
"Mommy." teriak Alexa menangis kemudian melompat dari ranjang memeluk Angel.
"Kamu sudah keterlaluan gara-gara ulahmu aku hampir saja kehilangan bayiku." ucap Riko menatap sinis kearah Angel tangannya mengepal menahan amarahnya.
"Memang itu yang aku mau," ucap Angel terkekeh.
Riko semakin geram mendengar ucapan Angel seakan tidak merasa bersalah sama sekali.Riko Kemudian mengambil semua pakaian Angel kemudian memasukkannya ke dalam koper.Angel memegangi tangan Riko dan berusaha mengembalikan pakaiannya ke dalam lemari."Apa yang kamu lakukan?" teriak Angel.
Sementara Alexa terus menangis melihat Mommy dan Daddy terus Bersi tegang.
Riko tak menghiraukan Angel Setelah selesai memasukkan semua Riko menarik tangan Angel paksa keluar dari kamar menuruni tangga dan keluar dari rumah kemudian melempar koper Angel kemudian mendorong Angel dari genggaman tangannya.
Alexa tampak menangis berlari menuju keduannya tapi kemudian Riko menghentikan Alexa kemudian menggendong Alexa.
"Mommy mommy." teriak Alexa dalam gendongan Riko dan meronta ingin turun dari gendongan Riko matanya menatap Angel sedih.
Angel segera bangkit dan berusaha merebut Alexa dari gendongan Riko.
"Kamu ingin aku bertanggung jawab atas Alexa kan,aku akan merawat dan membesarkan Alexa," ucap Riko penuh penekanan dan tangannya menggendong kuat Alexa.
"Tidak, aku tidak bisa hidup tanpa Alexa." ucap Angel terus menangis dan berusaha melepas tangan Riko dari gendongan Riko.Alexa pun terus menangis membuat Riko tidak tega kemudian menurunkan Alexa dari gendongannya.Angel langsung memeluk putrinya dan melemparinya beberapa kali kecupan.
"Apa maumu sekarang,aku tidak mengerti apa tujuan sebenarnya kamu kembali lagi?" ucap Riko.
"Aku hanya menginginkan kamu tapi sepertinya itu mustahil, jadi aku ingin sebagian hartamu untuk Alexa." ucap Angel menghapus air matanya.
"Apa?" Riko terbelalak mendengar keinginan Angel.
"Jangan gila kamu, bulan ini tagihan kartu kredit ku membengkak gara-gara kamu dan sekarang kamu ingin sebagian hartaku," ucap Riko terkekeh.
"Kalau kamu tidak ingin aku terus mengganggu hidup mu ya itu syaratnya,jika kamu mau menurutinya silahkan kalau nggak ya terserah." ucap Angel menenteng kopernya dan menarik tangan Alexa menuju mobilnya kemudian melajukan mobilnya meninggalkan Riko yang masih mematung.
"Dasar wanita gila." geram Riko mengepalkan tangannya.
Dari belakang nampak bik Minah berdiri dibelakang Riko.Pembantu yang sedari kecil merawat Riko itu tahu kegelisahan Riko.
"Den Riko," panggil bik Minah membuyarkan fokus Riko menatap mobil yang berlaku.
"Ada apa bik?" tanya Riko membalikkan tubuhnya menghadap bik Minah.
"Bagaimana keadaan non Melati,apa baik-baik saja?" tanya bik Minah cemas.
__ADS_1
"Alhamdulillah Melati dan bayinya selamat bik."
'Keterlaluan sekali non Angel berbuat seperti itu pada non Melati yang sedang hamil," ucap bik Minah geram.
"Angel memang wanita tak punya hati bik yang dalam pikirannya hanya ada dirinya tanpa memikirkan orang lain." tukas Riko ikut geram.
"Bibik ragu kalau non Alexa itu putri kandung den Riko." tutur bik Minah.
"Ragu gimana bik,aku sudah melakukan tes DNA dan hasilnya cocok."
"Apa deh Riko yakin itu benar-benar rambut non Alexa?"
Riko kembali mengingat beberapa hari lalu dimana rambut itu berada di atas ranjang dan itu perkiraannya dan Melati,kalau rambut yang tertinggal adalah rambut Alexa bisa saja rambut itu punya Nayya yang jelas putri kandungnya.Riko semakin ragu kebenaran atas Alexa putri kandungnya.
"Bibik benar tapi kenapa bibik bisa berpikir seperti itu?" tanya Riko.
