu.


"Mana Mia, Bik?"


Riko masuk ke dalam rumah bersama Melati dan Mawar. Riko berlanjut menaiki tangga menuju kamar Mia. Ia masuk ke kamar Nayya, terlihat Mia sedang menggendong Nayya.


"Mia."


"Kamu disini, Mas." Mia menoleh sumber suara yang ternyata Riko.


"Aku kesini untuk mengambil Nayya," ucap Riko.


"Apa maksudmu mengambil nayya?" Mia balik bertanya, matanya menatap tajam ke arah Riko. Ia tidak ingin dipisahkan dari Nayya.


"Aku menyetujui semua keinginanmu." Demi Melati, Riko rela mengikuti permintaan Mia.


"Bagus lah, kamu memilih pilihan yang tepat."


Tanpa membuang waktu Mia melangkah keluar dari kamar dengan menggendong Nayya turun ke bawah. Riko mengikuti dibelakangnya.


"Mawar, kamu tunggu di mobil, Mbak mau bicara sebentar!" perintah Melati. Ia tidak ingin Mawar melihat perdebatannya dengan Mia karena jelas Mia tidak akan mudah menyerahkan Nayya begitu saja.


Mawar mengangguk lalu melangkah pergi.

__ADS_1


Perlahan Mia berjalan mendekati Melati, Matanya menatap dingin kearah Melati.


"Aku tidak menyangka selama ini kebaikanku kamu balas dengan penghianatan," tukas Mia ketus.


"Apa maksud Mbak Mia, aku kesini untuk mengambil Nayya."


"Sudahkah jangan sok polos, kamu itu duri dalam daging, selama ini aku salah menilai mu dan sekarang kamu menusukku," tukas Mia dengan tangannya menunjuk kearah Melati.


"Maafkan aku, Mbak. Aku sama sekali tidak bermaksud, semua terjadi begitu saja di luar kendaliku."


"Sudahlah Mia, kamu jangan salahkan Melati dengan semua yang terjadi, semua terjadi kerena keinginanmu." Riko berusaha menengahi pertengkaran kedua istrinya.


"Semua salah kamu, Mas. Kamu yang membuatnya menjadi rumit!" pekik Mia kesal.


Tiba-tiba Nayya menangis kencang seakan tahu keadaan disekitarnya sedang tegang karena perdebatan.


"Sudah lah, aku kesini bukan untuk membuat keributan." Riko yang sudah lelah tidak ingin berdebat lebih banyak lagi. Ia mengambil paksa Nayya yang terus menangis dan memberikannya kepada Melati.


"Sana tenang kab Nayya!" perintah Riko karena tidak tega Nayya menangis keras.


Melati pun keluar dari ruangan itu sembari terus membuat Nayya tenang.


"Aku tidak mau hal seperti ini terjadi lagi!" sentak Riko sebelum akhirnya beranjak pergi meninggalkan Mia yang terdiam mematung. Mia mengepalkan tangannya kesal.


***


Dirumah Melati.


Melati sedang bermain-main dengan Nayya. Melati menidurkan Nayya diatas ranjang dengan gantungan mainan diatasnya. Mainan itu bergoyang-goyang, Nayya memperhatikan mainan diatasnya tangan dan kakinya bergerak karena senang.


Melati tersenyum bahagia melihat putri kecilnya dia terus menciumi Nayya. Riko juga bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar di mata Melati.


"Nayya lucu ya Mas "


"Iya dia lucu kayak kamu." Riko mencubit gemas hidung Melati.


"Aw, sakit," pekik Melati memegang hidungnya yang memerah.


"Apa kamu senang?"


"Aku sangat sangat senang dan bahagia.Terima kasih Mas," ucap Melati mencium pipi suaminya.


"Kok cuma pipi, sini dong?" pinta Riko menunjuk ke bibirnya.


"Ih, apa an sih," kesal Melati dengan mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


Riko hanya tersenyum geli melihat tingkah menggemaskan istrinya.


__ADS_2