
Setelah sampai dirumah melati mandi membersihkan diri.
Masih terngiang-ngiang dalam benaknya mengingat dulu saat bersama andika.Andika selalu membantunya ketika dalam masalah bahkan ketika kini dia telah menikah andika masih terus membantunya,mungkinkah karena cinta yang membuatnya selalu ada untuknya.Dia menganggap andika adalah sahabat baiknya dan tak pernah menyangka akan seperti ini.
Tiba-tiba seseorang mengetuk kamar mandi,melati sedikit terkejut.
Melati segera menyelesaikan mandinya dan segera keluar.
Dilihatnya suaminya tengah duduk termenung di sofa.Melati melangkah mendekati suaminya dan duduk disampingnya.
"Ada apa,kenapa terlihat murung?"
Riko hanya diam tak menjawab matanya masih terpaku melihat sesuatu seakan ada yang sedang dipikirnya.
"Ada apa?" melati mengulangi perkataan nya dan memegang wajah suaminya mengarahkan untuk melihatnya.
"Aku..aku bingung kenapa hidupku jadi seperti ini?" ucap riko lirih.
"Hidup seperti apa yang kamu bicarakan?"
"Hidup yang rumit dan entah apa yang akan terjadi esok"
Melati mulai mengerti kearah mana pembicaraan riko.
"Lalu apa mau mu sekarang,semua terjadi atas kemauanmu aku akan menerima semua keputusanmu" ucap melati menatap suaminya lembut.
"Apakah kita bertiga tidak bisa berjalan bersama di jalan yang sama?"
Melati menghela nafas panjang mencoba meredam semua emosinya.
"Lebih baik kamu melepas salah satu diantara kami agar bisa mencari kebahagiaan sendiri,mungkin sesaat akan sakit tapi itu lebih baik"
Riko terdiam mengingat semua ucapan mia.
'Mia begitu marah ketika tahu dirinya mencintai wanita lain.Apakah itu menandakan dia juga tidak ingin dimadu?' batin riko.
"Seperti rencana kita,mari selesaikan semua dan mengakhiri"
Riko terbelalak mendengar ucapan melati.
"Apa kamu akan meninggalkan aku?"ucap riko mengenggam tangan melati.
"Itu rencana awal kita,kenapa kamu membuatnya rumit?"
Melati begitu tenang menghadapi suaminya.
Saat ziarah ke makam ayahnya,melati tersadar dan seperti mendapat tamparan keras.Ayahnya mendidiknya menjadi wanita baik-baik yang bisa membawa diri dan menjaga harkat dan martabatnya sebagai wanita.Sesaat melati hilang kendali dan berjalan dijalan yang salah.Kini dia menyadari segala kesalahannya dan akan memperbaiki semuanya.
__ADS_1
"Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu,aku bisa gila!" riko memeluk tubuh istrinya dengan erat seakan tidak ingin melepaskannya.
"Lalu bagaimana dengan mbak mia?" ucap melati melepaskan pelukan riko.
"Aku juga mencintai dia dan tak ingin kehilangan salah satu diantara kalian!"
"Baiklah aku akan menunggu sampai bayi dalam kandungan ini lahir dan kamu akan memberikan keputusannya" kata melati melangkah ke meja rias menyisir rambutnya.
Riko masih memandangi istrinya, betapa dia sangat mencintai istrinya,tak pernah ada dalam pikirannya akan mencintai dan menyayangi istrinya begitu dalamnya.Dia kini terjebak dalam perangkap yang dibuatnya sendiri.
***
Beberapa hari kemudian.Melati menemui mia disebuah restoran.Mereka berjanjian bertemu.
Melati masih menunggu sesekali dia menyedot minuman dalam gelasnya.
Akhirnya mia datang dan menyapanya.
"Melati..." sapa mia sembari duduk dikursi menghadap melati.
Mereka saling berpandangan cukup lama.
"Bagaimana kandunganmu,sudah terlihat begitu besar.Sekarang kamu pasti mulai kesulitan melakukan sesuatu" ucap mia tersenyum.
"Iya tidur pun mulai kesulitan karena kalau posisinya gak enak akan sesak"
Sesaat mia tertegun mendengar ucapan melati.
