Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 40 ( Pesta Pernikahan)


__ADS_3

"Tok tok tok." Terdengar pintu diketuk.


"Sial,ganggu aja," gerutu Riko melepaskan pelukannya.


Riko beranjak dari tempat tidur dan berjalan membuka pintu.


"Non Nayya nangis terus tuan," ucap Desi panik.


Riko mengambil Nayya dari gendongan Desi lalu menggendongnya.


"Apa Nayya sudah minum susu?"


"Sudah tuan"


"Ya sudah biar Nayya disini," ucap Rikoblalu menutup pintu kamar.


"Sayang sayang anak pintar jangan nangis," ucap Riko menenangkan nayya.


"Sini sama mommy nak."


Lalu Riko memberikan nayya ke pangkuan melati.Melati memeluk dan menimang nayya seketika nayya terdiam dalam pelukan mommy nya.


"Pinter anak mommy,kangen ya sama mommy," ucap melati mencium dan membelai rambut Nayya.


Riko tersenyum melihat ibu dan anak itu berpelukan.


"Memang anak itu nggak akan salah mengenali ibunya,dia tidak bisa bicara ingin ibunya tapi begitu dipeluk ibunya langsung diam."


"Ya itulah ikatan ibu dan anak tidak akan pernah terputus walau apapun yang memutusnya karena ikatan itu terjalin sejak dalam kandungan," ucap Melati.


Nayya pun tertidur dalam pelukan mommy nya.


Melati kemudian menidurkannya disampingnya.


"Mas,aku sangat merindukan ibu.Bisakah kita mengunjungi ibu?"


"Tapi kondisimu lemah sayang, apalagi perjalanannya lumayan kan kamu dengar sendiri kata dokter kemarin." tegas Riko.


Melati seketika terlihat sedih.


Riko kemudian mengambil ponselnya diatas nakas dan menghubungi mertuanya.


Telepon pun tersambung.


"Halo Assalamualaikum Dan."~ Riko


"Wa'alaikumsalam Mas Riko."~Dani.


"Gimana kabarnya, Ibu ada?"~ Riko.


"Bentar ya mas."~Dani.


Telepon Terjeda.

__ADS_1


"Ini bicara dengan Ibu," ucap Riko memberikan ponselnya kepada melati.


"Halo melati."~ Ibu.


"Iya Bu,gimana kabar ibu?Melati kangen ibu." Melati.


"Ibu baik sayang,Ibu juga kangen.Ibu kepengen kesitu tapi adik-adikmu sekolah."~ Ibu.


"Iya gak apa-apa Bu, Melati juga pengen kesitu tapi kondisi melati sedang hamil dan lemah tidak memungkinkan."~Melati.


"Sabar sayang,nanti kalau adikmu liburan ibu akan kesana.Jaga dirimu dan kandunganmu ya."~ Ibu.


"Ibu juga ya jaga diri ibu dan Salam buat adik-adik ya."~ Melati.


Kemudian Melati menutup teleponnya.


"Terima kasih ya mas," ucap melati mengembalikkan ponsel Riko.


"Untuk apa?"


"Untuk semua yang kamu lakukan untukku." ucap Melati tersenyum menatap suaminya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Beberapa hari berlalu Melati sudah nampak sehat.Dia mulai melakukan aktivitasnya seperti biasa.Pagi ini Melati duduk santai di taman depan rumah sekedar menikmati suasana pagi serta menghangatkan tubuhnya dengan mentari yang mulai naik.


Nayya nampak tenang duduk di pangkuan mommy nya,bayi 6 bulan ini nampak ceria ketika berada disamping mommy nya.


"Makasih ya bik," ucap melati tersenyum.


Bik Minah kemudian melangkah pergi kembali ke dapur.


Riko yang sudah berpakaian rapi dengan setelan jas komplit dengan dasinya datang menghampirinya dan mencium kening melati.


"Anak Daddy yang cantik disini rupanya," ucap Riko menggendong dan mengangkat putrinya ke atas beberapa kali sementara nayya nampak senang dan tertawa terbahak-bahak.


"Kamu sudah sarapan mas?"


"Aku kesini untuk mengajakmu sarapan dan lalu kita pergi bersama," ucap Riko melirik kearah Melati.


