
Keesokan paginya riko membantu Melati pergi ke kamar mandi dengan selang infus ditangannya membuat Melati kesusahan walaupun hanya sekedar buang air.Setelah selesai Melati melangkah kembali dituntun Riko.Badan Melati yang masih lemas membuatnya berjalan sangat lambat akhirnya Riko yang tidak sabar langsung membopongnya dan mendudukkannya di tepi ranjang.
"Kenapa nggak dari tadi kamu gendong aku,malah cuma baliknya doang," gerutu Melati.
"Tanganku sakit,kamu berat."
Seketika Melati kesal dan memukul dada suaminya.
"Aahhhhh,ini nikmat sayang," desah Riko menikmati pukulan yang selalu dilakukan istrinya ketika kesal kepadanya.
Melati semakin kesal dan mendorong tubuh suaminya.
"Kenapa sih, kok malah ngambek?Mas kan cuma bercanda," ucap riko membelai wajah istrinya.
"Aku ngambek karena kamu mengatai aku berat gendut, kenapa kamu membuat aku hamil lagi padahal badanku setelah melahirkan nayya belum kembali normal ditambah ini hamil lagi," gerutu Melati dengan muka cemberut.
"Siapa yang bilang kamu gendut,kamu sexy kok."
"Alah mas ini merayu,gombal banget sih."
"Kok gombal sih, kalau kamu mau badan bagus nggak usah hamil nggak papa nanti aku bisa cari istri yang mau aku hamili anakku."
"Lo kok kamu malah jadi bahas mau istri lagi,sengaja nih orang cari gara-gara!" kesal Melati membuang muka.
"Ya Tuhan kenapa istriku ini,mungkin gara-gara nggak dikasih jatah semalem jadi ngambekan," ucap riko memeluk tubuh istrinya.
Melati yang marah meronta-ronta dari pelukan suaminya tapi karena badannya yang masih lemah membuatnya tak berdaya dan pasrah dalam pelukan suaminya.
"Aku hanya mencintai kamu sayang, demi apapun mas nggak akan melepaskan kamu apalagi untuk menikah lagi nggak ada sedikitpun dalam pikiran mas.Kamu sudah memberikan kebahagiaan yang luar biasa jadi tidak ada alasan bagiku untuk menduakanmu," ucap riko lirih melepaskan pelukannya.
Melati menatap wajah suaminya, lelehan air matanya tumpah.Dia yakin suaminya hanya mencintainya.
"Aku hanya takut kamu meninggalkan aku karena aku jelek gendut."
"Kamu adalah wanita tercantik, wanita yang mau mengorbankan dirinya dan mau hamil dan melahirkan anaknya adalah wanita yang paling cantik dan hebat dan wanita itu adalah kamu istriku."
Melati tersenyum dan kembali memeluk tubuh suaminya.
"Aku bahagia,bahagia memiliki suami seperti mu yang selalu sabar denganku yang selalu bisa meluluhkan hatiku," ucap Melati lirih.
"Tok tok tok." Terdengar pintu diketuk.
"Masuk," teriak Riko melepaskan pelukannya.
Dua orang perempuan masuk yang tak lain Mami juga Riana.
"Mami,Riana," ucap riko.
Riana memberikan parcel buah dan bunga kepada kakaknya.
Melati mencium tangan mertuanya dan memeluknya.
__ADS_1
"Terima kasih mami sudah datang kesini,"ucap Melati tersenyum.
"Gimana keadaan kamu sayang?" tanya mertuanya.
"Melati baik-baik saja kok mi."
"Kak," ucap Riana memeluk tubuh kakak iparnya.
"Riana,Mami duduk!" suruh Riko.
Mami dan Riana duduk di sofa.
"Apa yang terjadi ko,kenapa sampai dirumah sakit?" tanya maminya cemas.
"Biasa mi, Melati selalu seperti ini saat awal-awal hamil dulu waktu mengandung nayya juga," ucap Riko melirik ke arah Melati.
"Kasian kamu sayang harus mengalaminya lagi.Mami dulu juga gitu keadaan Mami lemah ketika mengandung suamimu dan Riana."
"Sudah kewajiban seorang istri Mi,mengandung dan melahirkan anaknya walaupun terkadang keadaannya sangat sulit tapi semua terobati setelah anak dalam kandungan ini lahir," ucap Melati mengelus perutnya yang masih rata.
"Ko kamu harus lebih menjaga istrimu jangan sampai istrimu kelelahan!" ucap mami riko melirik ke arahnya.