"Seorang ibu yang benar-benar menginginkan pengakuan seorang Ayah tidak mungkin seperti itu.Jelas-jelas non Angel hanya mengincar kekayaan den Riko." ucap bik Minah semakin mematahkan keyakinan Riko.
"Baiklah Bik aku akan menyelidiki Angel,terima kasih Bik." ucap Riko menepuk bahu bik Minah kemudian berlalu meninggalkan bik Minah menaiki tangga menuju kamarnya.
Riko duduk tenang di kursi lalu meraih ponsel di sakunya kemudian menghubungi seseorang.
"Iya Tuan."~Asisten.
"Siap tuan"~Asisten.
Kemudian Riko memutuskan sambungan telepon dan mengirim beberapa foto lewat WhatsApp kepada Asistennya.
"Aku akan mencari tahu apa maumu sebenarnya,jangan harap kamu menipuku lagi," ucap Riko lirih mengepalkan tangannya.
Sesaat dirinya begitu lemah tak berdaya karena Angel adalah ibu dari putrinya hingga membuat nya begitu sabar menghadapi Angel.Kini tidak akan lagi dirinya melemah menghadapi Angel yang begitu tega menyakiti istri dan calon anaknya.
***
Sekitar pukul 7 malam Riko telah sampai d parkiran rumah sakit setelah terjebak macet di jalanan yang padat merayap.
Riko bergegas melewati koridor rumah sakit menuju ke ruangan Melati dirawat.
Nampak Riana menyuapi Kakak iparnya dengan telaten disaksikan Riko yang baru memasuki pintu masuk.
"Kakak sudah kembali,lama banget sih." ucap Riana sedikit kesal.
__ADS_1
"Kenapa kamu bosen nungguin Kakak iparmu?" tanya Riko berjalan mendekati Melati dan Riana yang duduk di kursi dekat ranjang Melati.
"Aku pengen mandi badanku berasa lengket membuatku nggak tahan." ucap Riana sembari mencium sendiri bau badannya.
"Ya sudah pulang sana,sini biar aku yang suapi." ucap Riko berpindah menduduki kursi yang baru saja diduduki Riana sementara Riana beralih berdiri.
"Kak Melati aku pulang dulu ya, besok aku kesini lagi." ucap Riana memeluk Melati.
"Makasih ya adekku udah jagain Kakak Mel."
Riana mengangguk kemudian menenteng tasnya."Bye bye Kakak." ucapnya berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.
Riko melanjutkan menyuapi Melati sampai menghabiskan makanannya kemudian mengakhirinya dengan meneguk air putih digelasnya.
"Kamu darimana sih sayang, kok lama banget dari siang sampai malam begini?" tanya Melati menatap suaminya penuh tanda tanya.
"Aku ada pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini juga." ucap Riko.
'Lebih baik aku tidak mengatakan dulu semua kecurigaanku padamu,aku akan memastikan dulu kebenarannya' batin Riko menatap Melati.
"Katamu hari ini pekerjaanmu longgar,kok jadi sibuk banget." ucap melati menaruh curiga.
"Ya memang mendadak dan harus segera diselesaikan hari ini juga." tegas Riko meyakinkan perkataannya.
"Ok aku percaya tapi tak bisakah kamu membawa Nayya kesini aku merindukannya." pinta Melati memohon.
"Besok kamu sudah boleh pulang, nggak perlu membawa Nayya ke rumah sakit kasian banyak penyakit dirumah sakit." tegas Riko memberi pengertian.
"Baiklah aku mengerti,aku cuma sangat rindu Nayya." ucap Nayya menghela nafas sedikit kecewa.
Riko menatap Melati dalam."Kasian kamu sayang,maafkan suamimu ini yang hanya memberimu rasa sakit dan luka."
"Tidak hanya rasa sakit tapi kamu juga memberiku kebahagian." ucapnya tersenyum mengelus perutnya yang membucit.
"Apa kamu bahagia hidup bersamaku?" tanya Riko semakin dalam menatap Melati begitu juga Melati membalas tatapan suaminya dengan tatapan yang sama. "Apapun yang terjadi aku bahagia hidup bersamamu,aku berharap setiap ujian yang menghampiri kita semakin menguatkan cinta kita."
Melati memeluk tubuh suaminya dan merasakan betapa damainya hatinya bersama orang yang benar-benar dicintainya dalam suka maupun duka.
"Semakin lama aku semakin mencintaimu." ucapnya lirih ditelinga suaminya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
Jangan lupa dukung author dengan vote like dan komen.