"Kemana?"


"Kita akan melihat tempat untuk pesta pernikahan kita!"


"Menikah," ucap melati terperangah.


"Kenapa,Aku sudah berjanji padamu untuk mengadakan pesta pernikahan kita dan melakukan ijab qobul ulang sesuai keinginanmu." ucap Riko menatap dalam Melati.


"Kita kan sudah menikah kenapa kamu mengucap ijab qobul ulang,aku nggak mau orang lain berpikiran buruk tentang aku karena dilakukan ijab qobul ulang.Aku hanya mau kamu mendaftar pernikahan kita secara resmi dan untuk pesta kita adakan dirumah saja secara sederhana." ucap melati memunggungi suaminya.


"Baiklah aku menyetujui karena aku tidak ingin berdebat tentang masalah ini," ucap Riko mengiyakan karena dia tidak ingin istrinya terbebani dan stres yang kan berujung kepada kondisi kehamilannya yang akan memburuk.


Riko menarik tangan melati masuk ke dalam rumah dan segera sarapan.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Seminggu kemudian acara pesta pernikahan pun dimulai.Pesta diadakan di rumah sampai ke teras-teras semua dihias seindah mungkin.Melati sedang dirias wajahnya oleh seorang MUA.


Melati nampak menggunakan kebaya berwarna gold dengan hijab yang senada.Melati telah selesai dirias.


"Kamu cantik sekali sayang," ucap ibu Melati dengan mata berbinar-binar penuh kebahagiaan.


Melati langsung memeluk ibunya.


"Terima kasih ya Bu," ucap Melati lirih dipelukan ibunya.


"Ibu bahagia nak,bahagia melihatmu seperti ini akhirnya impian ibu terkabul anak ibu mendapat suami sesungguhnya."


"Maafkan melati bu selama ini Melati membuat ibu sedih."


"Ibu senang nak ibu bisa mendampingimu dalam suka dan duka," ucap ibu melati melepaskan pelukannya.


"Mbak Mel cantik sekali," ucap mawar memeluk tubuh kakaknya


"Terima kasih ya adikku yang cantik."


"Melati." panggil seseorang yang baru saja masuk ke ruangan.


"Mbak Mia," ucap Melati menoleh kearah mia


Mia langsung memeluk melati.


"Selamat ya akhirnya kamu pemenangnya," ucap mia lirih.


"Mbak Mia lah yang menang karena mbak mia paling tegar diantara kita."


Melati melepaskan pelukannya dan menatap wajah Mia dengan seksama dan kembali memeluknya dengan erat.


Siapa yang menyangka mereka dulu pernah berbagi suami.Keakraban mereka lebih kearah adik dan kakak.


Cinta itu bukan tentang memiliki tapi cinta adalah keikhlasan dan ketulusan melihat seseorang bahagia dengan hidupnya.Takdir siapa yang tahu arahnya, kita tidak akan pernah tahu siapa jodoh kita.Terkadang takdir mempertemukan kita pada jodoh yang rumit tapi dari semua itulah cinta kita bertumbuh semakin kuat dan kokoh.Menerima takdir adalah jalan satu-satunya untuk kita memperoleh takdir yang baru yang lebih indah dan jalan kehidupan terus berputar.


Seorang laki-laki berpakaian setelan jas hitam rapi berdiri memandang keduanya yang masih berpelukan.


"Ayo sayang,semua orang sudah menunggumu," ucapnya lirih.


"Pergilah," ucap Mia melepas pelukannya.


Riko mengulurkan tangannya dan Melati menerima tangan itu dan menggenggamnya dengan erat.


Sesaat mereka saling menatap dan tersenyum mantap mereka melangkah beriringan menuju pelaminan.


Semua orang bertepuk tangan menyambut kedua mempelai.


'Tuhan tidak akan pernah salah mengirim aku kesini,karena disinilah aku menemukan cinta sejatiku.Walau semua yang sudah aku lalui menguras seluruh air mataku,aku bahagia aku bangga aku bisa melaluinya dan akhirnya aku berdiri tegak bersanding bersama suamiku di hadapan semua orang'. Batin Melati tersenyum bahagia.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2