"Iya Mi, Riko akan standby dirumah dan menjaga Melati," ucap Riko.
"Eits tunggu,gimana kantor siapa yang akan mengurus?" tanya Riana.
"Kamu lah."
"Makanya kamu cepat menikah biar bisa enak-enakan kayak kita,ya kan sayang," ucap Riko merangkul pundak istrinya.
"Tu lihat mi, Kakak nyebelin banget."
"Riko,maksud Mami tidak seperti itu!"
"Iya mi, Riko cuma bercanda kok," ucap riko.
Setelah cukup lama berbincang Mami dan Riana pamit pulang.Riko mengantar Mami dan adiknya sampai balkon rumah sakit kemudian kembali ke ruangan Melati.
Melati nampak diperiksa Dokter dan perawat .
"Gimana keadaan istri saya dok."
"Istri Bapak sudah membaik dan kondisinya normal semua.Boleh pulang hari ini tapi untuk sementara bedrest dulu,tolong dijaga istrinya jangan sampai kelelahan harus banyak istirahat. Hal seperti ini jangan sampai terjadi lagi, akan sangat fatal berakibat keguguran." Terang Dokter.
"Siap Dok,saya akan menjaga istri saya lebih lagi."
Kemudian Dokter dan Suster meninggalkan ruangan itu.
"Kamu dengar apa yang dokter katakan, mulai saat ini kamu harus nurut.Nayya ada mbak Desi yang menjaganya,kamu harus banyak beristirahat," tegas Riko.
Melati mengangguk.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan administrasi Riko dan Melati pulang kerumah.Setelah setengah jamereka sampai.Riko membopong istrinya menaiki tangga dan menidurkannya diranjang.
Kemudian Riko mencari pembantu nya dan baby sitter nayya untuk mengurus semua rumah tanpa melibatkan istrinya dan melayani apapun yang istrinya butuhkan.
Riko kembali ke kamarnya dan mengambil ponselnya menghubungi asistennya untuk mengurus pekerjaannya sementara waktu.
"Kamu pergi kerja aja mas,aku nggak apa-apa kok akan ada bibik dirumah ini."
"Aku nggak akan meninggalkan kamu, biarkan aku menjagamu masalah kantor ada asistenku juga Riana," ucap riko membaringkan tubuhnya disebelah istrinya.
"Lelah sekali aku,badanku sakit semua semalaman tidur di sofa nggak nyaman banget."
"Ini kan mau mas,baru anak ke 2 kamu udah mengeluh gimana anak ke 10," kekeh melati.
"Kamu kan juga mau,kamu jadi mengingatkan aku dan membangkitkan gairahku," gerutu riko kesal.
Melati hanya terkekeh mendengar suaminya.Riko semakin kesal dan mendekat ke tubuh melati.
"Bisakah kita melakukannya pelan-pelan sayang,sudah beberapa hari kita libur," ucap riko memelas.
"Kamu kok mulai lagi," kesal Melati memunggungi Riko.
Riko beranjak dari ranjang.
"Mau kemana?"
"Mau cari istri lagi," kesal Riko menuju kamar mandi.
"Tung-gu jangan bilang kamu mau self ***."
"Iya" ucap Riko menutup pintu kasar.
Setelah beberapa menit Riko kembali.
"Ahh leganya," ucap riko kembali berbaring di ranjang.
Melati menatap suaminya dengan seksama.
"Cepat banget, penuh ya?"
"Penuh lah,sampai aku nggak tahan."
"Ihhh." Melati bergidik ngeri menatap suaminya kemudian membalikkan badan memunggungi suaminya.
Riko hanya terkekeh melihat tingkah istrinya, berpikir yang tidak-tidak tentangnya.
Riko memeluk tubuh melati dan mencium rambutnya yang harum dan menumpahkan kerinduannya membelai dan mencumbu istrinya.
"Kamu adalah canduku.Biarkan aku memelukmu seperti ini,biarkan saat-saat seperti ini menjadi amunisi cintaku.You are my everything honey," ucap Riko lirih dan menarik tubuh Melati menatapnya dan mendarat ciumannya ke bibir Melati.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
Terima kasih reader setia novel Terjebak Nikah Kontrak sudah setia menemani saya sampai bab 39 terima kasih sebanyak-banyaknya 🙏.Mohon dukungannya dengan vote dan tinggalkan jejak di setiap bab dengan like dan komen.Dukungan dari kalian adalah semangat author untuk melanjutkan cerita ini sampai tamat.Salam sayang dan cinta dari author❤️