Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 29 ( Pergi Membawa Luka)


__ADS_3

"Mbak, kita mau pergi kemana, sekolahku gimana?" Dani memberondong Melati dengan beberapa pertanyaan sekaligus. Terlihat raut kerisauan dari wajah tampan Dani .


"Mas Dika yang tahu kita kemana dan sekolah kamu akan pindah ditempat kita tinggal," terang Melati.


"Kenapa sih Mbak kita harus pindah, Mas Riko kan suami Mbak, kenapa kita meninggalkannya?" tanya Mawar polos.


"Mawar, sudahlah ikut kemana Mbakmu pergi!" sahut Sari. Ia mulai kesal karena mempertahankan hal yang tidak tepat karena bagaimana Melati pasti sudah memikirkan masak-masak keputusannya ini.


Dika terus fokus menyetir mobil sesekali menoleh kearah Melati yangtidkq bergeming dengan pertanyaan kedua adiknya. Ia terus menatap jendela mobil.


"Mel, kamu baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja kok," jawab Melati menoleh kearah Dika.


.


.


Setelah menempuh perjalanan cukup panjang akhirnya mereka akan segera sampai.


"Kita akan segera sampai." Dika memberitahu.


"Asyik," sorak Mawar girang.


Sekitar 2 jam mereka berkendara dan membuat mawar sudah bosan duduk di mobil dan ketika Dika berkata hampir sampai dia kegirangan.


Mobil itu berhenti di sebuah rumah yang cukup sederhana bercat putih. Di depannya banyak sekali tanaman hias membuat rumah itu nampak asri. Satu persatu penumpang mobil itu turun dari mobil.


"Maaf Melati rumahnya tidak sebagus rumah Riko." Dika sadar Ia tidak bisa mencarikan rumah semewah rumah mewah milik Riko.


"Nggak apa-apa aku suka ini, suasananya begitu nyaman dan tenang seperti di kampung," sahut Melati tersenyum.


"Syukurlah kalau kamu suka, aku jadi lega"


"Ayo kita masuk," ajak Sari.


Mereka beriringan masuk kedalam rumah. Dani dibantu Dika membawa koper dan tas ke dalam rumah. Mereka lalu duduk di kursi ruang tamu yang sedikit sempit.


"Nak Dika, kamu menginap disini saja, sudah jam 10 malam kasian kalau langsung pulang jauh," pinta Sari.


Dika tak menjawab matanya menatap Melati karena jika melati tidak menyetujui Ia tidak akan menyetujui.


"Iya Mas nginep aja nanti tidur sama aku," tambah Dani.


Dika mengangguk menyetujuinya setelah Melati tampak menyetujui keinginan Sari.


"Aku masuk kamar dulu ya." Pamit Melati. Ia beranjak dari duduknya seraya menyeret koper ke kamar.


Rumah itu begitu sempit hanya ada 3 kamar, ruang tamu, dapur dan kamar mandi yang juga sempit.


Melati melihat seisi kamar yang hanya ada ranjang tidur untuk satu orang dan lemari kecil. Dia duduk di tepi ranjang dan mengusap wajahnya. "Semoga aku betah tinggal disini, dan semoga tempat ini bisa membuatku melupakan masa laluku," ucap Melati lirih.


Walaupun Riko memberikan segalanya padanya, harta juga kemewahan dia meninggalkan semuanya. Sedikit pun dia tak mengambilnya. Melati dia lah wanita polos yang tidak ingin orang lain terluka karenanya dan lebih memilih dirinya yang terluka.


Melati berjalan keluar kamar untuk mengambil air wudhu untuk solat isya'. Dia berjalan menyusuri ruangan dan melihat kamar mandi di dekat dapur. Melati membuka pintu kamar mandi tapi pintu terkunci dari dalam. Dia pun menunggu orang yang di dalam kamar mandi keluar.


Beberapa saat kemudian pintu terbuka ternyata Andika yang berada di dalam kamar mandi itu.

__ADS_1


"Mel."


"Kamu Dika."


"Iya aku mengambil wudhu"


"Oh."


Melati melangkah masuk meninggalkan Dika.


"Tunggu Mel!"


Melati terhenti lalu membalikkan badannya menghadap Dika. "Ada apa?"


"Maaf ya, pasti kamu nggak nyaman tinggal disini, rumahnya kecil dan sempit. Nanti kalau aku menemukan rumah yang bagus kamu bisa pindah," ucap dika menundukkan wajahnya merasa tidak enak.


"Aku nggak apa-apa kok, aku bukan Melati si kaya jadi tenang saja. Aku yang seharusnya minta maaf karena telah merepotkanmu."


"Aku senang bisa membantumu," ucap Dika tersenyum.


"Ya sudah cepatlah pergi solat dan tidur sudah malam!" suruh Melati mengakhiri obrolan keduanya.


Dika mengangguk dan melangkah pergi meninggalkan melati.


Melati segera mengambil wudhu dan kemudian langsung solat tak lupa dia memanjatkan doa untuk semua kebaikannya dan orang-orang yang berhubungan dengannya. Setelah selesai Melati merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Melati memejamkan matanya, pikirannya tertuju pada Riko suaminya juga Nayya putrinya.


