Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 16 ( Tujuh Bulanan)


__ADS_3

Beberapa Bulan kemudian.


Tepat hari ini diadakan acara tujuh bulanan kandungan Mia.Keluarga Riko mengadakan acara pesta yang cukup mewah.


semua Rekan kerja dan Kolega perusahaannya di undang.Semua orang berbahagia akan datangnya pewaris keluarga Wijaya itu.Pesta itu berbalut orang-orang kaya.Semua yang hadir memberikan hadiah mewah kepada Mia.


Mami riko juga mengundang teman-teman arisannya.Terlihat raut wajah penuh kebahagiaan dari wajah Nani akan mendapat cucu pertama.


"Akhirnya hamil juga menantumu, Jeng.Setelah sekian lama akan jadi Oma, Jeng," celoteh teman Nani


"Iya Jeng,bahagia sekali akan menimang cucu pertama," sahut Nani.


Mia yang berdiri dengan Ibunya tidak sengaja mendengar semua percakapan mertuanya dengan teman-temannya.Hatinya seakan tersentak melihat mertuanya begitu bahagia tapi nyatanya kehamilan palsu yang kini di sajikan di depan keluarga dan tamu undangan yang hadir.Tubuhnya bergetar dan seketika tangannya menjadi dingin melihat semua orang berbahagia dengan kebohongannya.


Mia mengelus perutnya yang sebenarnya hanya bantal yang ditali untuk membuatnya seolah-olah sedang hamil tujuh bulan.


Riko yang melihat istrinya terdiam lalu menyapanya.


"Apa kamu baik-baik saja, kamu terlihat pucat?" Riko berdiri diantara Mia dan Ibu mertuanya.Riko memegang tangan Mia."Kenapa dingin sekali tanganmu?"


"Aku sedikit tidak enak badan.Bisakah, Ibu mengantar aku ke kamar," pinta Mia kepada Ibunya.


Ibu Mia mengangguk, menggandeng putrinya menuju kamarnya di lantai dua.Riko memandangi mertua dan istrinya yang kemudian menghilang dari pandangannya.


***


Sekitar pukul sepuluh malam, Riko masuk ke dalam kamar dilihatnya istrinya Mia sedang berbaring di tempat tidur.Ia terlihat termenung, matanya menatap ke langit-langit kamarnya.


"Ada apa, apa kamu sudah lebih baik?" tanya Riko duduk di tepi ranjang.


"Aku baik-baik saja kok "


"Lalu kenapa kamu terlihat merenung dan sedih?"


"Aku merasa bersalah karena membohongi semua orang dengan kehamilanku.Aku merasa berdosa sama Mommy," ungkap Mia dengan nada sedih


"Tapi Mommy sudah berubah semenjak kabar kehamilanmu."

__ADS_1


"Iya Mommy sekarang lebih sayang kepadaku bahkan setiap hari Mommy menyuruh orang mengantar makanan kesini.Itulah yang membuatku merasa bersalah, kasih sayang Mommy yang begitu besar berbanding terbalik dengan aku yang hanya memberinya kebohongan," ungkap Mia dengan kerisauannya.


"Sudahlah buang rasa bersalah mu, kita sudah hampir sampai ke tujuan kita."


"Harusnya Melati yang mendapatkan kasih sayang ini bukan aku." Buliran bening keluar dari mata Mia.


Riko memeluk tubuh Mia dan mengelus lembut punggung istrinya itu.


"Apa sebaiknya Mas Riko berkata yang sebenarnya, kalau Melati lah yang hamil.Aku rela Mas, jika kau menceraikan ku." Mia menundukkan wajahnya.


"Apa maksudmu kenapa kamu malah ingin menghancurkan pernikahan yang coba kita selamatkan!" Riko berucap dengan nada meninggi.


"Aku seperti terjebak di kubangan rasa bersalah Mas.Aku takut Mommy akan tahu semuanya," risau Mia.


"Kita berdua akan menjaga rahasia ini selamanya.Tenanglah jangan gegabah dan melakukan kesalahan yang akan membuatmu menyesal seumur hidup." Riko memeluk tubuh Mia erat.



***


"Mbak cepat sih keburu siang!" pekik Dani yang menunggu dibelakang kemudi mobil.


Mereka masuk mobil dan akhirnya mobil pun melaju menyusuri jalanan di kota itu.


Jalanan begitu lengang karena hari ini hari minggu beda dengan hari lainnya yang jalanan begitu padat merayap dihiasi anak sekolah serta mobil lalu lalang pergi bekerja.


Setelah empat puluh menit akhirnya mereka telah sampai di sebuah panti asuhan.


Kepala panti asuhan dan anak-anak panti antusias menyambut kedatangan keluarga Melati.


