
"Jika benar Alexa anak kamu,kenapa kamu tidak menikahi ku?" tanya Angel dengan nada meninggi meminta penjelasan.
Melati menatap keduanya dari kejauhan.Angel tampak terus memegang tangan Riko yang berusaha pergi darinya.
Riko melepas paksa tangannya dan menatap Angel serius."Tentu aku akan bertanggung jawab aku akan mengurus segala keperluan Alexa selayaknya seorang ayah."
"Alexa tidak hanya membutuhkan materi darimu tapi juga kasih sayangmu begitu pula aku," ucap Angel menatap nanar wajah Riko yang berusaha menghindarinya.
"Aku tidak mampu memberikan janji atau kasih sayang lebih, penghianatanmu membuatku muak." ucap Riko berlalu pergi meninggalkan Angel yang mematung mendengar penuturan Riko.
"kamu mungkin muak padaku tapi apa salah Alexa padamu?" teriak Angel geram.
"Mommy," teriak Alexa memanggilnya dari dalam kamar.
Angel bergegas menuju Alexa yang terus memanggilnya.Setelah Angel pergi kemudian Melati perlahan melanjutkan menaiki tangga menuju kamarnya.
Kreeek pintu terbuka terlihat Riko duduk murung di sofa tatapan matanya kosong mengarah satu sudut.Cukup lama Melati menatap Riko yang tidak menyadari kehadirannya kemudian perlahan mendekatinya dan mengusap kepalanya lembut."Kamu harus kuat sayang."
Riko memeluk tubuh yang berdiri didekatnya dan menumpahkan air mata yang sedari tadi berusaha ditahannya.
"Maafkan aku,harusnya aku tidak menangis di depanmu," ucapnya disela-sela isakan tangisnya.
"Menangis lah aku tahu ini tak mudah untukmu,setiap hati pasti merasakan sakit untuk apa kamu menutupinya jika luka itu membuatmu semakin sakit."
"Aku laki-laki tak berguna hanya bisa memberimu luka dan kamu selalu memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya.Terbuat dari apa sebenarnya hatimu ini?" ucap Riko menarik tangan Melati sehingga membuatnya terduduk disampingnya.
Melati menghela nafas panjang dan memejamkan matanya sesaat.
"Aku juga sakit harus mengalami ini,aku berpikir hidup kita akan bahagia setelah aku benar-benar menjadi istri satu-satunya untukmu tapi apa daya mungkin Tuhan punya rencana lain dan hanya sabar yang bisa menghadapi semua ini." tutur Melati berusaha menutupi kesedihannya dan memperlihatkan ketegarannya.
"Aku harus belajar banyak darimu,terima kasih sayang selalu bersamaku dan percaya padaku," ucap Riko memeluk Melati dan mengecup keningnya.
***
"Hati-hati sayang," ucap Melati melambaikan tangan sembari mengendong Nayya.Kemudian mobil Riko melaju meninggalkannya dan Nayya menuju kantornya.
"Kamu harus membujuk Riko agar mau menikahi ku dan bertanggung jawab semua perbuatannya padaku," ucap Angel menatap Melati sinis.
Melati tak menghiraukannya dan memilih meninggalkan Angel.
"Hei wanita kampung kamu mendengarkan aku atau tidak?" teriak Angel kesal mengepalkan tangannya.
Kemudian Melati menuju kamarnya mengambil tas dan jaket Nayya kemudian memakaikannya.
Desi menatapnya bingung." Ibu mau kemana membawa non Nayya?".
"Aku mau pergi sebentar nanti kalau bapak mencariku katakan aku pergi kerumah Mia." ucap Melati melangkah pergi berjalan menuruni tangga menuju teras.
__ADS_1
"Pak Eko," teriak Melati memanggil sopirnya.
"Iya Bu," ucapnya dengan nafas terengah-engah berlari mendengar teriakan nyonyanya.
"Siapkan mobil,saya mau pergi sekarang," titah Melati.
Beberapa menit kemudian mobil telah siap.Melati masuk dalam mobil bersama Nayya mobilpun melaju menuju rumah Mia.
Setelah sampai Melati mengetuk pintu dan pintu terbuka.
"Non Melati,ayo masuk," ucap pembantu Mia mempersilahkan masuk.
"Ibu ada?" tanya Melati melihat sekeliling rumah.
"Kamu Melati," sahut seorang laki-laki dengan suara berat yang tak asing dalam telinganya keluar dari kamar.
"Dika,kamu kok disini?" ucap Melati menatap dan memastikan apakah benar Dika yang dilihatnya.
Mia pun mengekori Dika dari kamar yang sama.