"Maafkan mommy mu ini sayang meninggalkanmu yang masih kecil tapi mommy tidak punya pilihan lain bahagia lah bersama papa dan mamamu," ucapnya lirih.


Air matanya kembali merembes membasahi pipinya.bHatinya begitu pilu merasakan betapa sesak perasaanya menahan kesedihan berpisah dari orang begitu dicintainya.


***


"Ibu masak apa?" Melati masuk ke dapur.


"Ibu mau numis kangkung sama goreng ikan, sini cepat bantuin Ibu masak. Kalian pasti udah pada lapar dari kemarin malam nggak makan!" perintah Sari.


Melati mengiris-iris bumbu dan langsung menumis kangkung sementara Ibunya menggoreng ikan. Setelah semua matang Melati menyajikannya di piring. Kemudian membawa makanan itu ke ruang tamu karena rumahnya tidak ada ruang makan.


Melati memanggil kedua adiknya serta Dika untuk sarapan bersama. Mereka pun duduk memutari meja dan mengambil makanan untuk disantap.


"Maaf ya Nak Dika lauknya cuma sederhana," ucap Sari merasa tidak enak.


"Aku suka kok Bu, jadi ingat pas di kampung kalau menunya seperti ini," sahut Dika tersenyum.


Andika makan dengan lahap karena memang masakan Melati dan Ibunya enak serta perutnya memang sangat lapar.


Setelah selesai makan Andika pamit pulang.


"Bu aku pulang ya." Pamit Dika mencium tangan Sari.


"Makasih ya Nak Dika sudah membantu."


"Sama-sama, Bu."


Dika melangkah pergi, Melati mengantarnya ke depan. Dika menatap wajah Melati sebelum pergi.


"Kalau kamu butuh sesuatu hubungi aku," ucap Dika seraya memberikan ponselnya kepada Melati.

__ADS_1


"Ini kan ponsel kamu, Ka. Kenapa kamu memberikannya padaku?"


"Kalau aku tidak memberikan padamu aku tidak bisa menghubungimu untuk urusan bisnis. Nanti aku bisa beli lagi."


"Baiklah," ucap Melati. Ia menerima ponsel yang diulurkan kepadanya.


"Tunggu aku melupakan sesuatu" ucap Dika masuk ke dalam mobilnya.


Beberapa saat kemudian keluar dari mobilnya.


"Ini ambilah milikmu," ucap Dika menyodorkan buku bank beserta ATM.


Melati mengambilnya dan membuka buku itu.


"Ini banyak sekali Dika." Melati terperangah melihat nominal uang dalam buku itu.


"Itu milikmu Mel, nanti setiap bulan aku akan mentransfer keuntungannya."


"Aku beruntung banget memiliki teman sepertimu. Aku merasa tidak melakukan apapun tapi kamu memberiku uang." Girang Melati bahagia dan memeluk tubuh Dika.


Dika pun tiba-tiba seperti dibakar api yang membara jantungnya berdegup kencang, wajahnya seketika memerah karena pelukan Melati yang reflek karena bahagia.


"Maaf Ka, aku kelepasan saking senengnya."


"Nggak pa pa aku ngerti kok. Ya sudah aku pergi dulu ya," pamit Dika.


Dika pun masuk mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan melati. Dika menatap Melati dari kaca spion kemudian perlahan hilang bayangannya.


***


Riko tiba dirumah melati jam 7 pagi. Dia sengaja datang lebih awal untuk sarapan bersama Melati dan keluarganya.


Riko membuka pintu dan menaiki tangga menuju kamar. Riko membuka pintu kamar dan masuk tapi Melati tidak ada lalu dia mencari di kamar mandi juga kosong. Riko kemudian menuruni tangga mencari Pembantunya. Riko berjalan ke dapur terlihat Bik Minah dan Yanti sedang duduk di dapur.


"Bik Minah dimana istriku, kenapa semua orang tidak berada dirumah pergi kemana?" tanya Riko.


Bik minah berjalan dan mengambil surat yang dititipkan Melati kepadanya.


"Ini Den." Bik Minah menyodorkan sepucuk surat.


"Apa ini?" tanya Riko bingung.


"Buka dan bacalah Den dari Non Melati."


Riko merasakan firasat yang tidak enak. Dia melangkah pergi dan duduk di sofa ruang tamu dan perlahan membuka surat itu.


...----------------...


...Maafkan aku mas, aku meninggalkanmu tanpa pamit. Aku lelah dengan semua yang terjadi pada kita aku ingin mengakhirinya. Aku berharap kamu bisa melupakan aku dan hidup bahagia bersama Mbak Mia dan Nayya. Terima kasih telah mencintaiku dan memberiku arti hidup. Aku tidak pernah menyesal bertemu denganmu aku bahagia kamu mencintaiku dan aku bahagia menjadi ibu dari anakmu. Selamat tinggal mas aku titip nayya padamu. Jaga dirimu baik-baik....


...Ttd Melati yang mencintaimu....


...----------------...


Riko menitikkan air mata setelah membaca surat dari Melati. Tangannya meremas surat yang telah dibacanya.


"Melati!" teriak Riko mengeluarkan kesedihannya.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komennya ya,Terima kasih😊🙏


__ADS_2