Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 79 ( Kepulangan Riana )


__ADS_3

3 Tahun Kemudian.


Melati tampak sibuk di dapur mempersiapkan segala masakan kesukaan Riana dibantu ART dirumah mertuanya.Semenjak Riana pergi Mertuanya sering sakit-sakitan membuatnya harus sering ke rumah mertuanya.Kesepian juga pikirannya yang terlalu keras memikirkan Riana membuat kondisinya semakin hari semakin menurun.Nayya dan Juna yang menjadi pelipurnya kini karena kedua bocil itu selalu membuat Omanya tertawa hingga melupakan sejenak kesedihannya.


Dani kini bekerja di perusahaan Riko.Jerih payahnya kini sudah bisa membeli rumah untuk Ibunya juga Mawar.Semenjak Ibunya pindah ke rumah baru,Melati merasa kesepian ditambah Nayya yang sudah mulai bersekolah membuat hari-harinya lebih banyak dihabiskan di rumah mertuanya.


"Mommy." Teriak Nayya dari luar dapur kemudian memeluk pinggang Melati.


"E ... cantiknya Mommy udah pulang yah." Melati menghentikan sejenak pekerjaan mencium Nayya gemas.


"Iya Mom, Nay udah pulang.Nay mau ganti baju gerah." Ucap Nayya mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya.


"Ayo sama Mbak Desi." Ajak Desi yang sedari tadi berdiri memandang mereka.


"Nggak mau, Nay mau sama Mommy!" Rengek Nayya.


"Ya sudah,ayo Mommy akan mengganti bajumu." Ucap Melati menggandeng tangan Nayya.


"Mommy, Nay mau gendong?" Rengek Nayya.


"Sudah sebesar ini minta gendong." Ucap Melati mengangkat tubuh Nayya.


"Beratnya ... nggak terasa putri Mommy sebesar ini." Ucap Melati memasuki kamar diikuti Desi.


Melati menurunkan Nayya di tepi ranjang lalu mengambil baju Nayya di lemari.Melati sengaja menaruh baju juga mainan dirumah mertuanya agar saat mereka berada di rumah itu tidak perlu membawa lagi.


"Mbak Desi dimana Juna?" tanya Melati yang masih fokus mengganti baju Nayya.


"Den Juna sama Oma, Bu." Jawab Desi.


"Aku mau main sama Juna, Mommy." teriak Nayya antusias ingin segera berlari.


"Iya bentar lagi." Melati segera mempercepat gerakkannya karena putrinya itu sudah tidak sabar ingin segera berlari.


Setelah selesai Nayya segera berlari menuju kamar Omanya.


"Mbak Desi tolong awasi Mereka jangan sampai mereka membuat Omanya sakit karena terlalu aktif." Perintah Melati.


"Baik Bu." Desi bergegas pergi menyusul Nayya.


Di usianya sekarang Nayya sudah bersekolah di TK xxx sementara Juna yang berusia 3 tahun sedang aktif-aktifnya bermain.Melati kemudian kembali ke dapur untuk menyelesaikan masakannya.


🌹🌹🌹


Sekitar pukul 8 malam Melati,kedua buah hatinya serta Mertuanya menunggu kedatangan Riana yang dalam perjalanan pulang bersama Riko yang menjemputnya.


"Mommy mana Aunty Nana kok lama banget?" Tanya Nayya yang sudah menunggu dari siang karena semenjak mengetahui Auntynya mau pulang gadis kecil itu terus bertanya kapan Auntynya sampai di rumah.


"Sabar Sayang,bentar lagi ya kan barusan Kamu dengar sendiri Daddy masih di jalan." Melati mengelus rambut Nayya yang dikuncir dua membuatnya tampak manis dengan jepitan pita berwarna pink.

__ADS_1


"Mommy, Juna mau Aunty mau peluk cium Aunty." Celetuk Juna di pangkuan Melati.


Nani tersenyum mendengar ucapan cucunya.Batinnya juga nggak sabar menunggu putri kesayangannya.


Walaupun Riana meninggalkan Nayya juga Juna yang masih kecil belum mengenalnya tapi Melati selalu mengenalkan Auntynya itu lewat foto.


Sebuah mobil tampak masuk ke halaman rumah itu membuat Nayya girang.


"Itu Mommy,Aunty sudah datang." Ucap Nayya girang lalu berlari keluar membuat si kecil Juna menangis ingin ikut Kakaknya Keluar.


Melati pun menyusul Nayya yang sudah berada di teras.


"Daddy." Teriak Nayya.


Riko keluar dari mobil diikutinya Riana juga anak kecil yang memeluk Riana erat.


Melati membulatkan matanya menatap Riana bersama anak kecil yang berada di gendongannya.


"Daddy." Teriak Nayya girang memeluk Daddynya.