"Apa yang terjadi,kalian-," ucap Melati terbata-bata.
"Iya kami sudah menikah," ucap Dika tersenyum malu mengatakan kini dia telah menikah dengan Mia.
"Ha kok bisa secepat ini,kapan, dimana?kenapa kalian tidak mengabari aku?" tanya melati memberondong pertanyaan matanya berbinar-binar memperlihatkan kebahagiaan mendengar kabar bahagia itu.
"Kenapa berterima kasih padaku?" tanya Melati menatap wajah Mia.
Wajah yang terlihat bersemu bahagia dan hanya kebahagiaan yang terlukis disana.
Demikian Mia memilih diam hanya senyum yang menjawab semua pertanyaan Melati.
"Tuhan memudahkan jalanku untuk menjadikannya seseorang yang berarti bagiku Mel," ucap Dika mendudukkan tubuhnya di sofa.
"Sini sayang biar mama menggendongmu," ucap Mia mengambil Nayya dari gendongan Melati dan mengajaknya ke teras depan meninggalkan Dika dan Melati berdua.
"Aku sungguh tidak menyangka,kapan kalian Menikah?" tanya Melati antusias.
"Minggu lalu aku membawa Mia menemui orang tuaku dan mereka meminta agar kami segera menikah!" tutur Dika.
"Lalu secepat itu mbak Mia menyetujuinya?" timpal Melati kembali melontarkan pertanyaan.
"Entahlah sepertinya Tuhan berpihak padaku," ucap Dika tersenyum lebar.
"Aku benar-benar sangat bahagia dan aku yakin kamu akan membahagiakan mbak Mia," ucap Melati yakin memandang wajah sahabatnya itu.
"Oiya ada apa kamu kesini?" tanya Mia berjalan mendekati Melati dan mengembalikan Nayya kepangkuan Melati.
__ADS_1
"Nggak ada apa-apa kebetulan tadi aku lewat sini sekalian mampir," ucap Melati.
Dia memilih mengurungkan niatnya untuk bercerita masalahnya dan Angel karena tidak ingin ceritanya yang konyol merusak kebahagiaan pengantin baru itu.
Setelah puas bermain Melati kemudian pamit untuk pulang karena hari sudah cukup siang.Melati melanjutkan perjalanannya kemudian berpikir untuk makan siang bersama suaminya karena kantor suaminya tidak jauh dari jalanan yang dilaluinya.
"Pak Eko,ke kantor Bapak ya," titah Melati.
"Baik Bu," jawab Eko mematuhi perintah nyonyanya.
Melati kemudian mencoba menghubungi suaminya dan memberitahu akan kedatangannya.
"Halo sayang "~Melati.
"Ada apa?"~Riko.
"Apa kamu sibuk, bisakah kita makan siang bersama sebentar lagi aku sampai dikantormu?"~Melati.
"Ok, kamu langsung ke restoran A dekat kantorku saja,aku akan segera kesana."~Riko.
"Baiklah, aku tahu kok."~Melati.
Kemudian telepon terputus.
"Pak Eko berhenti di dekat restoran dekat kantor Bapak ya," titah melati lagi.
"Baik Bu."
Beberapa saat kemudian mobilpun berhenti disebuah restoran yang cukup mewah dan ramai karena jam makan siang banyak pegawai dikantor Riko makan di tempat itu.
Melati kemudian masuk dan duduk di meja VIP pesanan suaminya.Kemudian mendudukkan nayya di kursi khusus anak kecil dan memesan makanan bayi untuk Nayya.Beberapa saat kemudian makanan telah disajikan ke meja dan menyuapkan perlahan ke Nayya yang memang sudah terlihat lapar dengan perlahan melati menyuapkan suap demi suap.
"Hai," sapa Riko duduk di kursi menghadap Melati yang masih sibuk menyuapi Nayya.Melati tersenyum menatap suaminya yang baru datang.
"Darimana, tumben banget kesini?" tanya Riko.
"Aku bosen dirumah," jawab Melati mengerucutkan bibirnya.
"Pasti karena ada Angel," ucap Riko menerka.
"Iya,aku tadi kerumah mbak Mia dan betapa kagetnya aku ternyata-."
"Ternyata apa?" tanya Riko memotong pembicaraannya.
"Dengerin aku dulu dong,mbak Mia sudah menikah!" jawab Mia menyunggingkan senyum di bibirnya.
Riko yang tengah meneguk air digelas tiba-tiba tersedak mendengar kabar dari istrinya itu
__ADS_1
"Pelan-pelan dong minumnya," ucap melati memberikan tisu untuk mengelap bibir suaminya.