Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 8 (Kabar Dari Surga)


__ADS_3

Sementara di kediaman rumah Mia.


Mia tengah duduk santai di ruang tamu sambil membuka-buka majalah, matanya masih asyik memelototi majalah fashion.


Tiba-tiba terdengar bel rumah berbunyi.Mia pun langsung bangkit dari duduknya dan segera membuka pintu.


Kreeek


Pintu terbuka.Berdiri dua sosok wanita di hadapan Mia yang tak lain Ibu mertuanya Nani dan adik iparnya Riana.Matanya terbelalak, terkejut dengan kehadiran dua sosok itu.Belum lagi dipersilahkan Riana adik iparnya langsung menyerobot masuk melewati Mia dan disusul Ibu mertuanya.Mia hanya bisa menghela nafas karena memang begitulah mereka saat datang ke rumahnya


Riana dan ibunya langsung duduk di kursi ruang tamu diikuti Mia yang ikut duduk bersama mereka.


"Mami kesini kok tidak mengabari Mia dulu?" kata mia membuka percakapan.


"Mami cuma mampir.Barusan dari rumah teman.Mami kebetulan lewat sini jadi mampirlah sekalian.Kamu gak suka, mami mampir?" Mertuanya menjawab dengan nada agak sinis.


"Seneng Mi, cuma biasanya Mami kesini kalau Mas Riko di rumah," jawab mia sedikit terbata-bata.


"Mami ada perlu sama kamu.Gimana promilnya sudah berhasil?" Nani menatap tajam ke arah Mia.Keningnya mengerti, wajahnya memucat mendengar pertanyaan Nani.


"Mm ... be-lum Mi, Do-kter bilang harus ber-sabar," jawab mia masih terbata-bata.Napasnya begitu sengal, seakan tidak sanggup menjawab pertanyaan mertuanya itu.


Selalu dan selalu pertanyaan itulah yang terlontar setiap kali mertuanya bertemu dengannya.


"Sudahlah Mi, memang Mami nggak bosen, Mbak Mia ini kan mandul." Riana berbisik ke telinga maminya.


Mia yang masih bisa mendengar celotehan adik iparnya itu, bak disambar petir di tengah hari bolong.Hatinya begitu sakit dan sesak, tapi inilah yang selalu Mia terima hinaan dari keluarga Riko.Air matanya sudah mengering tak bersisa hingga tak ada sedikitpun yang keluar dari pelupuk matanya.Hanya melati lah secercah harapan yang akan mengangkatnya dari lubang kehancuran itu.


'Biarlah.. katakan semua yang ingin kamu katakan dan sebentar lagi kalian akan mendengar kabar bahagia dariku," gumam Mia.Ia yakin bisa membalas semua hinaan mertua dan iparnya itu.


"Hushh." Nani menepuk mulut Riana karena lancang bicara.Riana hanya tersenyum seakan dia puas telah menghina kakak iparnya itu.


"Ayo Riana kita pulang," kata mertua Mia.


"Loh Mami mau pulang, tidak minum dulu biar Mia buatkan teh," tawar Mia.


"Nggak perlu Mami sudah tidak berselera.Mami pulang dulu." Nani bangkit dari duduknya diikuti Riana.


Mereka pun pergi dengan mobil melaju pergi meninggalkan rumah Mia.


Sementara Mia masuk ke kamarnya, dilemparkan tubuhnya ke ranjang dan menangis sejadi-jadinya, tumpah lah air mata yang semenjak tadi dibendungnya.Sakit hati yang ditahannya akhirnya dikeluarkan bersama deraian air mata yang mengalir deras.

__ADS_1


'Tuhan mengapa engkau tidak adil, mengapa engkau memilih aku diantara wanita yang lainnya?Apa begitu susah ingin mendapatkan kebahagiaan?Engkau memberiku suami yang baik, bergelimang harta tapi engkau juga mengujiku dengan keturunan!Ya Tuhan apa sebenarnya rencanamu?' gumamnya di sela isak tangisnya.


Mia pun tertidur dengan kesedihan yang masih menghiasi wajahnya.


***


Matahari mulai pulang ke peraduannya,


langit yang biru berubah jingga menampakkan keindahan surgawi.


Riko keluar dari kantornya untuk segera pulang setelah seharian beradu dengan pekerjaan yang menumpuk.Mobil Mercedes Benz itu melaju pesat membelah gedung-gedung kota itu.


Setelah beberapa lama berkendara akhirnya mobil itu telah sampai di sebuah garasi.Riko memasuki rumah itu dan mendapati istrinya masih terkulai di ranjang dengan mata sembab.


"Ada apa?" tanya riko seraya duduk disamping Mia dan mengelus kening istrinya.


Mia menggelengkan kepala dan membuang muka memunggungi Riko.Riko yang melihat tingkah istrinya bisa membaca apa yang terjadi.Riko membelai rambut Mia dan berbisik di telinga istrinya.


"Kita akan segera punya anak," katanya lirih namun cukup jelas di dengar.


Mia terperangah, spontan langsung duduk ingin mendengar lebih jelas apa yang didengar tadi.