"Putri Daddy." Riko mengangkat tubuh Nayya menggendongnya lalu mendaratkan ciumannya ke pipi gembul Nayya.


"Keponakan Aunty." Ucap Riana mendekat Nayya ingin menciumnya tapi malah gadis kecil itu mendelik di tubuh Daddynya.


"Lo kok malah takut ama Auntynya tadi katanya nanyain Aunty terus?" Riana tersenyum menanggapi tingkah lucu keponakannya itu.


"Ini pasti Juna,gentengnya ponakan Aunty." Riana mencium pipi gembul Juna.


"Siapa ini Riana?"Melati menatap anak kecil di gendongan Riana.


"My son, Mbak!" Jelas Riana.


"Kamu Nikah sama siapa, kenapa nggak ngabarin?" Tanya Melati antusias.


"Masuk ... masuk!" Sela Riko mendorong Adik juga Istrinya karena begitu asyik ngobrol kalau dibiarkan bisa-bisa sampai besok pagi nggak masuk.Itulah wanita kalau lagi asyik sampai lupa tempat dan waktu.


Mereka pun memasuki rumah itu.


"Sit down, Baby."Riana mendudukan anak kecil di gendongannya.


"Hiks ...hiks." Anak itu Menangis tidak ingin lepas dari gendongan Riana.


Riana langsung memeluk dan mencium Maminya yang berurai air mata.


"Mami, Riana kangen Mami." Riana menitikan air matanya.


"Siapa ini,Riana?" Maminya menatap anak kecil di gendongan Riana.


"Ini cucu Mami." ucap Riana.

__ADS_1


"Ini cucu Mami,kapan Kamu menikah dan dengan siapa, kenapa Kamu tidak memberitahu Mami?" Nani menatap anak kecil itu dengan mata berbinar-binar bahagia sekaligus terkejut.


"Ceritanya panjang Mi, Riana akan ceritakan nanti ya?" Ucap Riana tersenyum.


"Siapa namanya Riana,ih tampan sekali cucu Oma." Puji Nani mencium cucu kecilnya itu yang sedikit ketakutan dan mendelik di tubuh Riana.


"Namanya Aaron Steven Wijaya, Mami panggil aja Steve." Pungkas Riana.


"Ayo kita makan dulu lapar."Sela Riko mengajak makan karena perutnya terus berbunyi lalu melangkah menuju ruang makan diikuti semua orang di ruangan itu.


🌹🌹🌹


Sekitar pukul 10 malam Riko juga Melati meninggalkan kediaman Maminya.Si kecil Nayya juga Juna tertidur saat perjalanan pulang.


Setelah sampai rumah Melati langsung menidurkan Nayya juga Juna dikamarnya.


Lalu menuju kamarnya setelah berganti pakaian tidur dan mencuci muka Melati membaringkan tubuhnya diatas ranjang diikuti Riko.


"Apa mas tahu kalau Riana menikah disana?" Tanya Melati memiringkan tubuhnya menatap suaminya.


"Nggak tahu lah,tahu juga baru tadi." Tegas. Riko.


"Kenapa selama ini Riana tidak pernah cerita lalu dimana suaminya kenapa cuma mereka berdua yang pulang?" Tanya Melati berpikir keras.


"Pasti Riana punya alasan disana kan dilegalkan pergaulan bebas mungkin itu alasannya.Kita tunggu saja, dia pasti akan menceritakan semua." Tegas Riko.


"Tapi aku seneng,Juna akan punya teman main baru, siapa tadi namanya?" Melati mengingat-ingat ucapan Riana.


"Steve namanya." Sahut Riko mengingatkan.


"Oh iya Steve, namanya susah banget." Ucap Melati menggaruk kepalanya.


Riko tersenyum menatap tingkat lucu Istrinya."Aku rasa setelah punya 2 anak kamu ini semakin pelupa,"tukas Riko.Tangannya mengelus kepala Melati.


Melati malah mencebikkan bibirnya mendengar ucapan suaminya itu.


"Kamu nggak tahu kedua tuyulmu itu selalu membuatku sibuk dan lupa segalanya." Tutur Melati memeluk tubuh suaminya menempelkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Tapi kamu nggak melupakan aku kan?" Riko mengecup kening Melati sekilas.


"Tentu saja tidak."Melati mendongakkan kepalanya menatap suaminya lalu mencium bibir Riko sekilas.


Riko tersenyum."Kamu sekarang jadi pinter menggoda suamimu ini."


"Apaan sih?" Melati mengernyitkan dahi.


"Halah." Secepat kilat Riko membalikkan tubuh Melati membuat Melati berada di bawah kungkungannya.


"Aku tahu Kamu menginginkannya." Bisik Riko di telinga Melati membuat Melati menggelinjang manja nafas Riko membuatnya merinding manja.

__ADS_1


__ADS_2