Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 69 ( Membuat Iri )


__ADS_3

Semenjak hamil Melati jauh lebih melow dan terkadang bisa menangis sendiri walau tidak ada masalah.


Melati kemudian memeluk lengan suaminya kemudian Riko mengelus dan mengecup kepala Melati.


"Mau kemana sekarang?" ucap Riko bertanya.


"Aku mau pulang saja,aku merasa tidak enak badan juga aku tidak ingin meninggalkan Nayya terlalu lama," tutur Melati mengikat sabuk pengaman di tubuhnya.


"Baiklah Kita pulang," balas Riko kemudian melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.


Setelah sampai dirumah Melati langsung menuju kamar Nayya diikuti Riko mengekor dibelakang.


Melati masuk ke kamar Nayya terlihat Nayya tengah bermain dengan Desi.


"Hai sayang," sapa Melati ikut duduk di tikar puzzle yang bertulis a-z.


"Hai Mbak Desi," sapa Melati tersenyum.


Desi mengangguk dan membalas senyuman Melati.


"Saya ke dapur dulu Bu mau buatin Non Nayya jus buah." Pamit Desi.


"Pergilah," sahut Melati.


Kemudian Desi melangkah meninggalkan ruangan itu.


Riko ikut duduk lalu memangku Nayya yang tengah asyik bermain piano yang ketika di pencet mengeluarkan bunyi hewan.Nayya kemudian memencet piano berwarna pink bergambar kambing kemudian keluar suara kambing.


"Mbeeeekkk." Riko ikut menirukan suara itu hingga membuat Nayya tertawa.


"Ihhh lucunya giginya dah mulai numbuh," leleh Melati menatap ekspresi Nayya yang begitu menggemaskan.


"Sini sayang," ucap Melati lalu Riko menaruh Nayya di pangkuan Melati.

__ADS_1


Melati mengecup Nayya hingga membuat Nayya tertawa terkikik-kikik.


Melati dan Riko pun ikut tertawa.Nayya adalah segalanya bagi Riko dan Melati karena ketika melihat Nayya seketika kesedihan menjadi hilang.Nayya adalah pelipur lara bagi kedua orang tuanya.


"Apa kamu merasa lebih baik Sayang, istirahatlah di kamar." Pinta Riko.


Usia kandungannya yang menginjak 8 bulan membuat Melati tidak kuat duduk terlalu lama karena pasti pinggangnya akan sakit.


"Tapi aku masih mau main sama Nayya," rengek Melati.


"Aku akan membawanya ke kamar,sini biar aku gendong Nayya." Riko mengambil Nayya dari pangkuan Melati kemudian menggendongnya.


"Ayo," ajak Riko ikut membantu Melati berdiri dari duduknya.


Keduanya berjalan berdampingan menuju kamar.


Sementara Desi terlihat jeles masuk ke dapur.


"Kenapa kamu Des?" tanya Lina melihat gelagat Desi yang tidak biasa.


"Ada apa memangnya?" tanya Bik Lina ikut duduk di kursi.


"Jiwa jombloku meronta-ronta melihat Bapak dan Ibu," tutur Desi memasang muka sedih.


Bik Lina langsung terkekeh mendengar ucapan Desi.


"Hus kok malah ngomongin Non sama Tuan sih," sahut Minah.


"La gimana Bik,tiap hari Desi dipameri kemesraan terus," ucap Desi mencebikkan bibirnya.


"Kamu nggak tahu aja perjuangan cinta mereka tiap hari hanya ada kesedihan dirumah ini tapi untungnya setelah itu sekarang happy ending kisah cinta Mereka." tutur Bik Minah mengingat setahun silam.


"Memangnya kenapa Bik,mereka berdua begitu sempurna cantik dan ganteng pak Riko juga kaya lalu apa masalahnya?" Tanya Desi antusias.

__ADS_1


"Sudah jangan dibahas lagi nanti kalau den Riko atau non Melati dengar nggak enak," ucap Minah kembali melanjutkan rutinitasnya memasak untuk makan siang disusul Lina dan Desi melanjutkan pekerjaan mereka.


***


"Ibu pasti sudah di makam ayah kan?"tanya Melati seraya mengelus kening Nayya yang baru saja tertidur.


"Hmm," balas Riko bergumam netranya fokus menatap gawai di tangannya.


"Sebaiknya aku tidur saja," ucap Melati sinis kemudian beralih posisi memunggungi Riko.


Riko menyadari karena terlalu fokus dengan ponselnya hingga membuatnya mengabaikan Melati.Riko lalu menaruh ponselnya diatas nakas kemudian beranjak dari tempat tidur melangkah mendekati Melati kemudian membopong tubuh Melati.


"Mau dibawa kemana Aku?" Tanya Melati.


Riko lalu merebahkan Melati di sofa bed kemudian Riko ikut berbaring di sebelahnya.


"Kenapa kamu malah mengangkatku kesini,aku mau tidur," ucap Melati sinis.


"Maaf sayang tadi mas tidak fokus pasti kamu kesel," ucap Riko merasa bersalah.


Melati kemudian memukul dada Riko meluapkan kemarahannya.Riko malah tertawa menikmati pukulan cinta dari Melati.


"Ishh kok malah ketawa." Melati semakin keras memukul membuat Riko mencekal tangan Melati.


"Semakin kuat kamu memukul dadaku,aku semakin menginginkanmu," ucap Riko berbisik di telinga Melati.


Melati berusaha melepas cekalan tangan Riko tapi Riko malah mendekat ke wajah Melati memagutnya dengan mesra.Kemudian melepas jilbab yang dipakai Melati memperlihatkan leher jenjang Melati.Beberapa kecupan mendarat disana meninggalkan stempel cinta.


Walaupun kini kehamilan Melati sudah cukup besar Riko tidak pernah absen bercinta bagi Riko Melati semakin menggoda saat hamil.Sedangkan Melati selalu ingin dekat dengan suaminya hingga membuat keduanya selalu intim.


Riko melakukannya dengan perlahan membuat Melati selalu merasa nyaman.Perlahan dan pasti Riko menusuk tulang rawan Melati membuatnya terpekik merasakan kenikmatan.


"Ahhh," pekik keduanya saat Riko mempercepat gerakannya.Air kenikmatan meluncur bebas membasah di dalam.Riko menarik tombak saktinya kemudian menjatuhkan tubuhnya disamping Melati.

__ADS_1


"Terima kasih sayang," ucapnya lirih dengan napas turun naik.


__ADS_2