Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 42 ( Cemburu Lagi )


__ADS_3

Dika terus berpikir siapa yang akan diajaknya dan dikenalkannya kepada ibunya.


"Umurku baru menginjak 25 tahun tapi kenapa ibu memaksaku segera menikah?" kesal Dika.


Dikampung adalah hal yang wajar pria seumurannya sudah menikah bahkan sudah memiliki anak.Andika yang merupakan anak sulung dari ayah ibunya membuatnya terus dipaksa cepat menikah karena memang seumur ayah dan ibunya di kampungnya sudah menimang cucu selain ayah dan ibu Andika.


Andika kembali mengingat Mia, apakan Mia adalah jawaban hidupnya atau malah akan menambah masalah untuk hidupnya.


"Aku harus bicara dengan Melati," ucap Dika lirih.


Dika kemudian mendial nomer melati.


"Tut tut tut" bunyi nada tersambung kemudian suara hening


"Halo."~Melati.


"Halo Mel,maaf aku menganggu bulan madumu."~Dika.


"Ada apa ka?"~Melati.


"Kapan kamu pulang,aku perlu bicara penting padamu."~Dika.


"Besok aku udah pulang kok."~Melati.


"Ok aku menunggumu."~Andika.


Andika memutus sambungan teleponnya.


Ditempat Melati.


"Siapa?" tanya riko menyerigai.


"Andika."


Seketika Riko menjadi kesal menatap melati dengan tatapan singa marah setelah mendengar nama Andika yang terucap dari mulut istrinya.


Melati yang menyadari sikap suaminya kemudian memegang tangan suaminya dan menyenderkan tubuhnya di pundak suaminya.


"Kenapa kamu jadi kesal sayang," ucapnya lirih.


"Kenapa nama itu yang muncul disaat seperti ini,apa dia belum mengiikhlaskanmu yang sudah menjadi milikku?" ucap Riko melirik ke arah Melati.


"Dika adalah temanku,mungkin dia membutuhkan bantuanku jadi jangan marah lagi ya sayang," ucap melati memeluk tubuh suaminya.


Seketika bungkahan amarah di hati Riko mencair mendengar ucapan istrinya yang dengan lembut mencairkan dan meredakan kecemburuannya.

__ADS_1


Mereka duduk berdampingan di tepi pantai menikmati matahari yang beranjak masuk ke peraduannya.Deburan ombak menari-nari menyapu dan membasahi tubuh keduanya.Keduanya beranjak dan bergandengan tangan menyusuri keindahan pantai di senja itu.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Makan Malam.


Melati berjalan perlahan menghampiri Riko yang sudah menunggunya di balkon.


"Sayang," sapa Melati berdiri tepat di depan Riko yang menyambutnya.


Riko terus menatap Melati yang memakai dress berwarna hitam senada dengan hijabnya bertabur glitter yang membuatnya nampak elegan dan sexy.


"Kamu cantik sekali sayang," puji Riko tak mengalihkan pandangannya dan terus fokus menatap Melati.


Melati merekahkan senyumnya mendengar suaminya memujinya kemudian duduk.


Riko memberi kode kepada pelayannya untuk segera menghidangkan makanan di mejanya.


Beberapa pelayan menyajikan makanan.


"Ayo makan sayang,jangan sampai anakku kelaparan."


Melati mulai makan dan menyuapkan makanan sesuap demi sesuap.


"Mmm ini enak sayang aku suka makanannya" ucap Melati menikmati makanannya.


Melati mengangguk.


Beberapa saat kemudian mereka telah selesai kemudian pelayanan kembali membereskan meja makan.


"Apa kamu senang berada disini?"


"Aku sangat dan sangat senang berada disini," ucap Melati tersenyum lebar.


"Tapi besok kita harus kembali,aku tidak bisa meninggalkan kantor terlalu lama."


"Nggak pa pa sayang, ini semua sudah cukup membuatku bahagia karena bersamamu saja sudah membuatku bahagia," ucap Melati mengenggam erat tangan suaminya.


"Aku ingin setelah ini kita memulai hidup baru dan melupakan masa lalu kita yang pahit."


Melati terdiam teringat akan masa lalunya,masa dimana hanya ada kepahitan dan air mata yang menghiasi hari-harinya.


"Aku tidak menyangka sekarang aku berada di titik ini dimana hidupku penuh kebahagiaan dan penuh cinta," ucap Melati semakin melebarkan senyumnya seakan kebahagiaan itu penuh sesak dibenaknya dan tak tertampung lagi.


"Ayo cepat habiskan makananmu!" suruh Riko.

__ADS_1


"Kenapa kita buru-buru?"


Riko tak menjawab hanya menatap Melati dan tersenyum menyeringai.


Melati segera menghabiskan makanannya.


Mereka kemudian kembali ke kamar dan berlanjut bertempur diatas ranjang di malam terakhir mereka berada di tempat itu.


"I love you honey," ucap Riko mencium kening melati kemudian melepas Kungkungannya dari tubuh Melati.Mereka pun tertidur dalam kelelahannya.


Keesokan paginya Melati dan Riko telah bersiap pulang.Mereka menaiki kapal kembali ke daratan dan melanjutkan menaiki mobil menuju rumah.


Setelah 1 jam mereka telah sampai dirumah.


"Dimana nayya mbak Desi?" tanya melati seraya berjalan menaiki tangga diikuti Desi.


"Non Nayya dirumah ibu Mia," jawab Desi.


"Iya aku menitipkan Nayya disana," sahut Riko dari kejauhan.Melati kembali menuruni tangga dan mendekati riko.


"Ayo kita jemput,aku sangat merindukan Nayya," ucap Melati menarik tangan riko mengajaknya pergi.


'Kamu bisa menelponnya,nanti pasti dia mengantar Nayya kesini."


"Tapi mas maksudku sayang."


"Sudah jangan membantah lagi segera beristirahat dikamar,aku tidak ingin kamu semakin kelelahan.Aku akan menghubungi Mia dan segera mengantar Nayya kesini." Tegas Riko.


"Baiklah," ucap melati kembali menaiki tangga beriringan bersama Riko.


Melati kemudian berganti pakaian dan membaringkan tubuhnya diatas ranjang sementara Riko telah selesai menghubungi Mia berjalan menuju lemari baju dan berganti pakaian kerja.


"Sayang,kamu mau kemana?"


"Aku harus ke kantor, beberapa ini aku meninggalkan pekerjaan penting dan aku harus segera ke kantor," ucap Riko seraya memasangkan dasi.


Kemudian menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya.


"Aku pergi dulu ya,kamu istirahat jangan sampai kamu kelelahan," ucap Riko mencium kening Melati dan kemudian melangkah pergi.Melati memejamkan matanya dan tertidur.Beberapa hari ini dia tidak bisa tidur nyenyak karena Riko selalu menganggunya dan membuatnya begadang.Kini dia merasakan tubuhnya kelelahan.


Mia datang datang membawa Nayya kembali.


"Dimana melati bik," tanya Mia menatap sekeliling rumah yang tampak sepi.


"Non melati tidur."

__ADS_1


"Oh,ya sudah saya pulang dulu mbok titip Nayya," ucap Mia menyerahkan Nayya dari gendongannya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


__ADS_2