"Apa mas, Melati hamil?" tanya Mia dengan penuh ekspresi bahagia di wajahnya.Sungguh tidak ada kabar yang lebih menggembirakan daripada kabar ini.Spontan mia menitikkan air mata, memeluk suaminya erat-erat.


Sementara Melati masih berada di ruang tamu sambil menonton tv.Sedari tadi dia menunggu suaminya pulang tapi tak kunjung pulang padahal tadi berjanji mau menebus vitamin untuknya.


Jam menunjukan pukul 9 malam.Rasa kantuk mulai menyerannya.Melati segera naik ke kamarnya untuk beristirahat.Dipejam matanya sembari mengusap perutnya yang masih rata sampai akhirnya tertidur pulas.


Waktu berlalu dan waktu pagi telah menjemput.Melati terbangun karena rasa mual di perutnya membuatnya segera berlari menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.


Melati menumpahkan isi perutnya.Beberapa kali Ia keluar masuk kamar mandi dan terus mengeluarkan isi perutnya tanpa sisa.Langkahnya bergetar dan sempoyongan ditambah wajahnya pucat basi.


Brugghhh


Melati jatuh terkulai di lantai di depan kamar mandi.Wanita itu tak sadarkan diri.


Sementara Riko telah sampai di garasi mobil halaman rumah Melati, langsung bergegas masuk ke dalam rumah.


"Pagi tuan," sapa Yanti yang sedang menyapu lantai.


"Pagi Mbak Yanti.Non sudah bagun?" tanya riko berhenti sesaat.

__ADS_1


"Nggak tahu Den, belum kelihatan dari pagi." Yanti menggelengkan kepala.


Riko melanjutkan langkahnya menaiki tangga itu dan masuk ke kamar Melati.Betapa terkejutnya Riko mendapati Melati terkulai di lantai.Riko segera menghampiri Melati dan berusaha menolongnya.


"Mel bangun ... bangun." Riko menepuk-nepuk lembut pipi Melati.


Melati tak menyahut sedikit pun.Keringat dingin terasa ditubuhnya.Riko segera membopong tubuh Melati, membawanya menuju mobil.Tanpa permisi mobil itu pun melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.


Beberapa menit berkendara akhirnya Riko telah sampai tanpa menunggu Ia mengangkat tubuh melati ke IGD, membaringkan tubuh Melati ke sebuah ranjang di ruangan itu.


"Dokter.. Dokter tolong istri saya!" Riko berteriak memanggil Dokter.Dokter dan Perawat langsung menghampiri Riko.


"Tolong Pak keluar dulu, biar Dokter memeriksa pasiennya!" perintah Perawat menarik Riko keluar dari ruangan itu.


Riko mondar-mandir di depan ruangan IGD, batinnya cemas dengan keadaan Melati.Beberapa menit berlalu akhirnya Dokter keluar dari ruangan itu.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Riko menghampiri Dokter itu.


"Keadaan istri bapak sangat lemah, untung segera dibawa kesini kalau tidak bisa fatal.Dia bisa kehilangan bayinya dan bahkan nyawanya sendiri.Pasien dehidrasi karena terus-terusan muntah sementara tidak ada makanan masuk ke perutnya.Bapak tenang pasien sudah ditangani dan kondisinya mulai membaik," kata Dokter itu menjelaskan.


"Bolehkah saya menemui istri saya Dok?"


"Boleh tapi jangan lama-lama agar pasien bisa beristirahat," kata Dokter lalu melangkah pergi.


Riko masuk ke ruangan itu terlihat Melati masih tertidur di ranjangnya dengan selang infus yang menyegel tangannya.Riko duduk disampingnya.Digenggamnya tangan melati dan mencium punggung tangan Melati. "Kamu harus kuat sayang," katanya lirih.


Melati tersadar perlahan membuka matanya, menatap Riko yang berada di sampingnya sambil menggenggam tangannya.


"Kamu sudah sadar sayang." Riko memeluk tubuh Melati yang masih lemas.Hatinya begitu bahagia melihat Melati sadar.Melati tak merespon apapun karena masih sangat lemah hingga kata-kata pun tak keluar dari mulutnya.


"Kamu membuat aku begitu cemas, kalau kamu membutuhkan aku kan bisa telepon, jangan seperti ini lagi ya," kata Riko sambil membelai lembut kening Melati.


Melati hanya diam tak merespon.Dia malah bingung dengan tingkah suaminya.Entah siapa yang sedang dirisaukannya dirinya atau bayinya.


'Terkadang kamu dingin terkadang kamu manis sampai aku sendiri lupa siapa aku.Kamu menganggap aku ini siapa?katakan padaku?jangan membuat aku terbang lalu kau membuatku jatuh tiba-tiba," gumamnya Melati.


Batinnya terus bergejolak tak menentu dia ingin berlari tapi dia tidak mampu.Biarlah rasa ini tertahan dalam. lubuk hatinya.


***


Gimana makin seru kan kisahnya.Jangan lupa vote ya biar author makin semangat meneruskan ceritanya.Kalau kamu jadi Riko kamu pilih Melati atau pilih Mia? ditunggu like dan komennya ya😊

__ADS_1


Terima kasih yang masih setia membaca Terjebak nikah kontrak simak terus ya kelanjutannya🙏


__ADS_2