Melati terdiam mendengar ucapan mia.
"Ada apa kamu mengajakku bertemu disini?"
"Aku ingin membicarakan masalah mas riko,aku yakin mbak mia sudah mengetahuinya"
Mia mengangguk.
"Maafkan aku mbak mia telah lancang diam-diam mencintai suamimu.Aku sadar siapa aku,jadi aku akan melanjutkan semua sampai selesai dan mengakhiri semua ini"ucap melati tegas.
"Bukan salahmu mencintai suamiku tapi aku yang memberiku kesempatan untuk dicintai juga mencintai.Mas riko juga mencintai kamu kenapa kamu tidak berharap bisa bersamanya?"
"Aku hanya orang ketiga diantara kalian apa yang aku harap selain aku bisa pergi dari kebahagiaan orang lain,aku bukan orang jahat yang tega merebut suami orang dan merebut kebahagiaan orang lain?"
"Tapi melati apa kamu yakin?"
"Aku akan berusaha walaupun ini akan sulit,aku berharap kamu akan menyayangi dan mencintai anak ini seperti anakmu sendiri" ucap melati sambil mengelus perutnya lembut.
"Baiklah ayo kita lakukan semua dan mengakhiri semua ini" kata mia melangkah mendekati melati memeluk melati dan mengelus perut melati lembut.
__ADS_1
"Kamu punya ibu yang mempunyai hati yang baik dan lembut,kamu pun akan seperti itu sayang" ucap mia lirih di perut melati.
Mereka berpisah dan meninggalkan satu sama lain.
***
Sesampainya dirumah melati mengunci diri dikamar dan menumpahkan seluruh kesedihan yang sedari tadi berusaha ditahannya.Hatinya begitu hancur mengatakan semua.Kini hanya air mata yang tersisa,hatinya begitu rapuh dan hancur
'Kenapa begitu sakit, aku tidak sanggup harus melalui ini tapi siapa aku,aku harus kembali ketempatku.Aku pasti bisa dan kuat' batin melati memukul-mukul dadanya.
Bukan hal mudah mengatakan semua pada mia dan tidak mudah berpura-pura tegar di hadapan orang lain.
Air matanya pecah sesekali dia menutup mulutnya agar tidak ada yang mendengarnya.
"Tok... tok"
Terdengar pintu diketuk.
"Melati buka pintunya nak,ibu mohon" pinta ibu melati.
Melati tak menjawab air matanya masih terus mengalir tanpa henti.
"Melati tolong buka nak ibu mau bicara,ibu tahu kamu sedang sedih" pinta ibunya terus membujuk.
Melati menghapus air mata dan berjalan membuka pintu.
Melati langsung memeluk ibunya dengan erat.Ibunya mengelus punggung melati lembut.
"Ibu tahu nak kamu pasti sedang sedih,menangis lah sayang keluarkan semua rasa sakit di hatimu"
Terlihat mata melati yang memerah karena menangis,ibunya menghapus air mata yang terus keluar.
"Kenapa kamu harus terjebak dalam rasa sakit ini nak, tinggalkan semua ini kalau hanya memberiku rasa sakit.Ibu tidak ingin kamu menderita"
"Aku akan mengakhiri semua ini bu setelah anak ini lahir dan aku akan melanjutkan hidupku" kata melati sambil terisak-isak.
"Apa kamu sudah siap jadi seorang janda dan apa kamu siap kehilangan anak dalam kandunganmu ini?"
"Iya bu melati siap,sesakit apapun melati akan berjalan maju meninggalkan semua ini"
"Tapi melati ibu tidak ingin kehilangan cucu ibu,ibu tidak akan bisa menggendong cucu ibu sendiri" ucap ibunya menitikan air mata.
"Aku sudah berjanji bu,aku akan menyerahkan anak ini untuk menyelamatkan pernikahan mereka"
"Kenapa kamu menyelamatkan orang lain dan memilih terluka?"
"Mas riko sudah menyelamatkan hidup kita bu,suatu saat ibu akan mendapat cucu dariku saat aku sudah menikah lagi"
__ADS_1
"Baiklah ibu mendukung semua keputusanmu,ibu hanya berharap kebahagiaanmu"ucap ibu melati mengelus pipi melati.
***