Sebagai rasa syukur atas kehamilannya yang menginjak tujuh bulan, Melati dan keluarganya pergi mengunjungi anak yatim dan meminta doa agar nantinya melahirkan dengan selamat dan lancar.


Semua bingkisan dan hadiah telah dibagikan kepada anak-anak panti serta memberikan sejumlah uang di dalam amplop untuk membantu memenuhi keperluan anak-anak di panti asuhan itu.


"Bu Melati, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk mengunjungi anak-anak," kata Ibu panti.


"Sama-sama, Bu.Saya dan keluarga saya juga senang melihat anak-anak bahagia." Melati senang anak-anak yang sudah kehilangan orang tuanya itu bahagia.

__ADS_1


"Semoga Allah membalas semua kebaikan Ibu Melati juga keluarga, melahirkan lancar selamat dan dikaruniai anak soleh solehah.Aamiin." ucap Ibu panti mendoakan, mengelus perut Melati yang sudah membesar.


"Aamiin, terima kasih Bu." Melati mengusap mukanya dengan kedua telapak tangannya.


"Hari sudah sore kami sekeluarga mohon izin undur diri, Bu."


Ibu panti mengantar Melati sekeluarga menuju mobilnya.Akhirnya mereka berlalu pergi meninggalkan panti asuhan itu.


Setelah sampai dirumah Melati langsung mandi membersihkan diri.Setelah itu Melati berbaring sejenak karena kelelahan.Berbaring akan menghilangkan sakit pinggangnya karena perutnya yang semakin membesar membuat pinggangnya sering sakit.


Bayi dalam perutnya semakin aktif menendang.Dielusnya perut yang semakin membesar.


"Apa kabar sayang.kamu dengar Mommy, Nak.Hari ini tepat kamu berumur tujuh bulan sayang, sebentar lagi kamu akan lahir dan melihat dunia.Mommy nggak tahu apakah Mommy akan bisa melihatmu, memeluk dan menggendong mu sayang.Ingatlah apapun yang terjadi Mommy tetap menyayangimu," ucap lirih Melati sambil terus mengelus-elus perutnya.Buliran bening kembali menetes dari matanya.


Riko merasa sedih mendengar perkataan Melati di balik pintu yang setengah terbuka.Kedatangannya tidak disadari Melati.


Perlahan Riko membuka pintu lebar dan masuk mendekati Melati yang tengah berbaring.Diciumnya kening istrinya dan bayi dalam kandungan Melati.


"Apa semuanya lancar, kamu terlihat lelah?"


"Iya lancar, anak-anak panti sangat senang mendapat hadiah tadi.Mereka berebut ingin mengusap perutku," cerita Melati antusias raut kesedihan perlahan memudar.Riko merasa bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari mata istrinya itu.


"Maafkan aku karena kamu harus mengalami masa yang sulit."


Kata-kata Mia kemarin malam sungguh mengusiknya.Melati lah yang seharusnya mendapatkan semua perlakuan baik dari keluarga dan teman-teman bisnisnya karena Melati yang sedang mengandung bukan Mia.


Melati menggelengkan kepala. "Aku bahagia kamu mencintaiku, aku bahagia mengandung anak kita buah cinta kita." Melati memeluk suaminya begitu erat, Ia akan menggunakan waktunya yang sedikit untuk bersama orang yang dicintainya itu sebelum mereka benar-benar resmi berpisah.Ia mengesampingkan egonya demi memiliki kenangan indah dengan hubungan singkat itu.


"Aku akan melukaimu dan mengambil anak ini darimu, apa kamu akan baik-baik saja?"


"Entahlah aku merasa bingung tapi bisakah aku bersamamu dan anak kita.Bisakah kita memikirkan kebahagiaan kita dan bukan orang lain" pinta Melati menitikkan air mata yang sedari tadi berusaha ditahannya.Selalu dan selalu egonya membuatnya melupakan tujuannya.


Riko hanya terdiam mendengar ucapan Melati yang membuatnya menghadapi pilihan yang sulit.


"Tenanglah kita akan mencari jalan keluar yang terbaik.Jangan banyak berpikir kasian bayi dalam kandunganmu, kalau kamu merasa stres dia juga pasti merasakannya." Riko mengelus perut Melati.


"Aku takut dan sungguh takut kehilanganmu dan anak kita, apa kamu akan menceraikan aku setelah bayi ini lahir?" tanyanya dengan derai air mata.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah menceraikan mu dan meninggalkanmu!" tegas Riko.


'Bagaimana ini aku terjebak diantara dua hati yang keduanya tidak ingin sedikitpun aku menyakitinya tapi mengapa maju mundur pun aku akan tetap melukai salah seorang dari mereka,' batin Riko terus bergejolak tak menentu.


__ADS_2